Kamus Penyakit

Anemia Pernisiosa

June 1, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penyakit anemia pernisiosa merupakan salah satu jenis anemia atau kekurangan sel darah merah. Pemicu utama penyakit ini adalah proses autoimun. 

Jenis anemia ini sangat langka. Sebuah penelitian dalam Journal of Blood and Medicine menyebut prevalensi penyakit ini hanya 0,1 persen di populasi umum dan 1,9 persen pada lansia.

Baca juga: Anemia Hemolitik

Apa itu penyakit anemia pernisiosa?

Penyakit anemia pernisiosa adalah penyakit anemia karena kekurangan vitamin B-12. Vitamin ini merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memastikan produksi sel darah merah berjalan dengan baik.

Penelitian dalam Journal of Blood and Medicine juga menyebutkan kalau 50 persen anemia karena kekurangan vitamin B-12 pada orang dewasa disebabkan oleh penyakit anemia pernisiosa.

Penyakit ini cukup mudah diatasi dengan suntikan vitamin B-12 atau suplemen oral. Tapi, jika tidak diatasi, penyakit anemia pernisiosa ini dapat menyebabkan komplikasi yang parah.

Apa penyebab anemia pernisiosa?

Penyakit anemia pernisiosa disebabkan oleh kurangnya vitamin B-12 dalam tubuh kamu. Beberapa pemicunya antara lain:

Kurangnya vitamin B-12 dalam makanan

Vitamin B-12 sangat dibutuhkan tubuh untuk proses produksi sel darah merah. Ketika kamu kekurangan makanan yang mengandung vitamin ini, maka bisa berujung pada penyakit anemia pernisiosa.

Umumnya vitamin B-12 terdapat di dalam:

  • Daging merah
  • Daging unggas
  • Kerang
  • Telur
  • Produk olahan susu
  • Kacang dan kedelai yang sudah diperkaya vitamin B-12
  • Suplemen nutrisi

Kurangnya intrinsic factor

Umumnya, kekurangan vitamin B-12 yang berujung pada penyakit anemia pernisiosa disebabkan oleh proses autoimun yang membuat kamu tidak bisa menghasilkan substansi intrinsic factor di dalam perut. 

Substansi ini sangat dibutuhkan untuk menyerap vitamin B-12 di dalam usus halus dari makanan yang kamu konsumsi. 

Masalah pada usus halus

Penyakit yang ada di dalam usus halus dapat membuat kamu kekurangan vitamin B-12. beberapa di antaranya adalah penyakit celiac, penyakit Chron atau HIV.

Selain itu, ketika kamu menjalani operasi yang membuat sebagian usus halus diangkat, maka itu juga bisa berujung pada kekurangan vitamin B-12.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena anemia pernisiosa?

Berikut ini adalah individu atau kelompok yang memiliki faktor risiko penyakit anemia pernisiosa yang tinggi:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini
  • Keturunan Eropa bagian utara atau skandinavia
  • Memiliki penyakit diabetes tipe 1, masalah autoimun atau penyakit intestinal seperti Chron
  • Sebagian usus kamu diangkat
  • Berusia 60 tahun atau lebih tua

Apa gejala dan ciri-ciri anemia pernisiosa?

Perkembangan penyakit ini biasanya sangat lambat. Gejala yang timbul pun agak sulit dideteksi karena kamu akan terbiasa merasa tidak sehat. Beberapa gejala umumnya adalah:

  • Letih
  • Lemah
  • Sakit kepala
  • Nyeri di dada
  • Turun berat badan
  • Kulit pucat

Kamu pun bisa mengalami masalah saraf seperti:

  • Agak goyah ketika berjalan
  • Mati rasa di tangan dan kaki
  • Otot lemah
  • Depresi
  • Sering lupa
  • Demensia

Gejala lain kekurangan vitamin B-12 karena anemia pernisiosa adalah:

  • Mual dan muntah
  • Linglung
  • Konstipasi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Heartburn

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat anemia pernisiosa?

Potensi komplikasi yang paling berat adalah kanker lambung. Selain itu penyakit ini juga bisa berujung pada: 

  • Kerusakan saraf di tangan dan kaki
  • Masalah saluran pencernaan
  • Terganggunya daya ingat, linglung dan gejala neurologis lainnya
  • Masalah pada jantung

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati anemia pernisiosa?

Berikut ini adalah langkah penanganan penyakit ini:

Perawatan anemia pernisiosa di dokter

Dokter bisa mengatasi penyakit ini dengan terapi pengganti vitamin B-12. Dalam hal ini dokter akan memberikan suntikan vitamin B-12.

Suntikan diberikan harian atau mingguan sampai level vitamin B-12 dalam tubuh kembali normal.

Perawatan anemia pernisiosa di rumah

Suntikan vitamin B-12 juga bisa kamu lakukan sendiri atau meminta kerabat di rumah. Setelah itu mungkin kamu akan diminta untuk mengonsumsi suplemen vitamin B-12 di rumah.

Selain itu, kamu pun bisa meningkatkan level vitamin B-12 lewat makanan yang kamu konsumsi. Konsumsilah makanan sebagai berikut:

  • Daging sapi, hati dan ayam
  • Ikan dan kerang
  • Susu rendah lemak, yoghurt dan keju
  • Telur

Apa saja nama obat anemia pernisiosa yang biasa digunakan?

Berikut ini adalah jenis obat untuk mengatasi penyakit ini:

Obat anemia pernisiosa di apotek

Situs drugs.com menyebut 3 jenis obat ini biasanya dipakai untuk mengatasi penyakit anemia pernisiosa:

  • Vitamin B-12
  • Cyanocobalamin
  • Nascobal

Obat anemia pernisiosa alami

Karena penyakit anemia pernisiosa ini disebabkan oleh kurangnya serapan vitamin B-12, maka salah satu cara alami untuk mengatasinya adalah dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin B-12. Di antaranya adalah:

  • Hati dan ginjal hewan
  • Remis
  • Sarden
  • Daging sapi
  • Sereal yang diperkaya vitamin B-12
  • Tuna
  • Ikan trout
  • Salmon
  • Susu nabati yang diperkaya vitamin B-12
  • Susu dan olahannya
  • Telur

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita anemia pernisiosa?

Makanan yang harus kamu konsumsi adalah yang kaya vitamin B-12 sebagaimana sudah dijabarkan di atas. Sedangkan untuk makanan yang harus kamu hindari adalah yang dapat mengganggu serapan vitamin B-12, seperti:

  • Alkohol
  • Spirulina
  • Nori kering
  • Rumput laut
  • Makanan mentah

Bagaimana cara mencegah anemia pernisiosa?

Penyakit ini tidak bisa dicegah jika penyebabnya adalah proses autoimun. Tapi, jika penyebabnya adalah kekurangan vitamin B-12 yang dipicu kondisi seperti penyakit gastrointestinal lain dan operasi di usus, maka hal ini bisa dicegah.

Salah satunya adalah dengan mengatasi penyakit usus atau lambung yang kamu derita sesegera mungkin dan mengurangi risko operasi yang harus dijalani di wilayah usus.

Kamu pun harus banyak mengonsumsi vitamin B-12 dari makanan atau suplemen sebagai bagian dari pencegahan penyakit ini.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang penyakit anemia pernisiosa. Selalu jaga kesehatan kamu, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline, diakses 29 Mei 2021. Pernicious Anemia: Symptoms, Causes, and Treatments
  2. MedicalNewsToday, diakses 29 Mei 2021. Pernicious anemia: Symptoms, treatment, and types
  3. WebMD, diakses 29 Mei 2021. Vitamin B12 Deficiency Anemia: Symptoms, Causes, Treatments
  4. Medicinenet, diakses 29 Mei 2021. Pernicious Anemia Symptoms, Types, Causes & TreatmentPernicious Anemia Symptoms, Types, Causes & Treatment
  5. Healthline, diakses 29 Mei 2021. Top 12 Foods That Are High in Vitamin B12
  6. MedicalNewsToday, diakses 29 Mei 2021. Vitamin B12 foods: What to eat and avoid
  7. Drugs.com, diakses 29 Mei 2021. List of 3 Pernicious Anemia Medications Compared
  8. National Library of Medicine, diakses 29 Mei 2021. Optimal management of pernicious anemia
    register-docotr