Kamus Penyakit

Mengenal Penyakit Varikokel, Gangguan Kesehatan yang Bisa Sebabkan Mandul

June 15, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Penyakit varikokel adalah gangguan kesehatan yang hanya bisa terjadi pada pria. Gejalanya berupa muncul guratan-guratan pada permukaan kulit di testis. Penyakit ini diderita sekitar 15 persen dari semua pria di seluruh dunia.

Meski tidak menyebabkan dampak serius seperti kematian, varikokel bisa menyebabkan seorang pria mengalami kemandulan serta masalah kejantanan lain. Lalu, apa faktor penyebab penyakit ini dan bagaimana mencegahnya?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal penyakit varikokel

Varikokel merupakan pembesaran pembuluh darah balik (vena) pada skrotum atau testis, tempat sperma diproduksi. Gejalanya mirip dengan varises di kaki, yaitu adanya otot-otot yang timbul di permukaan kulit.

Varikokel hanya bisa terjadi pada pria, berapa pun usianya. Meski tidak menimbulkan dampak kematian, perawatan yang tepat perlu dilakukan. Sebab, varikokel bisa memengaruhi urusan ‘kejantanan’ pria.

Penyebab penyakit varikokel

Penyakit varikokel disebabkan oleh terganggunya sirkulasi darah di vena pada testis. Pembesaran pembuluh darah bisa terjadi saat katup vena tidak berfungsi dengan baik.

Penumpukan yang berakhir pada pembengkakan dipicu oleh tertutupnya katup yang menghambat aliran darah untuk kembali ke jantung.

Jadi, secara garis besar, penyebab utama dari penyakit ini adalah pembuluh vena yang tidak berfungsi dengan baik.

Baca juga: Tidak Selalu Buruk, Ini Manfaat Masturbasi bagi Kesehatan Tubuh

Gejala penyakit varikokel

pembengkakan vena pada penyakit varikokel
Ilustrasi pembengkakan pada vena di testis. Sumber foto: www.scientificanimations.com

Sebagian besar gejala dari penyakit varikokel dapat dilihat dari perubahan yang ada pada testis. Meski, tak menutup kemungkinan ada dampak pada penurunan fungsi sejumlah organ lain. Beberapa gejala tersebut adalah:

1. Testis besar sebelah

Dari banyak tanda penyakit varikokel, gejala yang paling mudah diamati adalah membesarnya satu testis. Ini disebabkan oleh pembuluh darah yang membesar, sehingga membuat ukuran testis juga terpengaruh.

Varikokel biasanya terjadi di testis sebelah kiri, karena pembuluh vena terdapat di sini.

2. Guratan di testis

Tidak hanya testis yang membesar, varikokel juga ditandai dengan munculnya guratan-guratan seperti cacing pada permukaan kulitnya. Guratan tersebut adalah pembuluh darah yang membesar.

Biasanya, tanda ini mengindikasikan bahwa varikokel sudah ada dalam hitungan minggu atau bulan.

3. Rasa nyeri di testis

Pembengkakan di testis bisa memicu rasa tidak nyaman pada area skrotum. Ini disebabkan oleh darah yang menumpuk atau menggumpal di satu tempat.

Untuk meminimalkan rasa nyeri, ada baiknya kamu memerhatikan bentuk celana dalam yang dipakai. Celana dalam model boxer bisa memperburuk rasa sakit itu, karena tidak ada bagian dari underwear yang bisa menopang testis.

4. Nyeri pada waktu tertentu

Hampir mirip dengan gejala sebelumnya, rasa nyeri pada testis yang satu ini hanya muncul pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, setelah berolahraga atau melakukan pekerjaan berat.

Aktivitas berat membuat darah mengalir lebih cepat, sehingga pembengkakan yang terjadi di testis bisa membuat darah terperangkap. Hasilnya, rasa sakit tak bisa dihindarkan.

5. Benjolan di testis

Salah satu gejala dari penyakit varikokel yang sering diabaikan adalah munculnya benjolan pada testis. Tidak jarang sebagian pria menganggapnya sebagai iritasi kulit biasa yang dipicu oleh faktor kebersihan celana dalam.

Padahal, benjolan ini bisa jadi tanda adanya varikokel. Benjolan pada varikokel berbeda dengan ukuran testis yang besar sebelah. Ia bisa muncul di area mana saja, meski tidak menimbulkan rasa nyeri.

6. Kuantitas sperma menurun

Testis adalah organ terpenting bagi setiap laki-laki. Di tempat ini, sperma diproduksi. Jika ada masalah pada organ tersebut, secara otomatis produksi sperma juga akan ikut terganggu.

Kuantitas sperma mungkin bisa berkurang karena terlalu seringnya ejakulasi. Namun, ia akan kembali normal dalam beberapa waktu. Tapi pada penyakit varikokel, kuantitas sperma bisa menurun dalam periode lebih lama.

7. Masalah kesuburan

Ilustrasi sperma. Sumber foto: www.ivfindiacare.com

Tidak hanya kuantitas, kualitas sperma pada penderita varikokel juga bisa menurun. Sehingga, proses pembuahan akan sulit terjadi. Penurunan kualitas sperma ditandai dengan pergerakan yang lebih lambat dan kekuatan yang semakin melemah.

Baca juga: 6 Manfaat Buah Zuriat: Tingkatkan Kesuburan dan Baik untuk Ibu Hamil

8. Hormon testosteron menurun

Selain memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma, varikokel juga dapat berdampak serius pada testosteron, hormon kejantanan. Beberapa tanda menurunnya testosteron di antaranya adalah berkurangnya gairah seks dan massa otot.

Tidak hanya itu, menurunnya testosteron juga bisa menyebabkan depresi, mudah marah, sulit tidur, mudah lelah, sulit mendapat ereksi yang kuat, sulit konsentrasi, serta peningkatan massa lemak.

Diagnosis penyakit varikokel

Sama seperti penyakit lain, varikokel juga memiliki tahapan-tahapan yang dilihat dari tingkat keparahannya, mulai ringan hingga berat.

  • Tahapan 1, pembengkakan pembuluh vena pada testis masih kecil dan tidak bisa dirasakan, dilihat, maupun diraba.
  • Tahapan 2, pembengkakan pembuluh vena masih belum terlihat, tapi bisa dirasakan melalui manuver Valsava, yaitu mengosongkan udara dengan membuang dan menahan napas.
  • Tahapan 3, pembengkakan pembuluh vena bisa dilihat, dirasakan, dan diraba.
  • Tahapan 4, pembengkakan pembuluh vena semakin membesar dan menyebabkan rasa nyeri pada testis.

Kapan harus ke dokter?

Kamu perlu pergi ke dokter begitu penyakit ini muncul. Sayangnya, tidak sedikit pria yang mengabaikan gejala-gejala varikokel. Sebab, sebagian tanda dari penyakit ini mirip dengan gangguan kulit biasa.

Kamu mungkin tidak menyadari sedang terkena penyakit ini. Tapi, jika sudah timbul rasa nyeri atau sakit pada testis, tak perlu malu untuk mendatangi dokter. Penanganan terlambat bisa memperlama proses penyembuhan.

Baca juga: 7 Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria yang Perlu Kamu Ketahui

Penanganan penyakit varikokel

operasi batu empedu
Ilustrasi operasi. Sumber foto: www.lendingpoint.com

Meski tidak menimbulkan dampak kematian, penyakit varikokel bisa memicu berbagai masalah kejantanan pada pria. Ini akan sangat berdampak serius bagi yang telah memiliki pasangan.

Pembiaran terhadap varikokel juga bisa menyebabkan ukuran testis mengecil. Oleh karena itu, perlu dilakukan penanganan yang tepat oleh dokter. Penanganan tersebut berupa tiga prosedur bedah, yaitu:

1. Operasi terbuka

Prosedur ini biasanya disebut dengan open surgery atau operasi terbuka. Biasanya, pasien tidak perlu menjalani rawat inap, cukup rawat jalan. Dokter hanya melakukan bedah kecil dengan sayatan di sekitar selangkangan atau pangkal paha.

Masa pemulihan dari prosedur ini cukup singkat, yaitu dua hari. Artinya, pada hari ketiga setelah operasi, kamu bisa langsung beraktivitas normal seperti sebelumnya.

Meski begitu, setelah operasi selesai, kamu disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual dalam jangka waktu tertentu, karena organ kemaluan sedang pada masa pemulihan.

2. Bedah laparoskopi

Bedah laparoskopi adalah prosedur yang lebih rumit dari operasi terbuka. Dokter akan membuat sayaran kecil di perut, lalu mulai melakukan pengamatan terhadap kemungkinan adanya pembengkakan hingga ke testis.

Prosedur ini membutuhkan waktu lebih lama dan sejumlah pemeriksaan sebelum pelaksanaan.

3. Embolisasi perkutan

Prosedur ini dilakukan oleh dokter atau ahli radiologi. Tabung khusus atau kateter dimasukkan ke dalam vena melalui pangkal paha atau leher. Tabung atau kateter tersebut digunakan untuk mengamati kemungkinan adanya pembengkakan.

Jika ditemukan pembengkakan, dokter akan segera melakukan tidakan, seperti mengangkat zat atau sesuatu yang memicu penyumbatan, serta memperbaiki pembuluh darah itu sendiri.

Sedangkan untuk masa pemulihannya, butuh waktu dua hingga 10 hari. Prosedur ini jarang digunakan untuk menangani varikokel.

Obat penyakit varikokel

Penanganan dengan tiga prosedur di atas tak serta-merta membuat pasien sembuh. Pada masa pemulihan yang berlangsung beberapa hari, rasa nyeri bisa terasa sangat menyakitkan, meski akan mereda seiring berjalannya waktu.

Dokter akan memberikan resep pereda rasa nyeri, seperti ibuprofen atau asetaminofen. Kedua obat tersebut merupakan obat bebas yang bisa didapatkan di apotek.

Komplikasi penyakit varikokel

Testis adalah salah satu organ terpenting bagi setiap laki-laki. Adanya gangguan bisa memicu terjadinya beberapa komplikasi, seperti:

  • Kemandulan, disebabkan oleh penurunan kualitas dan kuantitas sperma karena peningkatan suhu di testis.
  • Penyusutan testis, disebabkan oleh atrofi atau penurunan massa otot pada testis.
  • Lemah syahwat, yaitu menurunnya libido dan ketidakmampuan pria untuk mendapatkan ereksi yang kuat. Ini dipicu oleh pembuluh darah yang telah mengalami kerusakan (total atau parsial) akibat varikokel.

Pencegahan penyakit varikokel

Sampai saat ini, belum ada cara pasti untuk mencegah terjadinya varikokel. Hanya saja, kamu bisa menurunkan risikonya dengan menjaga kesehatan agar pembuluh darah dapat menjalankan fungsi terbaiknya. Varikokel sendiri bisa muncul akibat masalah pada pembuluh darah.

Beberapa langkah untuk mencegah penyakit ini adalah:

1. Olahraga teratur

Aktivitas fisik secara teratur dapat memperbaiki aliran darah dari jantung menuju seluruh bagian tubuh. Dengan begitu, oksigen juga dapat disalurkan secara optimal. Kekurangan oksigen pada darah bisa menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah itu sendiri.

Berdasarkan saran World Health Organization (WHO), durasi ideal olahraga untuk orang dewasa adalah 150 menit dalam seminggu. Tak perlu olahraga berat, kamu bisa jogging, jalan santai di sekitar rumah, atau berenang. Gerak aktif bisa membantu jantung menjalankan fungsi terbaiknya.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Manfaat Renang bagi Kesehatan Tubuh Kamu

2. Perbanyak cairan

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, tubuh manusia terdiri lebih dari 60 persen air. Kekurangan cairan bisa menurunkan daya kerja banyak organ, misalnya jantung. Padahal, jantung adalah bagian penting yang berfungsi memompa darah.

Membuat tubuhmu terhidrasi juga bisa membantu melancarkan sirkulasi darah. Pun, hati dapat semakin optimal dalam membersihkan racun-racun berbahaya. Orang dewasa sangat dianjurkan untuk minum air setidaknya 1,5 liter per hari.

3. Konsumsi makanan sehat

Sayuran hijau, buah-buahan segar, produk laut, dan kacang-kacangan adalah contoh dari makanan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Gizi di dalamnya bisa membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk organ-organ dalam.

Jika ingin terhindar dari varikokel, ada baiknya kamu sering mengonsumsi ikan. Kandungan omega-3 bisa membantu mengurangi peradangan. Aktivitas inflamasi sendiri secara tidak langsung berkaitan dengan pembuluh darah.

4. Berhenti merokok

Selain mengandung nikotin yang berbahaya untuk paru-paru, rokok juga bisa memicu terjadinya penumpukan plak pada pembuluh darah, baik arteri maupun vena.

Plak yang menebal bisa menyebabkan pembengkakan. Saat pembengkakan terjadi, pembuluh darah akan menyempit dan aliran darah menjadi terganggu.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang penyakit varikokel beserta langkah pencegahannya yang perlu kamu tahu. Yuk, terapkan gaya hidup sehat untuk minimalkan risiko terkena penyakit ini!

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu kepada dokter profesional di Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 8 Juni 2020, What is a varicocele and should I worry about it?
  2. Mayo Clinic, diakses 8 Juni 2020, Varicocele.
  3. Johns Hopkins Medicine, diakses 8 Juni 2020, Varicocele.
  4. World Health Organization (WHO), diakses 8 Juni 2020, Physical Activity and Adults.
  5. Azura Vascular Care, diakses 8 Juni 2020, The Top 9 Symptoms of a Varicocele.
  6. Azura Vascular Care, diakses 8 Juni 2020, What Causes Varicoceles and Can I Prevent Them?
  7. US National Library of Medicine, diakses 8 Juni 2020, A Review of Body Composition Studies With Emphasis on Total Body Water and Fat.

    Berita Terkait
    register-docotr