Kamus Penyakit

Mengenal Penyakit Miom, Tumor Jinak yang Bisa Picu Keguguran dan Mandul

June 16, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penyakit miom adalah gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada wanita usia produktif. Penyakit ini berhubungan dengan rahim atau uterus, sehingga gejalanya tak lepas dari fungsi organ tersebut.

Penanganan yang tepat perlu dilakukan. Jika tidak, berbagai dampak serius bisa terjadi, di antaranya adalah kemandulan dan leiomiosarkoma.

Lalu, apa penyebab dari penyakit ini? Bagaimana tanda-tandanya? Serta, apakah bisa dicegah? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu penyakit miom

Miom adalah penyakit nonkanker berupa tumbuhnya lapisan atau otot polos rahim menyerupai daging. Otot yang terus tumbuh ini bisa berukuran sekecil kacang hingga sebesar melon. Tak heran jika penyakit ini sering disebut dengan tumor jinak.

Nama lain dari penyakit miom adalah uterine fibroid. Penyakit ini terjadi pada usia di atas 30 tahun.

Penyebab penyakit miom

Belum ada riset yang bisa membuktikan penyebab pasti dari miom. Hanya saja, tumbuhnya daging atau tumor pada rahim bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti:

  • Ketidakseimbangan hormon. Dua hormon kewanitaan yaitu estrogen dan progesteron mengalami ketidakstabilan, sehingga memicu timbulnya tumor jinak di rahim. Kedua hormon tersebut sangat memengaruhi apa yang terjadi di uterus.
  • Perubahan genetik.
  • Sensitivitas insulin. Miom dapat terjadi akibat sensitivitas insulin yang menurun. Insulin sendiri merupakan hormon yang diproduksi oleh pankreas, berfungsi mengubah glukosa menjadi energi.
  • Meningkatnya matriks ekstraseluler (ECM). ECM adalah zat alami yang diproduksi tubuh, berfungsi menempelkan antara satu sel dengan yang lain.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Daftar 5 Penyakit pada Sistem Reproduksi Wanita

Jenis penyakit miom

Penyakit miom dibedakan menjadi lima jenis. Pembagian tersebut berdasarkan letak dan lokasi dari fibroid atau daging yang tumbuh itu sendiri, yaitu:

  • Submukosa: gumpalan daging berada di lapisan bawah rahim dan menonjol ke bagian dalam uterus. Ini bisa memicu perdarahan pada vagina atau menstruasi ekstrem.
  • Subserosal: daging fibroid berada di lapisan luar rahim, menggantung di luar dinding uterus. Biasanya, miom jenis ini menyebabkan rasa sakit dan nyeri pada panggul.
  • Intramural: daging fibroid berada di dalam rongga rahim dan menekan sumsum tulang belakang. Tekanannya bisa membuat rektum dan panggul terasa sakit.
  • Pedunkulasi: fibroid berada di luar rahim, tapi melekat pada dinding uterus melalui jaringan tertentu. Ini bisa memicu rasa nyeri pada punggung bagian bawah.
  • Servikal: fibroid berada di leher rahim, dapat memicu perdarahan ekstrem melalui vagina.

Gejala penyakit miom

Gejala penyakit miom
Nyeri pada panggul dan punggung bagian bawah. Sumber foto: www.remediopopulares.com

Gejala dari penyakit miom sangat beragam. Pertumbuhan daging pada uterus bisa memberikan dampak pada organ atau bagian tubuh lainnya.

Sayangnya, tak sedikit wanita yang mengabaikannya, karena tanda yang muncul sangat mirip dengan gangguan kesehatan ringan. Gejala-gejala itu meliputi:

1. Perdarahan di vagina

Gejala yang satu ini mirip dengan menstruasi. Hanya saja, darah yang keluar dari organ kewanitaan lebih banyak dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh peluruhan dinding rahim yang lebih ekstrem dari siklus bulanan normal.

2. Nyeri panggul

Penyakit miom juga dapat memicu timbulnya rasa sakit pada panggul, disebabkan oleh gumpalan yang semakin mengeras di dalam atau sekitar rahim. Rahim atau uterus sendiri berlokasi di area perut dekat panggul.

Rasa nyeri bisa saja terasa pada dua sisi panggul, dapat berlangsung dalam kurun waktu harian hingga mingguan. Meski bisa menghilang dengan sendirinya, sejumlah obat boleh digunakan untuk meredakan rasa nyeri tersebut, misalnya ibuprofen.

3. Rasa tak nyaman pada panggul

Tidak hanya rasa nyeri, wanita yang sedang menderita penyakit miom akan merasakan ketidaknyamanan pada panggulnya. Ada tekanan yang dihasilkan dari semakin membesarnya gumpalan di dalam rahim.

Rasa tidak nyaman ini digambarkan sebagai rasa yang tidak jelas. Bahkan dalam beberapa kasus, tekanan pada panggul ini akan semakin terasa saat sedang berbaring, membungkuk, dan telungkup.

4. Nyeri punggung bagian bawah

Gejala dari penyakit miom yang satu ini hampir mirip dengan apa yang dirasakan ibu hamil. Rasa nyeri di punggung bagian bawah dipicu oleh otot dan saraf yang tertekan oleh fibroid yang ada pada bagian belakang rahim.

Karena gejala ini mirip dengan apa yang dirasakan ibu hamil, seringkali wanita tak menyadari bahwa ada miom di dalam rahimnya. Meski begitu, kamu bisa mengamati karakteristik rasa sakit pada keduanya.

Rasa nyeri pada ibu hamil biasanya akan berangsur membaik setelah mendapatkan posisi yang nyaman dan rileks, seperti duduk atau berbaring. Tapi pada penyakit miom, nyeri bisa berlangsung lebih lama tanpa memandang posisi tubuh.

5. Menstruasi lebih lama

Menstruasi pada wanita biasanya berlangsung sekitar seminggu. Tapi pada gejala miom, siklus tersebut terjadi lebih lama. Ini disebabkan oleh ketidakstabilan hormon estrogen dan progesteron yang telah terdampak dari pertumbuhan fibroid.

Durasi menstruasi pada wanita yang memiliki miom bisa berlangsung lebih dari 10 hari, atau bahkan lebih lama. Seorang wanita biasanya mengetahui karakteristik siklus bulanannya, sehingga jika ada yang tidak normal dalam segi durasi atau lama waktu, tak perlu ragu untuk hubungi dokter.

Baca juga: Yuk Cek ke Dokter, Kenali 11 Penyebab Haid Tidak Teratur Ini!

6. Sering buang air kecil

Kandung kemih adalah organ terdekat dari uterus, tempat miom berada. Maka dari itu, gejala dari penyakit ini bisa berupa gangguan pada kandung kemih itu sendiri, seperti terlalu sering buang air kecil.

Hal tersebut disebabkan oleh gumpalan miom yang terus menekan kandung kemih, sehingga memaksa wanita untuk mengosongkan organ tersebut, yaitu dengan buang air kecil.

Biasanya, rasa ingin buang air kecil yang disebabkan miom sulit untuk ditahan, sekalipun saat sedang dalam kondisi tidur.

7. Sulit buang air besar

Gejala tidak umum dari miom adalah sulit buang air besar. Berbeda dengan tekanan yang diberikan pada kandung kemih, pressure pada rektum (bagian paling ujung usus) menyebabkan rongga menyempit, menyulitkan feses mencapai anus.

Mengejan adalah cara yang paling sering digunakan banyak penderita miom agar bisa buang air besar. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, wasir atau ambeien adalah hal yang bisa terjadi selanjutnya.

8. Nyeri saat berhubungan seks

Gumpalan miom dapat membuat aktivitas seksual menjadi tak nyaman. Rasa sakit dan nyeri bisa saja muncul pada saat melakukan hubungan seks dengan posisit tertentu.

Penetrasi penis yang mencapai leher rahim adalah salah satu faktornya. Sebab, gumpalan miom ada di uterus atau di sekitar area rahim itu sendiri.

Penanganan penyakit miom

Ilustrasi obat. Sumber foto: shutterstock.

Penanganan dokter biasanya dilakukan untuk wanita yang mengalami gejala dari penyakit miom. Jika tidak ada gejala yang mengarah ke gangguan kesehatan, maka tak perlu ada perawatan medis. Dokter akan memberi obat-obatan untuk meredakan gejala yang ada, seperti:

  • Obat gonadorelin (GnRH), adalah obat pelepas gonadotropin, hormon yang memengaruhi estrogen dan progesteron. Obat ini bisa menghentikan siklus menstruasi, mengobati perdarahan hebat pada vagin, tapi tidak memengaruhi tingkat kesuburan.
  • Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), digunakan untuk mengurangi nyeri. Ibuprofen dan asam mefenamat masuk dalam kategori obat ini.
  • Pil KB, digunakan untuk mengatur siklus ovulasi, proses terjadinya menstruasi.
  • IUD, progestin rilis IUD merupakan perangkat kontrasepsi yang diletakkan di dalam rahim. Yang dapat berguna untuk meredakan perdarahan yang berlebih disebabkan oleh jaringan fibroid.

Prosedur medis

Jika penanganan dengan obat-obatan tidak mampu memberi efek signifikan, maka dokter biasanya melakukan sejumlah prosedur medis untuk mengangkat sel tumor atau daging pada rahim. Beberapa prosedur tersebut meliputi:

  • Histerektomi, yaitu pengangkatan rahim, membuat wanita tak bisa hamil. Prosedur ini dilakukan saat miom sudah terlalu besar. Histerektomi juga dapat membuat wanita lebih cepat memasuki masa menopause.
  • Ablasi endrometrium, yaitu pengangkatan struktur jaringan lapisan rahim yang terdapat miom atau gumpalan daging tumor.
  • Miomektomi, yaitu pengangkatan miom yang ada pada dinding rahim. Wanita yang melakukan prosedur ini masih bisa mengandung dan memiliki anak.
  • Embolisasi arteri rahim, yaitu menutup aliran darah pada arteri yang terhubung ke miom. Dengan begitu, daging tumor tidak akan mendapatkan aliran darah dan tidak akan tumbuh lagi.

Baca juga: 7 Penyebab Vagina Gatal dan Cara Mengatasinya

Komplikasi penyakit miom

Miom adalah penyakit yang menyerang uterus, salah satu bagian terpenting wanita. Kehamilan dan proses menstruasi terjadi di sini. Beberapa komplikasi dari miom berhubungan dengan organ tersebut, di antaranya:

  • Menoragia, yaitu menstruasi ekstrem yang ditandai dengan perdarahan tidak biasa pada vagina. Kondisi ini bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan lain, seperti anemia, mudah lelah, dan depresi.
  • Masalah kehamilan, diakibatkan oleh adanya gumpalan atau pertumbuhan daging pada rahim. Ini bisa memicu sejumlah masalah serius, seperti keguguran dan persalinan prematur.
  • Kemandulan. Sel telur yang telah dibuahi tidak bisa menempel pada lapisan rahim, sehingga proses selanjutnya tak dapat berlangsung. Selain itu, bentuk rahim juga telah berubah diakibatkan oleh miom itu sendiri. Kemandulan ini dapat bersifat sementara.
  • Leiomiosarkoma, yaitu kanker langka yang disebabkan oleh pertumbuhan otot atau daging tidak normal.

Bisakah penyakit miom dicegah?

Periksa tekanan darah sebagai pencegahan miom. Sumber foto: www.wikimedia.org

Tidak ada cara pasti yang bisa menjamin wanita untuk terbebas dari miom. Hanya saja, kamu bisa memerhatikan faktor pemicu dari penyakit ini.

Salah satu penyebab munculnya miom adalah ketidakseimbangan estrogen dan progesteron. Oleh karena itu, pencegahannya bisa berupa perhatian terhadap hormon tersebut, seperti:

1. Kontrol berat badan

Obesitas adalah pintu masuk dari banyak penyakit, termasuk miom. Sel-sel yang ada pada lemak dari makanan bisa menghasilkan lebih banyak hormon estrogen.

Hal tersebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon lain seperti progesteron. Ketidakseimbangan inilah yang bisa memicu munculnya tumor pada rahim.

Ketahui indeks berat badan idealmu. Jika sudah memasuki kategori gemuk, segera lakukan diet sehat untuk memperlambat pertumbuhan gumpalan pada uterus.

Baca juga: Cara Menghitung Berat Badan Ideal yang Harus Kamu Ketahui

2. Hindari paparan bahan kimia

Bahan kimiawi di sini adalah kandungan tambahan yang biasanya disertakan pada makanan, obat-obatan, terapi hormon, atau bahkan perabotan. Zat kimia berbahaya bisa larut ke dalam tubuh meski melalui pori-pori kulit.

Bahan-bahan kimia yang bisa mengganggu kestabilan estrogen umum ditemukan di pestisida, pupuk, pewarna makanan buatan, cat, lapisan antilengket pada peralatan memasak, dan bisfenol A pada produk plastik.

3. Jaga tekanan darah

Mengutip Healthline, sebagian wanita yang memiliki miom di rahimnya mempunyai tekanan darah yang tidak stabil atau terlalu tinggi. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga tekanan darah pada angka normal.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga tekanan darah adalah:

  • Olahraga secara teratur.
  • Hindari asupan garam berlebih.
  • Berhenti merokok dan menghirup asap rokok (perokok pasif).
  • Perbanyak asupan kalium dari sayuran segar.
  • Batasi konsumsi makanan olahan.

Baca juga: Waspada Hipertensi Si “Silent Killer”, Simak Hal-Hal Perlu Kamu Tahu

4. Hindari alkohol

Meminum segala jenis alkohol bisa meningkatkan risiko munculnya tumor pada rahim. Ini karena alkohol bersifat pemicu peradangan dan mampu meningkatkan hormon yang diperlukan untuk pertumbuhan tumor.

Sebuah studi yang dilakukan pada 2016 menjelaskan, wanita yang hobi minum satu gelas alkohol setiap hari memiliki risiko lebih dari 50 persen untuk terkena penyakit miom.

5. Perbanyak asupan vitamin D

Vitamin D dapat membantu menurunkan risiko tumor rahim hingga 32 persen. Vitamin ini bisa didapatkan secara alami dari sinar matahari pagi. Kamu juga bisa mencukupi asupannya dari sejumlah makanan dan minuman, seperti:

  • Kuning telur
  • Sereal
  • Susu
  • Keju
  • Jus jeruk
  • Ikan laut seperti tuna, salmon, dan makarel

Nah, itulah ulasan lengkap tentang penyakit miom, berbagai gejala, hingga langkah pencegahannya. Yuk, terapkkan pola hidup sehat untuk hindari ketidakseimbangan hormon yang bisa memicu munculnya miom!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Mayo Clinics, diakses 9 Juni 2020, Uterine fibroids.
  2. Healthline, diakses 9 Juni 2020, Shrinking Fibroids with Diet: Is It Possible?
  3. Medical News Today, diakses 9 Juni 2020, Fibroids: Everything you need to know
  4. USCF Health, diakses 9 Juni 2020, Fibroids Signs and Symptoms.
  5. PatientsEngage.com, diakses 9 Juni 2020, Types of fibroids and complications.

    register-docotr