Kamus Penyakit

Hernia

October 5, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Apakah kamu pernah mendengar istilah turun berok? Dalam dunia medis turun berok dikenal dengan penyakit hernia.

Dalam artikel ini mari kita bahas seluk beluk penyakit hernia dalam dunia medis. Mulai dari gejala, penyabab, pengobatan, hingga pencegahannya.

Baca Juga: Hati-hati, Sederet Penyakit Ini Dibawa oleh Kecoa dan Ditularkan ke Manusia!

Apa itu penyakit hernia

Penyakit hernia adalah kondisi yang terjadi ketika organ dalam tubuh mencuat keluar melalui area jaringan yang lemah. Organ keluar ke lokasi yang tak seharusnya.

Kondisi ini kemudian menimbulkan tonjolan. Misalnya, usus dapat menembus area yang lemah di dinding perut, menimbulkan tonjolan di perut.

Jenis-jenis hernia

Hernia bisa terjadi di perut, pusar atau di pangkal paha. (Foto: Shutterstock)

1. Hernia inguinalis

Penyakit hernia inguinalis adalah jenis yang paling umum dan lebih sering dialami oleh pria.

Hernia inguinalis terjadi ketika usus keluar melalui celah di dinding bagian bawah atau seringkali melalui saluran inguinal yang berada di dekat pangkal paha. 

Tanda atau gejala hernia inguinalis adalah munculnya benjolan di dekat pangkal paha yang dapat terlihat. 

Meski menimbulkan benjolan, banyak orang merasa tidak perlu melakukan pengobatan untuk gangguan kesehatan ini. Karena pada awalnya gangguan kesehatan ini tidak menimbulkan gejala apapun. 

2. Hernia scrotalis

Penyakit hernia scrotalis ini sebenarnya masih masuk dalam kategori jenis hernia inguinalis. Hernia scrotalis hanya terjadi pada pria dan bisa berisiko menimbulkan kemandulan.

Sebab benjolan hernia scrotalis muncul di area skrotum atau testis. Selain menimbulkan benjolan hernia scrotalis juga menimbulkan gejala yang dapat mengganggu aktivitas penderitanya.

Seperti sakit saat batuk, membungkuk, atau saat membawa beban yang cukup berat. Karena muncul di area testis, penderitanya juga akan merasa membawa beban cukup perat pada pangkal paha.

Baca Juga : Wajib Tahu! Ini Gejala Hernia pada Pria Dewasa yang Wajib Kamu Waspadai

3. Hernia hiatal

Hernia hiatal atau hiatus adalah jenis penyakit hernia yang terjadi ketika bagian perut menonjol melalui diafragma.

Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun. Jika kondisi ini dialami oleh anak-anak, umumnya disebabkan oleh cacat bawaan sejak lahir. 

4. Hernia pada bayi

Penyakit hernia pada bayi disebut dengan hernia umbukalis. Hernia umbikalis biasanya terjadi karena usus yang membesar dan melewati dinding perut yang berada di dekat pusar. 

Jika mengalami hernia umbikalis, bayi atau anak-anak akan memiliki tonjolan di sekitar pusar mereka. Kondisi ini satu-satunya yang mungkin hilang dengan sendirinya karena otot dinding yang semakin kuat. 

Tapi jika kondisi tak juga menghilang hingga usia 5 tahun, biasanya akan dilakukan operasi hernia untuk memperbaiki herbia umbikalis tersebut..

Namun, kondisi ini juga mungkin dialami orang dewasa. Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya hernia jenis ini pada orang dewasa yaitu obesitas atau kehamilan. 

Baca Juga : Serba-serbi Hernia Inguinalis pada Bayi yang Wajib Dipahami Orang Tua

5. Hernia femoral

Hernia jenis ini tidak sebanyak inguinal. Biasanya lebih banyak dialami oleh wanita dengan usia lanjut. 

Ditandai dengan bagian dari usus atau jaringan lemak yang mencuat di bagian atas paha. Menimbulkan tonjolan ke arah pangkal paha. 

Meski tidak mengancam jiwa, namun penyakit ini perlu diobati karena tidak bisa sembuh dengan sendirinya. 

6. Hernia abdominal

Hernia jenis ini terjadi di lokasi bekas sayatan bedah di bagian perut kamu yang disebut hernia insisional. Dibutuhkan tindakan operasi untuk memperbaiki kondisi ini.

Apa penyebab penyakit hernia? 

Penyakit hernia bisa disebabkan oleh kondisi otot. Ada yang karena lemahnya otot, ada juga karena tegangnya otot. 

Beberapa kondisi otot yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan ini antara lain:

  • Kondisi bawaan lahir
  • Pertambahan usia
  • Kerusakan otot akibat cedera atau operasi
  • Batuk kronis atau gangguan paru obstruktif kronis
  • Olahraga berat atau mengangkat beban berat
  • Kehamilan
  • Sembelit
  • Kelebihan berat badan
  • Nutrisi buruk
  • Fibrosis kistik
  • Atau adanya cairan di perut (asites).

Siapa saja yang lebih berisiko terkena penyakit hernia?

Selain kondisi otot, ada hal-hal tertentu yang dapat meningkatkan risiko penyakit hernia.

Faktor risiko ini bisa dibedakan berdasarakan jenis penyakit hernia yang dialami.

Faktor risiko hernia inguinal:

  • Usia lanjut
  • Orang dengan keluarga yang memiliki riwayat inguinal hernia
  • Orang yang sebelumnya pernah mengalami inginal hernia
  • Berjenis kelamin pria
  • Merokok
  • Orang yang menalami sembelit kronis
  • Kehamilan
  • Lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah.

Faktor risiko hernia umbilikalis

  • Umumnya rentan terjadi pada bayi prematur dan bayi yang lahir dengan berat badan rendah
  • Orang dewasa yang kelebihan berat badan
  • Wanita dewasa yang sudah beberapa kali melahirkan
  • Berjenis kelamin wanita.

Faktor risiko hernia niatal

  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Mengalami obesitas.

Faktor risiko hernia insisi

Pada hernia insisional yang menjadi faktor risiko adalah luka bekas operasi yang belum lama, sekitar 3 hingga 6 bulan setelah operasi. 

Jika dalam waktu tersebut seseorang bertambah berat badan dan hamil dapat memberi tekanan pada jaringan saat sembuh. Dengan begitu akan semakin meningkatkan risiko hernia. 

Apa gejala dan ciri-ciri penyakit hernia?

Dalam banyak kasus, penyakit hernia tidak menimbulkan gejala dan ciri-ciri khusus, hanya menimbulkan benjolan. Tidak ada rasa sakit dan tidak menimbulkan masalah yang memerlukan tindakan medis sesegera mungkin. 

Namun lama-kelamaan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Hingga timbul rasa sakit. Biasanya rasa sakit akan semakin parah ketika mengejan atau mengangkat benda berat. 

Saat itu biasanya tonjolan juga terliat semakin membesar. Di tahap itu seseorang biasanya baru menemui dokter. 

Tapi, ada juga kasus yang membutuhkan penanganan sesegera mungkin. Misalnya terjadi komplikasi saat bagian usus yang menonjol tercekik, sehingga menghambat fungsinya. 

Selain itu, ada beberapa gejala dan ciri-ciri penyakit hernia lain yang perlu mendapat tindakan medis segera, seperti:

  • Nyeri parah
  • Mual
  • Muntah
  • Terjadi pembengkakan.

Di luar itu ada beberapa kasus yang juga menujukkan gejala dan ciri-ciri penyakit hernia seperti mulas, seperti pada hernia hiatal. Dokter perlu memberikan resep obat untuk mengurangi gejala mulas pada hernia jenis ini. 

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit hernia?

Selain hernia umbilical pada bayi, penyakit hernia tidak akan hilang dengan sendirinya. Meski awalnya tidak mengganggu, gangguan kesehatan ini bisa tumbuh membesar dan menyakitkan. 

Jika kondisi tersebut didiamkan, bisa menyebabkan komplikasi. Komplikasi bisa terjadi pada jenis inguinalis atau fermoralis, meliputi:

1. Obstruksi

Yaitu bagian usus tersangkut di saluran inguinalis, yang dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut dan benjolan yang menyebabkan nyeri di selangkangan. 

2. Usus tercekik

Bagian usus tercekik atau terperangkap. Kondisi ini membuat fungsi usus terganggu karena terhentinya suplai darah. 

Dalam kondisi tersebut diperlukan operasi darurat. Operasi dilakukan untuk mencegah matinya jaringan.

Beberapa gejala yang menunjukkan terjadinya komplikasi atau kondisi yang membutuhkan penanganan darurat antara lain:

  • Benjolan berubah warna menjadi merah atau ungu
  • Rasa sakit yang tiba-tiba menjadi parah
  • Mual atau muntah
  • Demam
  • Tidak bisa mengeluarkan gas atau buang air besar.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati penyakit hernia?

Cara mengatasi dan mengobati penyakit hernia umumnya adalah dengan jalur operasi.

Namun ada beberapa juga jenis hernia yang bisa dobati dengan cara alami di rumah.

Perawatan hernia di dokter

Setalah memastikan pasien mengalami hernia, dokter akan memantau parah atau tidaknya kondisi pasien. 

Jika kondisi benjolan semakin membesar dan menyebabkan sakit, dokter mungkin saja melakukan tindakan pembedahan. 

1. Operasi hernia metode terbuka

Pembedahan atau operasi bisa dilakukan dengan cara operasi terbuka atau laparoskopi. 

Pada operasi terbuka, dokter akan membuat sayatan di dekat lokasi benjolan. Kemudian mendorong jaringan yang menonjol kembali ke dalam perut. 

Setelahnya dokter akan menjahit bekas area hernia tersebut hingga tertutup. Terakhir, dokter akan menutup sayatan di bagian luar. 

2. Operasi hernia metode laparaskopi

Sementara pada bedah laparoskopi dokter akan membuat beberapa sayatan kecil dan memasukan alat dengan kamera kecil. 

Dokter akan memperbaiki benjolan dengan alat tersebut. Dengan bedah laparoskopi akan mengurangi kerusakan jaringan di sekitar area hernia.

Namun tak semua kondisi cocok untuk diperbaiki dengan beda laparoskopi. Dokter yang akan memutuskan operasi apa yang cocok untuk pasiennya. 

Setelah menjalani operasi, baik itu operasi terbuka atau laparoskopi, dibutuhkan waktu pemulihan sebelum kembali menjalani rutinitas. 

3. Pemulihan pasca-operasi hernia

Dibutuhkan waktu beberapa minggu agar luka operasi sembuh. Selama waktu penyembuhan, pasien harus menghindari aktivitas berat. 

Pasien yang menjalani operasi terbuka biasanya membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama dari pasien yang menjalani operasi laparoskopi.

Pasien baru bisa kembali menjalani rutinitas setelah mendapatkan izin dari dokter.

Cara mengatasi hernia secara alami di rumah 

Penyakit hernia tidak sembuh dengan sendirinya. Hanya operasi yang bisa memperbaiki hernia. Jika seseorang didiagnosis menderita hernia, pengobatan alami hanya bisa digunakan untuk meredakan gejala, bukan menyembuhkannya.

Berikut beberapa cara mengatasi penyakit hernia secara alami yang dapat membantu meredakan gejala hernia:

  • Turunkan berat badan: Orang gemuk berisiko lebih tinggi menderita hernia. Obesitas merupakan salah satu faktor yang dapat memperlambat proses penyembuhan. Oleh karena itu bila didiagnosis menderita hernia, mulailah makan dalam porsi kecil dan gejalanya bisa hilang secara alami.
  • Hindari makanan tertentu: Makanan pedas, makanan asam, dan makanan yang sulit dicerna harus dihindari dengan ketat. Alasan utamanya karena makanan ini bisa semakin mengobarkan lapisan lambung, sehingga semakin sulit untuk disembuhkan.
  • Turunkan level stres: Faktor utama lain yang berkontribusi pada pembentukan hernia adalah stres. Beberapa aktivitas pereda stres termasuk yoga, meditasi, pijat, dan penggunaan minyak esensial dan aromaterapi.
  • Jangan olahraga berat: Salah satu penyebab utama hernia adalah olahraga berat atau aktivitas berlebihan. Orang yang pernah menderita hernia sebelumnya harus menahan diri dari angkat beban. 

Apa saja obat penyakit hernia yang biasa digunakan?

Berbagai obat-obatan untuk mengatasi hernia bisa kamu terapkan setelah sebelumnya tentu berkonsultasi dengan dokter. Apakah itu obat apotik maupun pengobatan alami, berikut daftarnya.

Obat hernia di apotik

Jika kamu mengalami hernia hiatal, obat-obatan yang dijual bebas di apotek dan diresepkan untuk mengurangi asam lambung dapat meredakan ketidaknyamanan dan memperbaiki gejala. Ini termasuk antasida, penghambat reseptor H-2 , dan penghambat pompa proton.

Tapi kembali lagi, cara terbaik mengatasi dan menghilangkan hernia adalah dengan metode operasi. Penggunaan obat hanya digunakan untuk meredakan gejala.

Obat hernia alami

Ada sejumlah tanaman obat atau bahan alami lainnya yang bisa kamu gunakan untuk mengobati hernia. Berikut daftarnya.

  • Minyak biji jarak: Minyak jarak membantu menghambat peradangan di dalam perut dan melancarkan pencernaan. Oleskan minyak biji jarak di perut untuk meredakan rasa sakit serta bengkak di dekat area yang terkena.
  • Lidah buaya: Ini bermanfaat untuk meredakan beberapa gejala hernia karena kemampuannya sebagai antiradang dan menenangkan. Apalagi untuk menurunkan risiko terkena hernia, kamu bisa mengonsumsi jus ini sebelum makan.
  • Es batu: Kompres es memicu kontraksi saat dioleskan ke area yang terkena dan mengurangi peradangan di dalam tubuh. Selain itu, obat ini sering kali meredakan nyeri dan kembung.
  • Akar jahe: Konsumsi jus jahe pekat atau jahe mentah dapat menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan di perut. Ini mencegah lambung memproduksi cairan lambung yang terjadi dalam kasus hernia hiatal.
  • Lada hitam: Ini merangsang penyembuhan di bagian tubuh yang telah terganggu ketika organ mulai mendorong melalui dinding rongga. Ini juga dapat menekan refluks asam yang dapat membantu menyembuhkan daerah bengkak pada hernia. 

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita penyakit hernia?

Ada makanan tertentu yang dapat memperbaiki dan memperburuk gejala hernia. Berikut beberapa makanan dan pantangan untuk penderita penyakit hernia.

Makanan yang baik untuk penderita hernia:

  • Apel
  • Pisang
  • Wortel
  • Kayu manis
  • Biji-bijian
  • Sayuran hijau
  • Teh hijau.

Pantangan penderita penyakit hernia:

  • Makanan olahan tepung atau pati
  • Makanan berlemak
  • Makanan asam
  • Makanan pedas
  • Makanan dengan pemanis tambahan

Bagaimana cara mencegah penyakit hernia?

Ada yang mengalami gangguan kesehatan ini karena faktor turunan genetika. Jika begitu tidak bisa dicegah. Ada juga yang terjadi karena cacat bawaan lahir. 

Beberapa kondisi juga membuat seseorang lebih rentan terkena hernia, misalkan terlahir dengan otot yang lemah. 

Namun, ada beberapa yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya hernia, misalnya penyesuaian gaya hidup. 

Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko antara lain:

  • Tidak merokok
  • Temui dokter saat mengalami batuk berkepanjangan
  • Menjaga berat badan
  • Usahakan tidak mengejan saat buang air besar atau buang air kecil
  • Makan cukup makanan berserat tinggi untuk mencegah sembelit
  • Olahraga atau aktivitas fisik untuk memperkuat otot perut
  • Hindari mengangkat beban terlalu berat. Jika harus mengangkat beban berat, tekuk lutut bukan pinggang atau punggung kamu.

Cara mendiagnosis penyakit hernia?

Tahap awal mendiagnosis gangguan kesehatan ini adalah pemeriksaan fisik. Dokter akan melakukan pemeriksaan pada benjolan yang muncul, baik itu di bagian perut atau di pangkal paha. 

Dokter akan melihat kondisi benjolan, apakah akan membesar saat pasien berdiri, batuk atau merasa tegang. Dari situ dokter akan melihat ukuran benjolan dan mengevaluasi seberapa parah kondisinya.

Tahap berikutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan riwayat medis pasien. Dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan seperti:

  • Kapan pertama kali menyadari adanya benjolan tersebut?
  • Apakah ada gejala lain selain munculnya benjolan?
  • Apakah pekerjaanmu melibatkan angkat beban berat?
  • Apakah kamu berlatih fisik dengan keras?
  • Apakah kamu merokok?
  • Apakah memiliki keluarga dengan riwayat hernia?
  • Apakah pernah melakukan operasi di bagian perut atau pangkal paha?

Setelah menanyakan tentang riwayat medis, dokter biasanya akan melakukan diagnosis dengan tes CT scan, MRI scan atau USG perut untuk melihat struktur di dalam tubuh. 

Jika dokter mencurigai adanya hiatal hernia, dokter akan kembali melakukan tes lebih dalam lagi. Hal ini dilakukan untuk melihat kondisi internal, termasuk kondisi lambung pasien sebelum menentukan tindakan berikutnya. 

Selain operasi hernia, apakah ada cara lain untuk mengobatinya?

Operasi memang satu-satunya cara efektif untuk mengatasi kondisi ini. Namun, keputusan operasi juga perlu pemantauan terlebih dahulu. 

Dokter akan melihat perkembangan kondisi hernia, dilihat dari ukuran benjolan dan tingkat keparahannya. 

Sementara itu, dalam kasus hernia hiatal dokter akan memberikan resep untuk mengurangi asam lambung. Resep yang diberikan akan mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan pasien.

Baca Juga : Mengenal Operasi Hernia, dan Berapa Kisaran Biayanya?

Apakah ibu hamil penderita hernia perlu operasi?

Jika menyadari terjadi hernia di masa kehamilan, segera konsultasikan pada dokter. Dokter akan mengevaluasi dan menentukan risikonya bagi kesehatan. 

Namun seringkali penanganan atau perbaikan hernia dilakukan setelah melahirkan, jika memang memungkinkan untuk menunggu. 

Tapi jika benjolan terus membesar dan menganggu kenyamanan ibu hamil, tidak menutup kemungkinan dokter melakukan operasi. Biasanya operasi dilakukan saat trimester kedua. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com diakses 11 Mei 2020 Everything You Want to Know About a Hernia
  2. Medicalnewstoday.com diakses 11 Mei 2020 Types and Treatments for Hernia 
  3. Cleveland Clinic diakses 11 Mei 2020 Hernia
  4. Familydoctor.org diakses 11 Mei 2020 Hernia
  5. Pristyn Care. Diakses pada 4 Oktober 2020. 10 Natural Remedies to Treat Hernia Without Surgery
  6. Healthline. Diakses pada 4 Oktober 2020. Everything You Want to Know About a Hernia
  7. Live Strong. Diakses pada 4 Oktober 2020. Foods to Avoid With Hernia
  8. Myupchar. Diakses pada 4 Oktober 2020. Hernia Diet
    Berita Terkait
    register-docotr