Kamus Penyakit

Sering Keringat Dingin? Waspada Penyakit Tiroid

April 21, 2020 | Ahmad Ridwan | dr. Rina Purnawati
no-image

Pernahkah kamu melihat seseorang yang sering berkeringat meski berada di tempat dingin? Di saat orang sekitarnya tidak mengeluh panas, tapi orang tersebut terlihat sangat mudah berkeringat walau tidak beraktivitas banyak.

Jika kamu memiliki keluhan tersebut dan disertai keluhan lain seperti peningkatan nafsu makan namun berat badan mengalami penurunan maka kamu harus waspada. Mungkin kamu menginap penyakit hipertiroid yaitu penyakit yang diakibatkan tingginya kadar hormon tiroksin dalam tubuh. 

Apa itu horman tiroksin?

Hormon tiroksin dihasilkan oleh kelenjar tiroid atau gondok dan berperan dalam metabolisme tubuh. Maka dari itu, jika terjadi gangguan pada hormon ini, dapat mengganggu metabolisme tubuh si penderita.

Dampak yang muncul bagi penderita hiperteroid

Jika kamu sering berkeringat meski di tempat dingin, tidak tahan terhadap panas, menjadi mudah lelah, insomnia, rambut rontok, mata tampak menonjol, pembesaran di bagian leher, dan gangguan reproduksi atau penurunan libido.

Hipertiroidisme sendiri kebanyakan disebabkan oleh Graves’s disease yaitu suatu keadaan di mana sistem autoimun penderita menyerang tubuh si penderita sendiri dan merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroksin lebih banyak dari normal.

Belum diketahui secara jelas apa yang menyebabkan kelainan autoimun terjadi, tetapi faktor genetik dan lingkungan atau kebiasaan hidup seseorang diperkirakan dapat berperan.

Dibandingkan pria, wanita lebih rentan terserang penyakit ini

Menurut Stephanie L. Lee, MD. PhD dalam jurnal Hyperthyroidism and Thyrotoxicosis menyebutkan, kelainan tiroid autoimun lebih banyak diderita oleh wanita daripada pria. Untuk Graves’s disease memiliki ratio 1:5-10 untuk pria dan wanita. Insidensi tertinggi ditemukan pada orang-orang berusia 20-40 tahun. 

Untuk dapat mendiagnosis suatu hipertiroidisme perlu dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan hormon tiroid (T3/T4/fT4/TSH) atau dapat pula dan bila dibutuhkan dapat dilakukan pemeriksaan USG tiroid, EKG, dll.

Cara pengobatan tiroid

Terdapat beberapa cara untuk mengobati hipertiroidisme. Seperti pengobatan dengan obat antitiroid (contoh propyhlthiouracil dan metimazole), radioterapi Iodine-131, dan operasi tiroid.

Tapi sebelum memilih salah satu pengobatan tersebut, dokter akan mempertimbangkan usia penderita, kondisi umum kesehatan, tingkat keparahan dan penyebab spesifik dari keadaan hipertiroidisme penderita.

Maka dari itu apabila kamu memiliki gejala-gejala seperti di atas, segera konsultasi dengan dokter agar dapat segera mengetahui apa penyebabnya.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Stephanie L. “Hyperthyroidism and Thyrotoxicosis.” Endocrinology, Medscape, 15 Mar. 2018, https://emedicine.medscape.com/article/121865-overview.

    Berita Terkait
    register-docotr