Kamus Penyakit

Kanker Nasofaring, Gejala hingga Penyebabnya

May 11, 2020 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang tidak pandang usia. Penyakit ini bisa datang pada siapa saja, baik muda maupun tua. Salah satu kanker mematikan yang seringkali muncul tanpa gejala spesifik adalah kanker nasofaring.

Kanker nasofaring ini memang sering terlambat disadari oleh para penderitanya. Sebab gejala yang ditimbulkan hampir mirip dengan sakit tenggorokan biasa. Nah, berikut penjelasan selengkapnya tentang kanker nasofaring.

Baca juga : Hidung Gatal Jangan Diremehkan, Bisa Jadi Kamu Kena Rhinitis Alergi

Apa itu kanker nasofaring?

Kanker nasofaring adalah jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut.

Perlu kamu ketahui bahwa kanker nasofaring adalah jenis kanker yang tak umum. Dilansir dari who.int, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa kanker nasofaring hanya mengambil bagian 0,7 persen dari keseluruhan kasus kanker yang ada.

Menurut catatan tersebut dilaporkan hanya ada 80 ribu kasus baru dalam setiap tahunnya. Hingga saat ini masih belum diketahui pasti apa yang menyebabkan sel kanker ini berkembang.

Kasus kanker nasofaring ini terjadi di China dan Asia Tenggara dengan jumlah 20 sampai 30 kasus per populasi 100 ribu pria dan 3 sampai 15 kasus per populasi 100 ribu wanita. Sedangkan negara di Amerika dan Eropa, kasus ini hanya terjadi 1 kasus dari populasi seluruh 100 ribu jiwa.

Tetapi para ahli medis meyakini bahwa kanker jenis nasofaring ini disebabkan karena terjadinya mutasi genetik yang menyebabkan sel-sel normal tumbuh di luar kendali.

Menurut penjelasan dari situs web cancer.org, sel-sel yang tumbuh di luar kendali itu akan langsung menyerang struktur di sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Kemudian pada kasus penyakit kanker nasofaring, proses ini akan dimulai dengan sel skuamosa yang melapisi permukaan nasofaring. Tetapi sayangnya proses tersebut tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan mutasi gen pada kasus kanker.

Gejala kanker nasofaring

Seperti dikatakan sebelumnya bahwa kanker ini muncul tanpa adanya gejala spesifik. Maka dari itu penyakit ini seringkali mendapatkan penanganan yang terlambat. Jika kamu menderita penyakit ini, gejala awalnya akan sangat sulit dibedakan dengan penyakit flu biasa.

ciri-ciri kanker kelenjar getah bening
Gejala kanker sanofaring. Sumber gambar : https://shutterstock.com

Namun, ada bebarap gejala yang berbeda yakni:

1. Gejala hidung

Kamu akan mengalami pendarahan pada hidung. Ketika baru pertama kali kejadian ini mungkin akan dianggap dengan mimisan.

Tetapi tidak hanya sekali, kamu akan merasakan mimisan yang terjadi secara berulang. Selain itu kamu juga akan merasakan hidung yang tersumbat secara terus menerus.

2. Gejala telinga

Tak hanya akan menimbulkan penyakit pada bagian hidung, ketika kanker nasofaring ini mulai muncul kamu juga akan mendengar suara dengungan yang kencang di dalam telinga. Namun kamu perlu berhati-hati karena dengungan ini akan muncul tanpa menimbulkan rasa sakit lho.

Dikarenakan kejadiannya berulang kali, hal tersebut dengan cepat membuat kemampuan pendengaran kamu berkurang.

3. Gejala mata

Sebagai penyakit mematikan yang bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh. Mata juga menjadi bagian penting yang akan diserang oleh penyakit ini. Pertumbuhan tumor menyebabkan saraf yang berada di sekitar otak terganggu.

Salah satu gejala yang paling terasa adalah kamu akan merasakan pandangan ganda.

4. Gejala leher

Gejala yang terjadi pada leher ketika kamu menderita kanker nasofaring yaitu munculnya sebuah benjolan. Benjolan ini timbul disebabkan karena adanya kelenjar getah bening yang membengkak.

Kamu perlu berhati-hati, karena saat muncul benjolan pada leher biasanya sudah mencapai stadium akhir.

Selain gejala-gejala di atas, kanker ini juga akan menyebabkan sakit teggorokan yang hilang timbul secara berulang setelah pengobatan, sesak nafas, sakit kepala, kesulitan membuka mulut hingga merasakan mati rasa pada bagian wajah tertentu.

Penyebab kanker nasofaring

Gen sel kanker dapat muncul diakibatkan karena pola makan yang tidak baik. Tak hanya itu saja, kamu yang sering mengonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet juga perlu berhati-hati.

Penyebab kanker yang paling khas disebabkan oleh gen kanker yang timbulnya karena infeksi dari Epstein Barr Virus atau EBV. Virus ini biasanya bersembunyi di dalam sel dan jaringan tubuh, salah satunya pada rongga nasofaring.

kanker nasofaring
Penyebab kanker. Sumber gambar : shutterstock.com

Kemudian virus EBV tadi akan mulai bereaksi dengan senyawa-senyawa lain seperti zat karsinogen yang bernama nitrosamine. Proses tersebut yang menyebabkan seseorang terserang penyakit kanker nasofaring.

Tak hanya itu saja, faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker jenis ini karena beberapa hal berikut:

1. Terkena paparan debu kayu

Paparan debu kayu juga sangat mempengaruhi timbulnya penyakit ini. Bagi kamu yang bekerja dan seringkali terkena paparan debu kayu sebaiknya lebih berhati-hati.

2. Keluarga yang memiliki riyawat kanker

Jika keluarga kamu memiliki riwayat kanker nasofaring, tak ada salahnya melakukan pemeriksaan ke dokter dengan segera apabila menunjukkan beberapa gejala seperti dia atas.

3. Rokok dan Alkohol

Hindarilah mengonsumsi rokok dan minuman beralkohol. Hal tersebut dapat menimbulkan terjadinya kanker nasofaring pada tubuh.

Cara mengobati kanker nasofaring

Pada saat seseorang dinyatakan mengalami kanker nasofaring, biasanya dokter akan langsung menyarankan untuk memulai pengobatan. Pengobatan yang dilakukan disesuaikan dengan lokasi, stadium kanker, dan setelah proses pengecekan kesehatan secara keseluruhan.

Langkah awal yang akan dilakukan yaitu melakukan terapi dengan radiasi. Terapi dengan jenis ini menggunakan sinar radiasi untuk membunuh sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya.

Perlu kamu ketahui bahwa prosedur perawatan terapi ini mampu memberikan beberapa efek samping seperti mulut kering, inflamasi (radang) pada mulut dan tenggorokan. Tak hanya itu saja, penglihatan juga akan kabur dan kerusakan pada gigi.

Kemudian proses kemoterapi yang dilakukan sebagai cara mengobati kanker tersebut, akan menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Proses kemoterapi ini sendiri akan menjadi efektif saat digabungkan dengan metode radioterapi dan obat-obatan.

Langkah terakhir adalah prosedur operasi. Namun prosedur ini sangat jarang dilakukan oleh para dokter. Hal tersebut dikarenakan letak tumor nasofaring berdekatan dengan sel saraf dan sel pembuluh darah.

Diagnosis kanker nasofaring

Kanker ini memang seringkali timbul tanpa menunjukkan gejala spesifik. Hingga banyak orang yang tidak mengetahui dengan pasti. Hal tersebut juga yang menyebabkan seseorang terlambat untuk mendapatkan pengobatan dari dokter.

pemeriksaan dokter
Pemeriksaan dokter. Sumber gambar : https://pixabay.com

Cara yang bisa dilakukan untuk mendiagnosa adanya kanker jenis ini pada seseorang dengan melakukan beberapa pemeriksaan berikut ini

1. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik sangat penting untuk mendeteksi adanya benjolan di daerah leher dan atau bagian tubuh yang lain. Dokter juga harus mengetahui terlebih dahulu seperti apa kondisi tubuh kamu secara keseluruhan. Agar bisa melakukan tindak lanjut yang tepat.

2. Nasoendoskopi

Prosedur nasoendoskopi adalah prosedur di mana kamu akan dimasukkan sebuah selang ukuran mikro melalui hidung menuju ke tenggorokan. Tujuan selang ini dimasukkan untuk mengamati kondisi nasofaring tersebut.

3. Sampel sel

Prosedur mengambil sampel sel atau jaringan untuk kemudian dilakukan uji lab untuk mendeteksi adanya sel ganas (kanker).

4. CT scan atau MRI

Prosedur ini juga biasanya sangat direkomendasikan oleh dokter sebagai langkah untuk mendiagnosis kanker nasofaring pada seseorang. Tujuan prosedur ini dilakukan untuk mengecek apakah kanker tersebut menyebar ke organ lain atau tidak.

Cara mencegah kanker nasofaring

Hingga saat ini memang belum ada metode pasti cara mencegah kanker nasofaring. Namun ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker jenis ini.

1. Hindari konsumsi makanan dengan pengawet

Hal paling pertama dan cukup mudah sebenarnya adalah dengan menghindari konsumsi makanan yang diawetkan. Bagian paling pentingnya adalah makanan yang diawetkan dengan garam ya.

Tak hanya itu saja, kamu juga harus menghindari berbagai macam makanan yang diawetkan dengan zat pengawet.

2. Asap rokok

Hindari tempat-tempat yang banyak menimbulkan asap rokok. Asap rokok memiliki kaitannya erat dengan hidung atau saluran pernafasan. Hal ini tentu menjadi salah satu faktor pemicu kanker.

Merokok. Sumber foto : https://www.discovermagazine.com/

3. Alkohol

Jangan konsumsi minuman beralkohol. Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap risiko seseorang tekena kanker.

4. Lingkungan hidup yang sehat

Kamu harus mulai menciptakan lingkungan hidup yang sehat demi risiko kanker tersebut berkurang.

5. Hindari polusi udara

Keadaan saat ini memang sudah terkontaminasi dengan berbagai polusi salah satunya polusi udara. Namun kamu yang tak ingin menderita kanker jenis ini harus menghindarinya seperti gas kimia, dan asap industri.

Alternatif lainnya kamu bisa menggunakan masker saat berada di tempat yang penuh dengan asap-asap baik dari kendaraan maupun gas kimia.

7. Gaya hidup yang sehat

Tak hanya menjaga kondisi kesehatan tubuh tetapi baik secara mental kamu juga harus lebih hati-hati. Mulailah terapkan gaya hidup sehat seperti berpikir positif, cukup istirahat, dan olahraga teratur.

8. Olahraga secara rutin

Banyak sekali jenis olahraga yang bisa kamu lakukan sendiri maupun bersama orang lain. Salah satu cara terbaik untuk mencegah kanker adalah dengan berjalan kaki.

Kamu yang memiliki stress bisa coba dengan berjalan kaki. Pikiran-pikiran yang membuat kamu stress tersebut akan tersingkir dari jantung dan pikiran.

Tak hanya mencegah kanker, berjalan juga dapat mencegah berbagai penyakit seperti gangguan jantung, obesitas dan diabetes. Melakukan olahraga berjalan kaki minimal 30 menit per hari sangat disarankan.

Alternatif olahraga lainnya adalah berenang. Olahraga ini memiliki banyak manfaat yang bisa dilalukan oleh semua kalangan usia. Berenanglah secara rutin selama satu atau dua jam, dan rasakan kesehatan yang kian membaik.

Perlu kamu ketahui bahwa olahraga berenang dapat meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan sirkulasi darah, mengikis lapisan kolesterol, serta menyingkirkan racun lain dalam pembuluh darah.

Hal tersebut membuat risiko kanker pada tubuh seseorang akan sangat berkurang.

Yoga juga terkenal sebagai pengobatan yang dapat memberikan manfaat untuk pikiran, jiwa, dan tubuh. Saat melakukan yoga, seluruh energi beracun yang ada dalam tubuh akan dikeluarkan.

Pilihan terakhir yang bisa dilakukan baik wanita dan pria juga yaitu seni bela diri taichi. Seni bela diri China ini dapat meningkatkan kesehatan melalui latihan gerakan lambat dan teknik pernapasan.

Tak banyak orang tahu bahwa taichi merupakan bentuk olahraga yang baik untuk mencegah kanker lho.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. who.int (2014) diakses 11 Mei 2020. NASOPHARYNGEAL CARCINOMA
  2. mayoclinic.org (2018) diakses 11 Mei 2020. Nasopharyngeal carcinoma
  3. cancer.org (2018) diakses 11 Mei 2020. What Is Nasopharyngeal Cancer? 
  4. webmd.com (2020) diakses 11 Mei 2020. Nasopharyngeal Cancer
  5. emedicine.medscape.com(2016) diakses 11 Mei 2020. Nasopharyngeal Cancer
    Berita Terkait
    register-docotr