Kamus Penyakit

Gondongan, Penyakit Menular yang Bisa Menyerang Siapa Saja

May 10, 2020 | Dani Kosasih | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Gondongan adalah penyakit menular yang dapat menyerang segala usia. Gondongan terjadi saat infeksi virus paramyxovirus menyerang kelenjar liur di dalam mulut (kelenjar parotis). Letak kelenjar parotis sendiri ada di belakang dan di bawah telinga.

Meskipun kebanyakan kasus bisa sembuh dengan sendirinya, namun melakukan vaksinasi sesuai usia yang direkomendasikan merupakan langkah tepat untuk mencegah terjadinya gondongan.

Penyebab gondongan

Gondongan atau parotitis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang berpindah dari satu orang ke orang lain melalui droplet air liur, sekresi hidung, dan kontak pribadi yang terus menerus dengan penderitanya.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatakan risiko terjadinya gondongan, seperti:

  • Menetap atau mengunjungi wilayah dengan kasus yang memiliki risiko.
  • Belum pernah mendapatkan vaksin MMR untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella.
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Penyakit lanjutan

Penyakit gondongan harus mendapat perhatian secara serius karena apabila dibiarkan, penyakit ini akan memicu berbagai penyakit berbahaya lain, seperti:

  • Radang otak (ensefalitis)
  • Radang selaput otak dan sumsum tulang belakang (meningitis)
  • Radang jantung (miokarditis)
  • Infertilitas (tidak dapat memiliki anak).

Mengutip Australian Government Department of Health, sekitar 1 dari 200 anak dengan gondongan akan mengalami peradangan otak dan bahkan bisa berlanjut menjadi penyakit yang lebih serius.

Gondongan juga dapat merusak saraf yang dapat menyebabkan tuli dan keguguran pada wanita hamil.

Gejala gondongan pada orang dewasa

Gejala gondongan biasanya muncul sekitar 12 hingga 25 hari setelah terpapar virus. Pada beberapa kasus ringan, gejala yang muncul bahkan hampir tidak bisa dibedakan dengan gejala flu. Sebagian lagi bahkan tidak memiliki gejala.

Namun ada juga gejala yang tergolong serius, seperti:

  • Kelelahan.
  • Demam ringan.
  • Demam tinggi dengan suhu 39 derajat celsius.
  • Pembengkakan wajah yang biasanya terjadinya hanya pada satu sisi.
  • Sakit kepala.
  • Kehilangan selera makan.
  • Rasa sakit saat mengunyah atau menelan.

Diagnosis gondongan

Saat kamu mengalami gejala gondongan, dokter akan melakukan wawancara dengan menanyakan beberapa hal seperti:

  • Apakah kamu atau anak kamu telah melakukan vaksinasi MMR?
  • Apakah ada kemungkinan  kamu atau anak kamu terpapar virus yang paramyxovirus?

Setelah wawancara tersebut, dokter akan memberikan rekomendasi beberapa pemeriksaan yakni:

  • Pemeriksaan wajah untuk mengetahui apakah ada pembengkakan.
  • Melakukan swab tes atau tes usap dari tenggorokan.
  • Melakukan tes urin dan tes darah.

Komplikasi yang terjadi akibat gondongan

Komplikasi akibat gondongan memang jarang terjadi karena pada beberapa kasus ringan, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya.

Namun, apabila berlanjut menjadi penyakit yang serius, penyakit gondongan bisa mengakibatkan komplikasi yang berbahaya. Karena penyakit ini juga akan menyebabkan peradangan di area lain dari tubuh, termasuk otak dan organ reproduksi.

Berikut beberapa komplikasi yang mungkin akan terjadi akibat penyakit gondongan.

Orkitis

Orkitis adalah peradangan pada testis yang mungkin disebabkan oleh gondongan. Orkitis akan membuat satu atau kedua testis pria membengkak dan menimbulkan rasa sakit.

Jika kamu mengalami komplikasi ini, untuk pertolongan pertama kamu bisa mengatasi rasa nyeri orkitis dengan meletakkan kompres dingin pada testis beberapa kali sehari.

Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan obat penghilang rasa sakit dengan resep sesuai dosis yang kamu butuhkan.

Pembengkakan ovarium

Wanita yang terinfeksi gondongan memiliki risiko cukup tinggi akan mengalami pembengkakan ovarium.

Meningitis atau ensefalitis

Meningitis adalah pembengkakan selaput di sekitar sumsum tulang belakang dan otak. Ensefalitis adalah peradangan otak. Dua kondisi tersebut dapat terjadi ketika virus gondongan menyebar melalui aliran darah untuk menginfeksi sistem saraf pusat kamu.

Peradangan pankreatitisis pada pankreas

Gejala dari kondisi ini adalah rasa sakit pada perut bagian atas serta timbul rasa mual dan muntah.

Pada beberapa kasus, gondongan juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran, masalah pada jantung dan keguguran pada wanita yang sedang hamil.

Langkah pencegahan untuk penyakit gondongan

Langkah paling baik untuk mencegah penyakit menular ini adalah melakukan vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) atau vaksin campak, gondong, dan rubella.

Banyak orang akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih efektif terhadap virus yang menyebabkan gondongan setelah sepenuhnya melakukan vaksinasi.

Selain vaksinasi, kamu juga bisa melakukan beberapa langkah pencegahan seperti:

  • Selalu menjaga kebersihan diri.
  • Rutin mencuci tangan.
  • Tidak berbagi atau menggunakan alat mandi atau makan dengan orang yang terpapar virus paramyxovirus.
  • Menjaga jarak saat orang lain batuk atau bersin.

Apa itu vaksin MMR?

Vaksin MMR pertama kali diperkenalkan pada 1971 di Amerika Serikat. Vaksin ini digunakan untuk mencegah campak, gondongan, dan rubella.

Ketiga penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius. Pada beberapa kasus yang memang jarang terjadi bahkan dapat menyebabkan kematian.

Siapa yang harus mendapat vaksin MMR?

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan rekomendasi pemberian vaksinasi MMR saat anak menginjak usia 15-18 bulan.

Vaksin MMR diberikan untuk merangsang dan membantu proses pembentukan sistem imun terhadap campak, gondongan, dan rubella.

Vaksin MMR langkah terbaik mencegah gondongan. Foto: Freepik.com

Tanpa vaksin tersebut maka sistem imun di dalam tubuh tidak akan kuat untuk melawan virus yang menyebabkan gondongan.

Rekomendasi dari IDAI ini bisa dijadikan rujukan oleh orang tua untuk melakukan vaksinasi pada anak.

Vaksin MMR aman untuk anak

Mengutip Detik.com, Dr Dewi K Utama, SpA, mengatakan bahwa pemberian vaksin MMR pada balita sangatlah aman. Vaksin ini bahkan melindungi anak dari penyakit campak, gondongan dan rubela hingga lebih dari 90 persen.

“Anak yang tidak divaksin MMR, memiliki kemungkinan terserang kelenjar getah bening, virus ini juga bisa menyerang kelenjar pankreas yang dapat mengakibatkan anak menderita diabetes,” ungkapnya.

Untuk orang dewasa, pemberian vaksin direkomendasikan pada orang yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi terpapar virus penyebab gondongan, seperti rumah sakit atau sekolah.

Namun, ada beberapa kondisi yang tidak boleh mendapatkan vaksin MMR, seperti:

  • Orang yang memiliki alergi parah.
  • Wanita yang sedang hamil.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat masalah sistem kekebalan tubuh.
  • Mengidap TBC.
  • Telah melakukan vaksinasi lain selain MMR dalam 4 minggu terakhir.
  • Kondisi badan sedang tidak sehat atau mengalami penyakit ringan seperti flu.

Langkah pengobatan

Hingga saat ini masih belum ada obat anti virus yang bisa digunakan untuk penyakit gondongan. Oleh karena itu, pengobatannya masih banyak difokuskan untuk meredakan gejala. Hingga akhirnya, sistem kekebalan tubuh berhasil melawan infeksi tersebut.

Ada beberapa langkah pengobatan yang bisa kamu lakukan untuk meredakan gejala gondongan, seperti:

  • Istirahat secukupnya hingga gejala mereda.
  • Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen atau paracetamol.
  • Konsumsi air putih secukupnya.
  • Jangan mengonsumsi minuman yang diketahui merangsang produksi air liur, seperti jus buah, karena air liur yang berlebihan dapat menyebabkan rasa sakit.
  • Gunakan kompres hangat atau dingin untuk meringankan rasa sakit pada kelenjar yang bengkak.
  • Konsumsilah makanan yang tidak memaksa kamu untuk mengunyah.

Saat kamu mengalami gejala gondongan, usahakan untuk melakukan isolasi diri untuk mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain. Karena gondongan dapat menular setelah lima hari sejak timbulnya tanda dan gejala.

Kondisi yang mengharuskan kamu ke dokter

Ada beberapa kondisi yang mengharuskan kamu segera melakukan konsultasi kepada dokter apabila kamu mengalami gejala gondongan yakni:

  • Apabila kamu menderita kanker.
  • Apabila kamu memiliki kelainan darah.
  • Apabila kamu memiliki penyakit yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
  • Apabila kamu sedang melakukan rutin mengonsumsi obat-obatan.
  • Apabila kamu telah menerima vaksin lain dalam empat minggu terakhir.

Gejala gondongan pada anak

Beberapa kasus pada anak maupun remaja tidak mengalami gejala saat terpapar virus penyebab gondongan. Namun, apabila ada, beberapa gejala yang dialami akan sama dengan gejala yang dialami orang dewasa.

Gondongan pada anak biasanya terjadi saat anak usia sekolah dan kuliah. Saat anak diketahui memiliki gejala, segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang lebih lanjut.

Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan, bertanya tentang gejala yang dialami dan memeriksa apakah anak kamu telah mendapatkan vaksin MMR. Terkadang, dokter juga akan mengambil sampel air liur atau sampel darah anak untuk dilakukan pengujian.

Pengobatan gondongan pada anak

Sama seperti orang dewasa, tidak ada perawatan medis khusus untuk anak. Namun, untuk meredakan gejala yang sedang dialami, ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti:

  • Pastikan kebutuhan cairan pada anak kamu tetap tercukupi.
  • Berikan anak kamu makanan yang lunak dan mudah untuk dikunyah.
  • Jangan memberikan anak minuman dan makanan yang bersifat asam seperti jus jeruk atau lemon karena dapat membuat nyeri kelenjar parotis semakin parah.
  • Berikan anak kamu obat penurun panas.
  • Berikan anak kamu obat pereda rasa sakit.
  • Jangan pernah memberikan aspirin kepada anak.
  • Kompres area kelenjar yang membengkak dengan air hangat atau dingin untuk meredakan rasa sakit.
  • Bantu anak kamu agar lebih mudah istirahat.
  • Pastikan anak kamu berisitirahat total dan melakukan isolasi diri selama 5 hari agar tidak menularkan pada orang lain.

Kapan harus segera ke dokter?

Sebagian besar anak-anak dengan gondongan akan pulih sepenuhnya dalam waktu sekitar dua minggu. Namun, ada beberapa kondisi yang mengharuskan anak untuk berkonsultasi dengan dokter. Beberapa kondisi tersebut yakni:

  • Saat anak menderita sakit kepala parah.
  • Saat leher anak menjadi kaku.
  • Saat anak mengalami kejang-kejang.
  • Saat anak pingsan.
  • Saat anak mengalami nyeri pada perut.

Kondisi saat anak mengalami nyeri perut yang cukup parah bisa menjadi tanda masalah dengan pankreas pada anak laki-laki atau ovarium pada anak perempuan.

Pada anak laki-laki, disarankan untuk selalu memperhatikan adanya demam tinggi dengan rasa sakit dan pembengkakan pada testis.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. Roth, E. & Wilson, D. Healthline (2017). Mumps: Prevention, Symptoms, and Treatment. Diakses 8 Mei 2020. https://www.healthline.com/health/mumps#symptoms

2. Australian Government (2018). Department of Health. Mumps. Diakses 8 Mei 2020. https://www.health.gov.au/health-topics/mumps

3. Gouma, S., Koopmans, M. P., & van Binnendijk, R. S. (2016). Mumps virus pathogenesis: Insights and knowledge gaps. Human vaccines & immunotherapeutics, 12(12), pp. 3110–3112. Diakses 8 Mei 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5215468/

4. Mayo Clinic (2018). Disease and Conditions. Mumps. Diakses 8 Mei 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mumps/diagnosis-treatment/drc-20375366

5. Mayo Clinic (2018). Disease and Conditions. Mumps. Diakses 8 Mei 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mumps/symptoms-causes/syc-20375361

6. Lindsay Slowiczek, PharmD. Healthline (2018). Diakses 8 Mei 2020. https://www.healthline.com/health/mmr-vaccine

7. US Department of Health and Human Services (2016). CDC. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination: What Everyone Should Know. Diakses 8 Mei 2020. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/mmr/public/index.html

8. Kids Health (2020). For Parents. Mumps. Diakses 8 Mei 2020. https://kidshealth.org/en/parents/mumps.html

9. Detik.com (2010). Cara Aman Vaksin MMR untuk Anak. Diakses 8 Mei 2020. https://health.detik.com/ibu-dan-anak/d-1272177/cara-aman-vaksin-mmr-untuk-anak

10. IDAI (2017). Jadwal Imunisasi 2017. Diakses 8 Mei 2020. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017

    register-docotr