Kamus Penyakit

Jangan Diabaikan, Kenali Gejala Penyakit Hepatitis B Sebelum Terlambat

July 13, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Hepatitis sering dikenali dengan perubahan warna pada area putih mata menjadi kuning. Penyakit satu ini patut diwaspadai karena bisa menjadi akut dan kronis. Seringkali orang-orang tidak mengenali gejala penyakit hepatitis B karena hampir seperti penyakit flu.

Orang yang terinfeksi hepatitis B dapat menularkannya kepada orang lain. Jika tidak ditangani bisa menyebabkan kanker hati. Penting untuk kita mengenal gejala hepatitis B agar mendapatkan penanganan segera.

Apa itu penyakit hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). HBV adalah satu dari lima jenis virus hepatitis. 

Virus hepatitis B terutama mempengaruhi hati, dan memasuki sel-sel hati (disebut hepatosit) ketika berada di dalam tubuh. Reproduksi virus menyebabkan kematian sel-sel ini. Kematian mendadak sejumlah besar sel hati dapat menyebabkan kerusakan hati atau bahkan gagal hati.

Hepatitis B bisa juga dialami oleh bayi, dan anak-anak, tidak cuma orang dewasa. Banyak anak-anak dan bayi yang menderita hepatitis B karena sang ibu menularkan HBV kepada anaknya saat melahirkan. 

Gejala penyakit hepatitis B

Hepatitis B sering disebut juga “silent infection” ini karena kebanyakan orang tidak memiliki gejala apa pun ketika pertama kali terinfeksi. Dengan demikian, mereka secara tidak sadar dapat menularkan virus ke orang lain. 

Kebanyakan orang dewasa yang sehat tidak mengalami gejala apa pun ketika pertama kali terinfeksi virus hepatitis B. Beberapa orang yang terinfeksi akan memiliki gejala, tetapi banyak yang akan berpikir bahwa mereka hanya terserang flu dan mengabaikan gejalanya.

Jika kamu terinfeksi hepatitis B, dan tidak langsung mendapatkan pengobatan, kondisi itu akan menjadi kronis yang sering disebut fulminant hepatitis, yang muncul secara tiba-tiba dan dapat mengakibatkan gagal hati sampai kematian. 

Infeksi hepatitis yang terjadi kurang dari 6 bulan disebut hepatitis B akut, sedangkan untuk infeksi yang bertahan lebih dari 6 bulan disebut dengan hepatitis B kronis. Jika sudah kronis bisa menyebabkan sirosis atau kanker hati.

1. Gejala penyakit hepatitis B akut

Beberapa orang dalam fase akut dapat memiliki gejala. Gejala ini akan muncul dalam waktu 1 sampai 5 bulan setelah tertular hepatitis B. Gejala yang bisa dialami seperti:

  • Merasa sangat lelah.
  • Mengalami sakit perut.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri pada persendian.
  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Gatal-gatal.
  • Urine berwarna gelap.
  • Perut kembung.
  • Diare.
  • Kulit dan bagian putih mata berwarna kuning.

Setiap gejala hepatitis B perlu evaluasi segera. Gejala hepatitis B akut lebih buruk pada orang berusia di atas 60 tahun.

2. Gejala penyakit hepatitis B kronis

Bagi orang yang tidak dapat melawan infeksi, yang biasa orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah seperti penderita HIV, anak-anak, virus dapat berkembang ke tahap kronis. 

Ketika sudah menjadi kronis, kamu memiliki risiko tinggi untuk mengalami gagal hati, penyakit hati, dan kanker hati. Tapi banyak yang tidak menyadari bahayanya, karena gejala pada hepatitis B kronis cukup ringan, sering datang dan pergi, dan memerlukan waktu lama untuk berkembang.

3. Gejala penyakit hepatitis B anak

Pada anak-anak, virus hepatitis B berkembang biak secara perlahan dan bertahan di dalam tubuh, menyebabkan kerusakan hati yang lambat namun progresif. 

Gejala infeksi HBV baru mungkin tidak tampak pada anak di bawah 5 tahun. Beberapa gejala yang bisa dialami, seperti:

  • Gejala flu.
  • Hilang nafsu makan.
  • Diare.
  • Ruam merah di kulit.

Gejala biasanya juga mirip dengan gejala masalah kesehatan lainnya. Pastikan kamu mengajak anakmu untuk segera mengunjungi dokter untuk diagnosis lebih lanjut.

Pengobatan penyakit  hepatitis B

Jika kamu merasa telah terpapar virus, segera kunjungi dokter. Semakin awal kamu mendapatkan perawatan, semakin baik. Dokter akan memberi kamu vaksin dan suntikan globulin imun hepatitis B. Protein ini meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantunya melawan infeksi.

Untuk hepatitis kronis, akan diberikan obat antivirus. Obat ini berkerja dengan menghentikan virus dari replikasi dan mencegah perkembangannya menjadi penyakit hati lanjut.

Orang dengan infeksi HBV kronis memerlukan evaluasi medis yang berlangsung 6-12 bulan dengan pemeriksaan hati secara berkala. Pemantauan ini dapat membantu dokter menentukan apakah kerusakan hati semakin parah atau kondisinya semakin buruk.

Pada wanita hamil yang dinyatakan positif hepatitis B, pastikan bayi mendapatkan vaksin hepatitis B dalam waktu 12 jam setelah kelahiran dan suntikan yang disebut H-B-I-G.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

UPMC (n.d). Diakses pada 05/07/20. Hepatitis B in Children: Symptoms and Treatment

Hepatitis B Foundation (n.d). Diakses pada 05/07/20. Hepatitis B Symptoms

Medical News Today (2019). Daikses pada 05/07/20. Everything you need to know about hepatitis B

NHS (2019). Diakses pada 05/07/20. Hepatitis B

Healthline (2018). Diakses pada 05/07/20. Hepatitis B

    Berita Terkait
    register-docotr