Kamus Penyakit

Jangan Sampai Keliru, Kenali Penyakit Dermatitis Seboroik yang Mirip Ketombe

May 30, 2020 | Felicia Elfriestha
feature image

Mungkin kamu seringkali menganggap serpihan putih yang ada di kulit kepala adalah ketombe. Ternyata bisa saja kamu mengidap penyakit dermatitis seboroik. Yuk kita pahami secara mendalam mengenai penyakit yang satu ini!

Baca Juga: 7 Penyebab Vagina Gatal dan Cara Mengatasinya

Pengertian dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik merupakan kondisi di mana gangguan kulit kronis berupa kulit kering, mengelupas dan merah. Biasanya penyakit ini menyerang kelenjar minyak, seperti kulit kepala. Namun kondisi ini tidak menular ataupun berbahaya.

Tidak hanya kulit kepala saja, penyakit ini juga dapat menyerang area tubuh yang berminyak seperti wajah, area hidung, alis, telinga, lipatan mata dan dada.

Penyakit ini dapat hilang tanpa pengobatan, tetapi pengobatan dapat dilakukan jika gejalanya tak kunjung menghilang. Penyakit ini juga dapat terjadi pada semua usia, namun paling sering dialami pada bayi dan orang dewasa yang berusia 30-60 tahun.

Banyak yang mengira penyakit yang satu ini sama halnya dengan ketombe. Hal ini dikarenakan kulit kepala sama-sama menimbulkan serpihan-serpihan putih yang berjatuhan.

Namun penyakit yang satu ini berbeda dengan ketombe, penyakit ini timbul bukan karena kurang menjaga kebersihan. Maka dari itu, meski kamu keramas berkali-kali pun tidak akan menghilangkan gejalanya.

Apa perbedaan ketombe dan dermatitis seboroik?

Kamu jangan sampai salah membedakan antara penyakit ini dengan ketombe. Jika seseorang berketombe biasanya akan merasakan rasa gatal disertai dengan timbulnya serpihan putih pada kulit kepala.

Serpihan putih ini merupakan sel kulit mati yang dilepaskan kulit kepala yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan minyak alami di kulit kepala kamu. Ketombe juga akan terbentuk ketika adanya proses pelepasan berlebihan sehingga sel-sel kulit kepala menumpuk.

Sementara itu, penyakit dermatitis seboroik hampir memilik gejala yang sama dengan ketombe, tetapi bedanya penyakit ini akan menyebabkan peradangan pada kulit kepala.

Hal tersebut mengakibatkan area kulit yang terkena akan menjadi kemerahan, kasar dan kering. Selain itu, kulit biasanya akan menjadi kering dan berwarna putih kekuningan dan terlihat berminyak.

Gejala dermatitis seboroik

Penyakit ini merupakan penyakit yang umum terjadi pada siapa saja. Supaya kamu tidak salah mengira, berikut gejala yang dapat ditimbulkan dari penyakit ini, antara lain:

  • Terdapat serpihan putih seperti ketombe pada kulit kepala, rambut, alis, kumis, atau jenggot
  • Terdapat sisik atau kerak  berwarna putih atau kuning pada bagian kulit kepala, telinga, wajah, dada, ketiak, kantung penis, atau beberapa bagian badan
  • Kulit menjadi kemerahan pada area yang terkena
  • Rasa gatal pada area yang terkena dermatitis seboroik
  • Kebotakan dapat terjadi pada area yang terinfeksi
  • Timbul ruam yang berbentuk bulat atau oval
  • Kelopak mata biasanya berisisk atau disebut dengan blepharitis
  • Biasanya gejala ini sering timbul pada saat musim dingin dan akan membaik setelah terpapar sinar matahari
  • Terdapat bercak berbentuk cincin pada garis rambut dan dada.

Biasanya gejala ini akan muncul pada kulit kepala dan akan bertambah parah ketika kamu mengalami stres dan tekanan.

Penyebab dermatitis seboroik

Alergi kulit dermatitis atopik.
Alergi kulit dermatitis. Sumber Foto : https://www.medicinenet.com/

Pada dasarnya penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, namun diduga penyebab utama penyakit ini adalah jamur malessezia yang tumbuh akibat minyak yang berlebihan di permukaan kulit. 

Selain dikarenakan produksi minyak dan tumbuhnya jamur, penyakit ini juga diduga disebabkan oleh respons abnormal dari sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko terkena penyakit ini, antara lain:

  • Bayi baru lahir
  • Mengalami gagal jantung
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti interferon, lithum, atau psoralen
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya orang yang baru menjalani transplantasi organ, penderita HIV/AIDS, atau penderita kanker
  • Menderita gangguan mental atau saraf, seperti penyakit parkinson atau depresi
  • Terpapar cuaca esktrem, misalnya cuaca yang dingin dan kering
  • Faktor genetik
  • Kondisi lingkungan seperti polusi
  • Sering mengonsumsi alkohol.

Diagnosis dermatitis seboroik

Secara umum, dokter akan mendiagnosis penyakit ini dengan memeriksa kondisi kulit penderitanya. Setelah itu, dokter akan mengambil sel kulit (biopsi) untuk menyingkirkan kondisi kulit lain dengan gejala yang serupa dengan penyakit ini, seperti:

Psoriasis

Penyakit yang satu ini juga menyebabkan ketombe dan kulit kemerahan yang ditutupi dengan serpihan kulit. Psoriasis pada umumnya memiliki sisik yang lebih banyak yang berwarna putih keperakan.

Tinea versicolor

Kondisi ini dimana munculnya ruam di badan tetapi biasanya tidak berwarna merah seperti dermatitis seboroik.

Aczema

Penyakit ini akan menimbulkan reaksi kulit yang menyebabkan gatal, peradangan kulit di lipatan siku, belakang lutut atau leher secara berulang.

Rosacea

Penyakit yang satu ini biasanya akan terjadi di wajah dan akan menimbulkan sedikit sisik.

Pengobatan dermatitis seboroik

Pada umumnya penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pengobatan dapat dilakukan untuk mengangkat sisik, mencegah infeksi kulit, dan meringankan pembengkakan serta rasa gatal.

Berikut penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini:

Membersihkan cradle cap atau kerak kepala pada bayi

Biasanya kondisi ini akan hilang dengan sendirinya tanpa melakukan pengobatan. Namun, kamu bisa lakukan beberapa hal ini jika dibutuhkan, antara lain:

  • Menyikat sisik dengan lembut ketika sisik yang ada di kulit kepala mulai melunak
  • Mencuci rambut dan kepala bayi setiap harinya dengan menggunakan sampo bayi
  • Memberikan obat yang telah diresepkan dokter untuk kulit kepala bayi
  • Kenakan sarung tangan pada anak ketika tidur
  • Jaga kuku anak agar tetap pendek.

Dermatitis seboroik pada orang dewasa

Beda halnya dengan bayi, jika penyakit ini menyerang orang dewasa akan membutuhkan pengobatan, seperti:

  • Sampo untuk ketombe
  • Menerapkan barrier-repair cream
  • Tidak menggaruk bagian tubuh yang terkena karena dapat memperparah iritasi dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi
  • Mandi dan keramas secara teratur kemudian bilas dengan sabun dan sampo hingga benar-benar bersih
  • Menggunakan baju dengan bahan katun yang halus untuk mengurangi iritasi di permukaan kulit
  • Mandi menggunakan air hangat dengan suhu yang cenderung mulai dingin
  • Hindari menggosok kulit menggunakan alkohol
  • Sebaiknya hindari kontak atau bersentuhan langsung dengan benda atau objek yang dapat menyebabkan alergi
  • Kamu juga diharuskan menggunakan krim pelembap sesering mungkin.

Obat-obatan untuk mengatasi dermatitis seboroik

Biasanya dokter akan memberikan resep obat-obatan di bawah ini, jika pengobatan dengan sampo atau krim tidak memberikan pengaruh.

Antijamur

Kamu bisa menggunakan sampo yang berisi kandungan ketoconazole. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan obat antijamur yang diminum jika kondisi tak kunjung membaik.

Kortikosteroid topikal (obat luar)

Biasanya dokter akan memberikan krim, sampo, dan salep yang memiliki kandungan kortikosteroid untuk digunakan di area yang terkena. Beberapa contoh obat tersebut adalah hydrocortisone, clobetasol, dan desonide.

Obat tradisional untuk mengatasi dermatitis seboroik 

Beberapa pengobatan tradisional diyakini dapat membantu mengendalikan gejala penyakit ini. Obat alami juga dipercaya lebih aman dan minim efek samping yang dapat menyebabkan kulit meradang.

Selain itu, penggunaan obat alami juga dapat digunakan bagi orang yang mengalami alergi steroid atau ingin menghindari efek samping salep kortikosteroid.

Berikut beberapa bahan alami yang dapat kamu gunakan untuk mengobati penyakit ini, antara lain:

Tea tree oil

Minyak pohon teh ini biasanya banyak digunakan sebagai salah satu obat tradisional untuk mengobati penyakit dermatitis seboroik. Kandungan yang ada di dalamnya bersifat antibakteri, antijamur, dan antiradang.

Namun, sayangnya hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa minyak pohon teh ampuh untuk digunakan pada bayi.

Tea tree oil dapat memunculkan efek yang cukup kuat di kulit. Cara menggunakannya mudah, cukup kamu larutkan terlebih dulu 8-12 tetes minyak ini ke dalam air atau minyak kelapa sebelum mengoleskannya pada kulit.

Lidah buaya

Ternyata lidah buaya memiliki kandungan yang bersifat antiradang yang dapat membantu mengobati penyakit ini. Gel lidah buaya efektif mengurangi rasa gatal pada kulit kepala, mengurangi timbulnya sisik kering, serta mengurangi area ruam kemerahan.

Caranya mudah, kamu tinggal mengoleskan gel lidah buaya tipis-tipis pada area yang terkena. Untuk mengecek kamu alergi atau tidak, kamu cukup teteskan sedikit lidah buaya pada kulit yang bermasalah dan tunggu hingga 24 jam.

Jika tidak menimbulkan reaksi alergi, maka lidah buaya ini aman digunakan pada kulit yang bermasalah.

Minyak kelapa

Minyak kelapa memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan kulit, khususnya kulit kering yang rentan mengalami iritasi.

Kandungan monolaurin yang merupakan asam lemak di dalamnya akan menekan perkembangan bakteri Staphylococcus aureus penyebab infeksi penyakit ini.

Minyak ikan

Sebagaimana kita ketahui bahwa minyak ikan kaya akan kandungan asam lemak omega 3 yang dapat menghentikan peradangan dalam tubuh, termasuk jaringan kulit akibat dermatitis seboroik.

Suplemen minyak ikan juga mampu lebih cepat meningkatkan kelembapan kulit, memperkuat ketahanan penghalang kulit (skin barrier), dan menghilangkan luka gores akibat menggaruk gatal.

Cuka apel

Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan bahan alami yang satu ini. Ternyata cuka apel juga dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi penyakit ini. Dengan mengoleskan cuka apel pada area kulit kepala dapat meredakan peradangan ataupun iritasi.

Jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal, kamu harus membersihkan kulit kepala terlebih dahulu menggunakan sampo antibakeri dan antijamur.

Setelah dibilas, kamu bisa mengoles cuka apel yang telah dilarutkan ke dalam air pada bagian kulit kepala yang teriritasi.

Biarkan cuka apel meresap masuk ke dalam kulit kepala dengan mendiamkannya selama beberapa menit. Kemudian, bilas rambut dan kulit kepala hingga bersih.

Baca Juga: Jangan Remehkan, Ini Bahaya Cacing Kremi bagi Kesehatan

Pencegahan dermatitis seboroik

Pada dasarnya penyakit ini tidak dapat dicegah, tetapi jika sudah terkena penyakit ini kamu bisa melakukan beberapa upaya untuk menghambat penyakit ini kambuh lagi.

Berikut beberapa upaya yang dapat kamu lakukan, antara lain:

  • Keramas menggunakan sampo antijamur selama 5 menit, kemudian bilaslah hingga bersih. Untuk membersihkan tubuh, sebaiknya kamu gunakan sabun yang dapat menghilangkan minyak untuk mencegah timbulnya bakteri dan jamur.
  • Hentikan penggunaan hair spray, gel, atau produk penataan rambut yang dapat memicu kambuhnya penyakit ini.
  • Sebaiknya jangan gunakan produk perawatan kulit dan rambut yang mengandung banyak alkohol, karena dapat menyebabkan peradangan di kulit.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. healthline.com (2017) diakses 28 Mei 2020. Natural Treatment for Seborrheic Dermatitis: What Works?. 28 Mei 2020 pukul 20.30.
  2. mayoclinic.org (2020) diakses 28 Mei 2020. Seborrheic dermatitis. 28 Mei 2020 pukul 21.00.
    register-docotr