Kamus Penyakit

Jangan Diremehkan! Sejumlah Kondisi Ini Jadi Sebab Timbulnya Benjolan di Ketiak

February 27, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Ketiak kerap menjadi salah satu bagian tubuh yang jarang diperhatikan kesehatannya. Tak ayal banyak orang sering terkejut saat meraba bagian tubuh ini dan menemukan ada benjolan di ketiak.

Sebenarnya apa yang menyebabkan munculnya benjolan di ketiak, apakah ini hal wajar atau justru tidak boleh diremehkan? Simak penjelasan dalam artikel ini.

Munculnya benjolan di ketiak

Ketika kamu merasakan adanya benjolan di ketiak, hal tersebut bisa saja menjadi pertanda adanya suatu kondisi yang serius atau mungkin bisa jadi juga tidak. Bukannya pria, bagi para wanita malah justru yang paling rentan mengalami benjolan seperti ini. 

Dilansir dari Healthline, benjolan pada ketiak mungkin merujuk pada pembesaran kelenjar getah bening di bawah lengan kamu. 

Kelenjar getah bening adalah struktur kecil berbentuk oval yang terletak di seluruh sistem limfatik tubuh. Jangan disepelekan karena kelenjar getah bening ini memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Benjolan ketiak dapat disebabkan oleh kista, infeksi, atau iritasi akibat pencukuran atau penggunaan deodorant antiperspiran. Namun, benjolan ini juga menunjukkan kondisi kesehatan serius yang mendasarinya.

Sebaiknya kamu segera konsultasikan ke dokter, jika timbul benjolan di bagian ketiak apalagi dibarengi dengan rasa sakit saat disentuh. Sebelumnya kamu juga perlu mengetahui beberapa penyebab yang dapat memicu timbulnya benjolan pada ketiak.

Baca juga: Mau Tampil Percaya Diri? Atasi Penyebab Ketiak Hitam dengan 5 Cara Ini!

Penyebab munculnya benjolan atau bengkak di ketiak

benjolan di ketiak
Benjolan pada ketiak bisa jadi pertanda adanya gangguan kesehatan. Foto: https://www.medindia.net

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, timbulnya benjolan di ketiak tersebut karena adanya pembengkakan kelenjar getah bening. 

Ukuran kecil atau besar benjolan tersebut tentu setiap orang akan berbeda-beda. Namun, yang perlu diperhatikan adalah sebagian benjolan dapat menandakan masalah yang serius. Berikut ini beberapa penyebab paling umum dari benjolan ketiak yang dilansir dari Healthline:

  • Infeksi bakteri atau virus. 
  • Lipoma, biasanya tidak berbahaya, pertumbuhan jaringan lemak jinak.
  • Fibroadenoma, yaitu pertumbuhan jaringan fibrosa non-kanker. 
  • Hidradenitis suppurativa. 
  • Reaksi alergi.
  • Infeksi jamur.
  • Kanker payudara.
  • Limfoma, yaitu kanker sistem limfatik. 
  • Leukemia, yaitu kanker sel darah. 
  • Lupus eritematosus sistemik, penyakit autoimun yang menyerang sendi dan organ.

Untuk benjolan yang teraba kasar biasanya merupakan tanda dari fibroaenoma atau kanker yang juga sulit untuk digerakkan serta keras. Sedangkan untuk benjolan yang terasa halus biasanya disebabkan oleh infeksi, penumpukan lemak dan kista.

Jika benjolannya terassa sakit basanya ini disebabkan oleh infeksi atau dari reaksi alergi. Selain itu, infeksi pada kelenjar getah bening juga dapat menyebabkan rasa sakit pada benjolan.

Benjolan yang membesar dengan cepat atau tidak mau hilang biasanya dapat disebabkan oleh kanker, leukimia atau limfoma.

Demikian beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab munculnya benjolan pada ketiak. Tidak perlu panik, hal yang bisa kamu lakukan adalah mencari informasi atau konsultasi dan melakukan pemeriksaan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui apakah benjolan tersebut berbahaya atau tidak.

Diagnosis benjolan di ketiak

Pemeriksaan fisik menyeluruh adalah langkah pertama dalam mendiagnosis benjolan di ketiak. Dokter akan menanyakan pertanyaan tentang perubahan apapun pada benjolan, serta rasa sakit yang dialami pada area tersebut.

Seperti dilansir dari laman Healthline, palpasi digunakan untuk mengetahui konsistensi dan tekstur benjolan. Metode ini dilakukan secara eksklusif dengan tangan saat dokter memeriksa kelenjar getah bening dan jaringan di sekitarnya dengan metode sentuhan.

Dalam beberapa kasus, pemeriksaan fisik dapat mendukung kesimpulan bahwa benjolan tersebut mungkin tidak berbahaya. Misalnya, benjolan jinak, seperti lipoma, biasanya tidak memerlukan perawatan tambahan.

Namun, jika benjolan mengganggu, dokter dapat merekomendasikan pilihan pengobatan untuk menghilangkannya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, dokter akan menganjurkan pengujian lebih lanjut untuk menyingkirkan infeksi, reaksi alergi, atau perubahan kanker. Dokter mungkin memesan kombinasi dari tes diagnostik berikut:

  • Hitung darah lengkap untuk mengukur jumlah trombosit, sel darah merah, dan sel darah putih dalam sistem tubuh. 
  • Rontgen payudara atau mammogram, yang merupakan tes pencitraan agar dokter dapat melihat benjolan dengan lebih baik. 
  • Pencitraan MRI atau CT scan. 
  • Biopsi yang melibatkan pengangkatan sebagian kecil jaringan atau seluruh benjolan untuk pengujian. 
  • Tes alergi. 
  • Budaya cairan dari benjolan untuk mencari infeksi.

Gejala benjolan di ketiak

Dalam kebanyakan kasus, benjolan akibat infeksi kelenjar getah bening atau pertumbuhan lemak sederhana dan dapat dengan mudah diobati dengan perawatan medis maupun menggunakan bahan-bahan alami.  

Waspada apabila kamu mengalami beberapa gejala berikut:

  • Kulit yang meradang dan lembut di atas benjolan yang membengkak.
  • Terjadi pembengkakan di area ketiak. 
  • Nyeri saat benjolan disentuh. 
  • Nyeri di area lengan atau dada. 
  • Ketidaknyamanan saat menggerakkan lengan. 

Cara mengobati benjolan di ketiak

Pengobatan medis

Perawatan yang direkomendasikan oleh dokter tergantung pada penyebab yang mendasari benjolan tersebut. Infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik oral. Setelah beberapa hari, benjolan di ketiak akan mulai menghilang saat tubuh dan antibiotik melawan infeksi. 

Namun, apabila benjolan tidak merespons antibiotik oral, kamu mungkin harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan antibiotik intravena. Kemudian benjolan yang terkait dengan alergi, akan mereda setelah memulai pengobatan dan belajar menghindari pemicu alergi. 

Dalam kebanyakan kasus, benjolan di ketiak tidak memerlukan perawatan apapun, cukup observasi sederhana. Kamu juga dapat menggunakan pengobatan rumahan seperti kompres hangat dan pereda nyeri untuk meredakan ketidaknyamanan. 

Benjolan yang tidak memerlukan perawatan medis secara khusus seperti dilansir dari laman Healthline yaitu: 

  • Lipoma.
  • Infeksi virus.
  • Fibroadenoma (benjolan payudara non-kanker). 

Jika setelah dilakukan pemeriksaan dan benjolan di ketiak ternyata bersifat kanker, dokter mungkin akan merujuk ke spesialis untuk perawatan lebih lanjut. Perawatan akan tergantung pada jenis kanker dan stadium yang dimiliki seperti: 

  • Kemoterapi
  • Terapi radiasi
  • Operasi

Pengobatan alami

Jika setelah melakukan pemeriksaan dan benjolan di ketiak tidak membahayakan kamu bisa melakukan beberapa pengobatan alami seperti: 

Kompres air hangat 

Pengobatan alami yang sederhana untuk mengobati benjolan atau bengkak di ketiak adalah dengan mengompres area yang bengkak. Meski tidak ada bukti ilmiah, diyakini bahwa metode ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri di area yang tersebut. 

Melakukan pijatan 

Penelitian telah menunjukkan bahwa pijat dapat membantu mengurangi rasa sakit. Ini juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke area yang terkena dan mengurangi pembengkakan pada ketiak. 

Semangka

Mengonsumsi semangka memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Buah ini dapat membantu mendetoksifikasi darah, menghilangkan bakteri penyebab benjolan, dan mengurangi pembengkakan di area yang terkena.

Jus lemon

Mengonsumsi jus lemon adalah sumber vitamin C yang kaya dan memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Ini dapat membantu mengurangi nyeri bengkak pada benjolan dan menyembuhkannya.

Kunyit

Kunyit dikenal karena sifat antiseptik, anti-inflamasi, dan antibakterinya. Ini dapat membantu meredakan benjolan yang menyakitkan dan mengurangi pembengkakan. Aplikasi kunyit secara topikal dapat mengurangi rasa gatal dan mempercepat proses penyembuhan.

Minumlah segelas susu kunyit setiap hari, sebaiknya sebelum tidur. Ulangi aplikasi topikal kunyit 2 kali sehari.

Mandi kontras

Terapi mandi kontras melibatkan penggunaan perawatan air hangat dan dingin untuk mengurangi nyeri otot. Perawatan dingin dapat membantu meringankan rasa sakit sementara perawatan hangat dapat meningkatkan sirkulasi darah dan getah bening.

Metode ini dapat bekerja sebagai pengobatan rumahan yang efektif untuk mengobati benjolan di ketiak.

Bawang

Bawang yang populer juga dapat digunakan untuk mengobati benjolan di ketiak. Jus bawang merah memiliki sifat analgesik dan anti-inflamasi. Ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan di ketiak.

Konsumsi ekstrak jus bawang dan minum. Kamu bisa menambahkan sayuran favorit agar rasa jus bawang lebih enak.

Vitamin A

Vitamin A memainkan peran penting dalam meningkatkan fungsi kekebalan. Ini membantu dalam migrasi dan aktivitas sel-T dan sel-B. Ini juga membantu fungsi limfosit dan memiliki sifat anti-inflamasi. 

Ketika tubuh tidak menerima cukup vitamin A dari makanan, respons imunnya terputus-putus, dan ini meningkatkan kemungkinan berkembangnya infeksi pada kelenjar getah bening.

Karenanya, kamu dapat meningkatkan sumber vitamin A dalam makanan Anda untuk mengurangi benjolan di ketiak dengan cepat.

Bawang putih

Penelitian telah menunjukkan bahwa bawang putih memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi.

Asupan bawang putih secara teratur dapat membantu menghilangkan infeksi yang menyebabkan kelenjar getah bening membengkak dan mengurangi rasa sakit dan bengkak. Bawang putih juga merupakan agen detoksifikasi yang sangat baik.

Cuka sari apel

Bahan ini memiliki sifat antiseptik yang melawan infeksi. Cuka sari apel juga dianggap memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan bengkak.

Tips agar ketiak tetap sehat

  • Tetap terhidrasi, untuk memastikan sirkulasi darah dalam tubuh tetap berjalan baik. 
  • Kurangi asupan kafein, sangat disarankan agar konsumsi jus buah segar sebagai gantinya. 
  • Hindari makanan pedas dan berminyak, makanan ini menyebabkan lebih banyak keringat di ketiak, yang pada gilirannya dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri.
  • Konsumsi buah dan sayur, hindari makanan yang dipanaskan dan digoreng. Kurangi konsumsi permen.
  • Tidurlah setidaknya 6-8 jam.
  • Jangan berbagi handuk dengan seseorang yang mungkin memiliki benjolan. Infeksi bakteri pasti akan menyebar. 
  • Hindari menggunakan perlengkapan mandi orang lain.
  • Jangan gunakan sabun yang keras pada benjolan.
  • Gunakan air hangat untuk membersihkan area tersebut beberapa kali sehari dan juga selama mandi.
  • Jangan menggaruk bagian yang bengkak karena infeksi dapat menyebar. 
  • Usahakan tidak mencukur ketiak jika terdapat benjolan karena dapat semakin memperburuk kondisi.
  • Jangan gunakan bedak talc atau deodoran apapun sampai benjolan  mereda.

Perlu kamu ingat, sebaiknya kunjungi dokter jika benjolan tidak mereda dalam seminggu. Umumnya dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengendalikan infeksi.

Kapan harus periksa ke dokter? 

Benjolan di ketiak kadang datang dan pergi tanpa rasa sakit atau tidak nyaman. Menggunakan pengobatan rumahan untuk benjolan di ketiak dapat mempercepat proses penyembuhan ini dan tidak memperburuknya, terutama dalam kasus infeksi. 

Jika benjolan tidak sembuh bahkan setelah beberapa minggu atau tampak memburuk, segera konsultasikan dengan dokter karena kemungkinan memerlukan resep antibiotik.

Ada banyak penyebab yang bertanggung jawab atas benjolan yang menyakitkan pada bagian ketiak tersebut. 

Namun, penting untuk memantaunya dengan cermat dan bukan mendiagnosis diri sendiri. Benjolan di ketiak telah dikaitkan dengan kanker payudara dan limfoma.

Jika kamu merasakan nyeri saat ditekan, kemerahan, nyeri, atau ukurannya tidak teratur, segera periksa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline.com (2015) diakses 23 Juni 2020. Armpit Lump
  2. Medicalnewstoday.com (2020) diakses 23 Juni 2020. Armpit lumps: What you need to know
  3. Medlineplus.gov (2020) diakses 23 Juni 2020. Armpit lump

 

    Berita Terkait
    register-docotr