Kamus Penyakit

Awas Menular! 4 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebab Kutil Kelamin

July 16, 2020 | Muhammad Hanif S.
no-image

Mendengar nama kutil, sebagian orang mungkin akan langsung berpikir tentang benjolan yang ada di kulit. Ya, benjolan itu bisa muncul di mana saja, termasuk di sekitar organ genital. Mengetahui penyebab kutil kelamin sangat penting, agar kamu bisa mencegah penularannya.

Meski bisa hilang dengan sendirinya, kutil kelamin tak boleh dianggap enteng. Sebab, menurut Harvard Medical School, kutil kelamin bisa bertahan hingga rentang waktu tahunan jika tidak segera dihilangkan.

Lalu, apa saja penyebab kutil kelamin yang perlu diwaspadai? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Mengenal kutil kelamin

penyebab kutil kelamin
Ilustrasi kutil kelamin pada penis. Sumber foto: shutterstock.

Kutil kelamin adalah benjolan yang muncul di sekitar organ genital, baik pria maupun wanita. Terkadang, kutil ini disertai gatal dan rasa nyeri. Kondisi ini dipicu oleh tumbuhnya jaringan baru bersifat lunak yang berkembang dari infeksi.

Ukuran dari kutil kelamin juga beragam. Mengutip Mayo Clinic, tidak semua kutil di organ genital berukuran besar, ada juga yang sangat kecil sehingga tak bisa terlihat mata telanjang.

Baca juga: Sering Tak Disadari, Yuk, Ketahui Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit HPV

Penyebab kutil kelamin

Penyebab kutil kelamin adalah Human papillomavirus atau yang biasa dikenal dengan HPV. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, HPV adalah salah satu virus yang penularannya sangat cepat, selain HIV dan herpes.

HPV bekerja dengan cara memasuki tubuh, lalu menyerang jaringan kulit paling bawah dan menjadikannya sebagai inang. Saat sel pada jaringan tersebut membelah, DNA dari HPV juga ikut memperbanyak diri. Ini yang mengakibatkan munculnya jaringan lunak baru berupa benjolan atau kutil.

Kutil kelamin bisa muncul saat seseorang telah terpapar virus ini. Penularannya bisa melalui:

1. Seks tanpa kondom

Hubungan seks adalah penyebab kutil kelamin paling umum, baik vaginal, anal, maupun oral. Saat melakukan aktivitas seksual tanpa kondom, virus bisa bermigrasi lewat penetrasi, yang memungkinkan kontak fisik antara vagina, vulva, penis, mulut rahim, bahkan anus.

Penularan akan semakin rentan jika terdapat luka terbuka pada organ genital. Seperti diketahui, luka adalah tempat ideal bagi bakteri dan virus untuk berkembang.

2. Penyebab kutil kelamin melalui sentuhan kulit

Mengutip Healthline, semua jenis kutil memiliki tingkat penularan yang tinggi, baik yang ada di organ genital maupun di bagian tubuh lainnya. Selain hubungan seks, kutil kelamin juga bisa menular melalui kontak kulit atau skin-to-skin.

Robert Broddel, seorang dokter kulit di Ohio, Amerika Serikat, menjelaskan, saat seseorang memiliki kutil kelamin, besar kemungkinan ia pernah melakukan kontak kulit dengan orang yang sudah terpapar.

Selain antar organ genital, virus bisa menyebar lewat tangan yang menyentuh kutil di sekitar alat kelamin terinfeksi.

3. Menyentuh benda terpapar

Penyebab kutil kelamin yang jarang disadari banyak orang adalah paparan dari benda yang telah dipakai oleh orang terinfeksi. Berbeda dengan HIV yang berada di dalam tubuh, HPV bisa berada pada permukaan kulit, yaitu kutil.

Sebagai infeksi luar, benda atau barang yang pernah digunakan oleh orang terinfeksi bisa menjadi medium penyebaran virus. Mengutip Verywell Health, toilet duduk adalah benda yang paling sering menjadi perantara virus dengan manusia.

Bahkan, sebuah penelitian yang tercantum di The Journal of Obstetrics and Gynaecology Research menemukan adanya virus pemicu kutil kelamin pada sebuah handuk, melalui pemeriksaan khusus.

4. Transfusi darah bisa jadi penyebab kutil kelamin

Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa kutil kelamin hanya bisa menular lewat kontak fisik maupun hubungan seks. Padahal, virus pemicunya bisa bermigrasi melalui transfusi darah. Hanya saja, penyebarannya tidak semudah itu.

Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat, penularan HPV melalui transfusi hanya bisa terjadi saat DNA dari virus melekat pada sel kanker yang telah bermetastasis (berkembang).

Riset lain yang dilakukan baru-baru ini juga memaparkan, penerima donor biasanya adalah orang-orang yang memiliki kekebalan tubuh rendah. Kondisi ini bisa menjadi pintu masuk bagi HPV ke dalam tubuh, lalu memunculkan gejala berupa kutil.

Beruntung, saat ini Palang Merah Indonesia (PMI) sudah mewajibkan setiap pendonor bebas dari penyakit kanker.

Baca juga: Sebelum Donor Darah, Yuk, Cek Syarat dan Ketentuan Donor Darah di Sini

Cara mencegah penularan kutil kelamin

Kutil kelamin adalah kondisi saat HPV berhasil menginvasi sel-sel di lapisan kulit paling dalam. Virus ini akan cepat bertransmisi melalui kontak fisik, terutama hubungan seksual.

Dengan demikian, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan penyebab kutil kelamin adalah menghindari perilaku seks berisiko.

Selain itu, menurut John Hopkins Medicine, sistem imun yang baik bisa melindungimu dari serangan zat asing dari luar yang dapat mengganggu kesehatan.

Sebaliknya, kekebalan tubuh yang menurun bisa membuka peluang terjadinya infeksi berbagai virus maupun bakteri.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang penyebab kutil kelamin dan cara mencegah penularannya. Kamu bisa meminimalkan risiko tertular kutil ini dengan rajin melakukan deteksi dini ke dokter. Tetap jaga kesehatan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 5 Juli 2020, Genital warts.
  2. Healthline, diakses 5 Juli 2020, How Do Warts Spread and How Can You Prevent This?
  3. WebMD, diakses 5 Juli 2020, What Causes Common Skin Warts?
  4. John Hopkins Medicine, diakses 5 Juli 2020, HPV: 5 Things All Women Should Know.
  5. Science Daily, diakses 5 Juli 2020, Papillomaviruses may be able to be spread by blood.
  6. UTD PMI Provinsi DKI Jakarta, diakses 5 Juli 2020, Tentang Donor Darah.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 5 Juli 2020, Could Human Papillomaviruses Be Spread Through Blood?
  8. Online Library Wiley, diakses 5 Juli 2020, Possible non‐sexual modes of transmission of human papilloma virus.
  9. Verywell Health, diakses 5 Juli 2020, Can You Get HPV From a Toilet Seat?
  10. American Cancer Society, diakses 5 Juli 2020, New Clues About How HPV Spreads in the Body.
  11. Centers for Disease Control and Prevention, diakses 5 Juli 2020, Genital HPV Infection – Fact Sheet

    Berita Terkait
    register-docotr