Olahraga

Manfaat Senam Anti Stroke untuk Lansia dan Cara Mudah Melakukannya

September 20, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Senam anti stroke untuk lansia memiliki berbagai manfaat, termasuk meningkatkan kesehatan organ tubuh lainnya. Ya, berolahraga cukup hingga berkeringat hampir setiap hari mungkin akan mengurangi risiko stroke pada orang dewasa yang lebih tua.

Karena itu, sangat disarankan bagi orang dewasa yang sudah lanjut atau lansia untuk rutin melakukan olahraga.

Nah, untuk lebih lengkapnya yuk simak manfaat dan cara senam anti stroke untuk lansia!

Baca juga: Kamu Sakit Gigi? Kenali Dua Jenis Obat Berikut Ini

Apa manfaat senam anti stroke untuk lansia

Dilansir Web MD, rutin melakukan olahraga termasuk senam anti stroke untuk lansia bisa meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan memperbaiki tekanan darah tinggi. Perlu diketahui, stroke merupakan penyumbatan arteri di otak oleh gumpalan atau trombosis. 

Faktor penyebab stroke pada lansia umumnya diakibatkan oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan kebiasaan buruk seperti merokok.

Dengan kata lain, seseorang yang menderita hipertensi, kolesterol tinggi, atau diabetes harus segera menerapkan latihan senam untuk mengurangi risiko stroke.

Para peneliti menemukan bahwa melakukan olahraga secara rutin memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil untuk menderita stroke dibandingkan yang tidak. Nah, beberapa manfaat lain yang mungkin bisa didapatkan jika rutin melakukan senam anti stroke untuk lansia, yakni sebagai berikut:

  • Fleksibilitas. Senam akan membantu mengurangi cedera, memperoleh fleksibilitas, dan kendali tubuh yang lebih besar.
  • Mencegah penyakit berbahaya. Senam bisa membantu menjaga kesehatan dan mencegah berbagai kondisi kesehatan, seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.
  • Meningkatkan fungsi kognitif. Rutin senam dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus mental.
  • Peningkatan koordinasi. Senam dapat membantu menghindari situasi berbahaya dengan segera mengidentifikasi atau mengoreksi secara alami kesejajaran tubuh.
  • Membangun kekuatan. Gerakan senam hampir secara eksklusif membangun kekuatan tubuh bagian atas, bawah, dan inti.

Jenis senam anti stroke dan cara melakukannya

Terdapat beragam senam anti stroke yang bisa diikuti dengan mudah. Karena stroke mungkin saja disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi, maka berikut beberapa senam hipertensi yang bisa mencegah risiko stroke.

Senam aerobik

Senam anti stroke untuk lansia salah satunya adalah aerobik karena membantu mengatur tekanan darah tinggi dalam tubuh. Jenis olahraga ini menggunakan kelompok otot besar secara terus menerus dan berirama, seperti jalan kaki dan bersepeda.

Usahakan untuk melakukannya dengan intensitas sedang hingga kuat minimal 2½ jam dalam seminggu. Latihan aerobik dan penguatan otot serta tulang intensitas sedang cukup aman untuk kebanyakan orang, termasuk lansia.

Jika olahraga dilakukan dengan intensitas rendah namun setiap hari juga memiliki manfaat kesehatan jangka panjang, yakni menurunkan risiko stroke. 

Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan aktif 30 menit sehari, setidaknya 5 hari dalam seminggu. Mulailah secara perlahan dan bertahap dalam program tersebut.

Apabila mengalami kesulitan, maka olahraga senam bisa diganti dengan aktivitas lain berupa melakukan peregangan atau pekerjaan rumah secara rutin.

Senam tera

Umumnya, orang dewasa yang lebih tua berisiko tinggi terkena penyakit degeneratif, seperti hipertensi. Karena itu, untuk mencegah risiko lebih lanjut seperti stroke akibat hipertensi maka bisa melakukan latihan senam tera. 

Senam tera merupakan salah satu olahraga fisik dan mental yang menggabungkan gerakan tubuh seperti peregangan, persendian, dan teknik pernapasan. Meski tidak terlalu banyak menghasilkan keringat, namun senam tera ini efektif menurunkan tekanan darah pada lansia.

Karena memiliki gerakan yang minim, senam tera dianggap sebagai pilihan yang cocok untuk lansia karena risiko cedera sangat tinggi. Untuk itu, lakukanlah senam ini secara rutin karena bisa meningkatkan kebugaran tubuh dan mencegah risiko hipertensi penyebab stroke. 

Baca juga: 7 Daftar Makanan yang Bisa Bantu Mempercepat Pemulihan Pasca Operasi

Hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan senam anti stroke untuk lansia

Melakukan olahraga senam secara konsisten bisa meningkatkan stabilitas plak dan perubahan menguntungkan pada fungsi dinding pembuluh darah. Namun, perlu juga untuk memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan senam anti stroke untuk lansia.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah berkonsultasi bersama dokter untuk menentukan senam paling cocok untuk lansia. Segera beritahu dokter jika seorang lansia yang melakukan senam mengalami gejala tidak biasa, seperti pusing, sesak napas, atau pingsan. 

Selalu periksakan juga kesehatan tubuh, seperti tekanan darah dan kadar kolesterol untuk menghindari risiko stroke. Stroke bisa dicegah jika memiliki pola hidup sehat, jadi jangan tunda olahraga selagi masih muda ya!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Webmd, diakses 17 September 2020. Regular, Vigorous Exercise May Lower Stroke Risk
  2. Everyday Health (2018), diakses 17 September 2020. 5 Ways to Protect Yourself From A Stroke
  3. Stroke dan Vascular Neurology, diakses 17 September 2020. Exercise for stroke prevention
  4. Medicinenet (2019), diakses 17 September 2020. Stroke
  5. Healthfitnessrevolution (2015), diakses 17 September 2020. Top 10 Health Benefits of Gymnastics
  6. HealthlinkBC (2019), diakses 17 September 2020. Exercising to Prevent a Stroke
  7. Public Health Perspective Journal, diakses 17 September 2020. Effectiveness of Tera Gymnastics and Healthy Heart Gymnastics on Blood Pressure Among Elderly With Hipertension in Sinomwidodo Village, Tambakromo Subdistrict, Pati District
    register-docotr