Kamus Obat

Pseudoephedrine

January 11, 2021 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Pseudoephedrine atau juga disebut pseudoefedrin adalah molekul yang memiliki jenis atom sama dengan efedrin. Dalam dunia obat-obatan, senyawa ini termasuk dalam golongan prekursor. Namun, banyak juga dimanfaatkan dalam obat-obatan dekongestan. Berikut beberapa informasi mengenai pseudoephedrine.

Untuk apa obat pseudoephedrine?

Pseudoephedrine atau pseudoefedrin adalah obat golongan amina simpatomimetik yang sering digunakan sebagai dekongestan atau pereda hidung tersumbat.

Senyawa ini sering ditambahkan pada obat batuk, kombinasi dengan antihistamin, atau dengan obat demam sebagai agen pereda hidung tersumbat.

Selain sebagai bentuk sediaan oral, pseudoephedrine atau pseudoefedrin juga tersedia dalam bentuk inhalasi (obat yang disemprotkan melalui mulut atau hidung).

Apa fungsi dan manfaat pseudoephedrine?

Pseudoephedrine atau pseudoefedrin berfungsi sebagai dekongestan yang sering dikombinasikan dalam obat batuk atau obat demam.

Pseudoefedrin oral bekerja secara langsung pada reseptor α-adrenergik pada mukosa saluran pernapasan.

Cara kerja obat ini dengan merangsang vasokonstriksi yang mengakibatkan penyusutan selaput lendir hidung yang bengkak, pengurangan hiperemia jaringan, edema, dan hidung tersumbat.

Biasanya, obat ini diedarkan sebagai obat bebas terbatas. Beberapa manfaat obat ini dalam dunia obat-obatan secara spesifik sebagai berikut:

1. Dekongestan oral

Pseudoephedrine dimanfaatkan sebagai dekongestan untuk mengurangi hidung tersumbat yang disebabkan oleh alergi atau flu biasa, sinusitis, dan demam. Obat ini juga digunakan untuk meredakan hidung tersumbat yang disebabkan oleh radang telinga atau infeksi.

Penggunaan pseudoefedrin dapat menyebabkan pembuluh darah di saluran hidung menyusut (vasokonstriksi). Terjadinya vasokonstriksi dapat mengurangi hidung tersumbat dengan mencegah cairan mengalir dari pembuluh darah ke saluran hidung.

Pseudoefedrin juga secara langsung merangsang reseptor beta-adrenergik dan menyebabkan relaksasi bronkiolus, serta meningkatkan detak jantung dan kontraktilitas.

2. Rinitis vasomotor

Rinitis vasomotor adalah istilah umum untuk menyebut rinitis non-alergi, yakni peradangan yang terjadi pada hidung yang bukan disebabkan oleh alergi.

Hal ini terjadi ketika pembuluh darah di dalam hidung berdilatasi atau membesar. Pelebaran pembuluh darah di hidung menyebabkan pembengkakan dan dapat menyebabkan hidung tersumbat.

Gejala rinitis yang disebabkan selain alergi rupanya dapat diatasi dengan pseudoefedrin.

Indikasi ini telah melewati tahap uji penelitian klinis di masa lampau mengenai efektivitas pada manusia. Pseudoefedrin lebih efektif dalam mengobati gejala ini dengan dikombinasikan dengan obat oral tertentu.

3. Laringotrakeobronkitis

Laringotrakeobronkitis atau bisa juga disebut croup adalah gangguan saluran pernapasan yang sering terjadi pada anak-anak usia 6 bulan hingga tiga tahun.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh virus influenza atau parainfluenza. Infeksi ini menyebabkan pembengkakan di dalam trakea yang dapat mengganggu pernapasan.

Selain itu, gejala lain yang sering muncul adalah suara serak dan “merongrong”, kadang disertai demam dan pilek.

Selain diberikan antivirus sebagai pengobatan utama, pseudoephedrine juga biasa dikombinasikan sebagai terapi pendukung agar didapatkan hasil pengobatan optimal.

4. Sinusitis

Sinusitis sebenarnya memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa. Perbedaan besar antara keduanya adalah berapa lama gejala tersebut bertahan.

Gejala flu biasa berlangsung tidak lebih dari 10 hari. Sedangkan, sinusitis kronis dapat berlangsung selama 12 minggu atau lebih. Infeksi sinus hampir selalu membaik dengan sendirinya.

Pengobatan untuk gangguan ini biasanya diberikan setelah mengetahui penyebabnya apakah karena virus atau bakteri.

Namun, dalam proses pengobatan ini, biasanya dokter akan memberikan terapi tambahan dari golongan dekongestan OTC, seperti pseudoephedrine.

Pseudoefedrin dapat meredakan gejala sinusitis dengan mempersempit pembuluh darah. Hal ini akan membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan, serta melancarkan aliran pernapasan.

Merek dan harga obat pseudoephedrine

Pseudoephedrine atau pseudoefedrin biasanya dipasarkan dalam bentuk sediaan kombinasi dengan obat lain.

Obat ini jarang dipasarkan sebagai obat tunggal karena menimbang obat ini termasuk dalam kategori prekursor, juga obat ini lebih efektif untuk dikombinasikan dengan obat lain sebagai terapi tambahan.

Berikut beberapa nama dagang dari pseudoephedrine atau pseudoefedrin yang telah beredar di pasaran:

  • Actived Cough Syrup Merah 60ml, sediaan sirup mengandung pseudoefedrin HCl 30mg, dextromethopan HBr 10mg, dan tripolidine HCl 1,25mg. Sirup ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp62.361/botol.
  • Alco oral drop 15ml, sediaan obat tetes oral yang bisa diberikan untuk anak-anak usia 2-5 tahun. Obat ini mengandung pseudoephedrine HCl 7,5mg, bisa kamu dapatkan dengan harga Rp108.003/botol.
  • Actived ekspektoran syrup hijau 60ml, mengandung pseudoefedrin HCl 30mg, tripolidine HCl 1,25mg, dan guanifenesin 100mg. Sirup ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp62.361/botol.
  • Hufagrip AM PM kapsul biru mengandung paracetamol 500mg dan pseudoefedrin HCl 30mg yang biasa dijual dengan harga Rp4.861/strip isi 10 kapsul.
  • Hufagrip AM PM kapsul merah mengandung paracetamol 500mg, pseudoefedrin HCl 30mg, dan difenhridramin HCl 12,5mg. Sediaan kapsul ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp4.861/strip isi 10 kapsul.
  • Flutrop tablet mengandung pseudoefedrin HCl 30mg dan triprolidin HCl 2,5mg yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp9.506/strip isi 10 tablet.
  • Rhinos SR kapsul mengandung loratadine 5mg dan pseudoefedrin 60mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp7.930/tablet.
  • Siladex Cough N Cold 60ml, sediaan sirup obat batuk mengandung dextromethorpan HBr 7,5mg, pseudoefedrin 15mg, dan doxylamine succinate 2mg. Obat ini biasa dijual dengan harga Rp14.956/botol.
  • Mixagrip Flu & Batuk, sediaan kaplet mengandung paracetamol 500mg, dextromethorpan 10mg, dan pseudoefedrin HCl 30mg. Obat ini bisa kamu beli dengan harga sekitar Rp2.842/strip isi 4 tablet.
  • Tremenza tablet mengandung pseudoefedrin 60mg dan tripolidine HCl 2,5mg. Sediaan obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp2.094/tablet.

Bagaimana cara minum obat pseudoephedrine?

Minum obat sesuai dengan dosis minum yang tertera dalam label kemasan obat. Jangan menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan. Biasanya, obat flu diminum dalam waktu pendek sampai gejala sembuh.

Tidak untuk diberikan pada anak usia di bawah usia 4 tahun selain anjuran dari dokter. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter apabila hendak memberikan obat ini pada anak.

Obat bisa diminum setelah makan. Selalu perhatikan cara minum yang telah diarahkan oleh dokter.

Sediaan tablet sebaiknya diminum sekaligus dengan air putih. Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet lepas lambat.

Sediaan sirup sebaiknya dikocok lebih dahulu sebelum diminum. Takar sirup dengan sendok atau tutup obat yang telah tersedia. Jangan gunakan sendok dapur untuk menghindari kesalahan dosis, kecuali ada saran dari dokter.

Jangan mengonsumsi pseudoefedrin lebih dari 7 hari berturut-turut. Apabila kondisi kamu tidak membaik, atau justru memburuk setelah tujuh hari, konsultasikan kembali pada dokter.

Simpan pseudoefedrin pada suhu kamar jauh dari kelembapan dan panas matahari setelah digunakan.

Berapa dosis obat pseudoephedrine?

Usia 4 sampai 5 tahun

Diberikan dosis 15mg secara oral setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan
Dosis maksimum: 60mg per hari.

Usia 6 sampai 12 tahun

Diberikan dosis 30mg secara oral setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan
Dosis maksimum: 120mg per hari.

Usia di atas 12 tahun

  • Sediaan obat lepas segera dapat diberikan dosis 30mg sampai 60mg secara oral setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan
  • Pelepasan diperpanjang 12 jam dapat diberikan dosis hingga 120mg secara oral setiap 12 jam sesuai kebutuhan
  • Pelepasan diperpanjang 24 jam diberikan dosis 240mg secara oral setiap 24 jam sesuai kebutuhan
  • Dosis maksimum: 240mg dalam 24 jam

Apakah pseudoephedrine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) belum menetapkan secara resmi kategori obat ini.

Obat yang telah diminum oleh sejumlah wanita hamil belum menimbulkan efek berbahaya langsung atau tidak langsung lainnya pada janin manusia.

Namun, penelitian lebih lanjut masih belum memadai atau mungkin kurang, tetapi data yang tersedia tidak menunjukkan bukti peningkatan risiko berbahaya pada janin.

Obat ini sebaiknya tidak boleh digunakan selama kehamilan kecuali manfaatnya lebih besar daripada risikonya bagi janin.

Obat ini terbukti dapat terserap dalam ASI sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi bagi ibu menyusui.

Dosis tunggal mungkin tidak membahayakan bayi yang sedang disusui, tetapi dapat menyebabkan iritabilitas atau gangguan tidur.

Apa efek samping obat pseudoephedrine?

Efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi pseudoephedrine jarang terjadi.

Namun, segera hentikan pemakaian dan hubungi tenaga medis apabila risiko efek samping berikut muncul setelah kamu mengonsumsi obat ini.

Efek samping langka yang mungkin terjadi (Lebih umum karena penggunaan dosis tinggi)

  • Kejang
  • Halusinasi (melihat, mendengar, atau merasakan hal-hal yang tidak ada)
  • Detak jantung tidak teratur atau lambat
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Gejala overdosis
  • Kegugupan, kegelisahan, atau kegembiraan yang tidak biasa

Efek samping yang tidak terlalu berisiko

  • Gugup
  • Kegelisahan
  • Kesulitan tidur
  • Susah buang air kecil atau rasa nyeri ketika buang air
  • Pusing atau vertigo
  • Sakit kepala
  • Keringat berlebihan
  • Mual atau muntah
  • Tubuh gemetar
  • Pucat yang tidak biasa

Peringatan dan perhatian

Jangan gunakan pseudoefedrin jika dalam kurun waktu 14 hari terakhir kamu menggunakan golongan obat MAO inhibitor seperti furazolidone (Furoxone), isocarboxazid (Marplan), phenelzine (Nardil), rasagiline (Azilect), selegiline (Eldepryl, Emsam, Zelapar), atau tranylcypromine (Parnate).

Beritahu dokter apabila sebelumnya kamu memiliki riwayat alergi atau reaksi hipersensitivitas setelah mengonsumsi obat ini.

Beritahu dokter apabila kamu memiliki riwayat penyakit berikut:

  • Penyakit jantung atau tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Gangguan tiroid

Apabila hendak mengonsumsi obat ini, sebaiknya konsultasikan lebih dulu dengan dokter apabila kamu sedang hamil atau menyusui.

Obat flu cair yang diberi rasa pemanis mungkin mengandung fenilalanin. Jika kamu menderita fenilketonuria (PKU), periksa label obat untuk melihat apakah produk tersebut mengandung fenilalanin.

Hindari mengonsumsi pseudoefedrin jika kamu juga mengonsumsi obat diet, kafein, atau stimulan lain (seperti obat ADHD). Mengonsumsi obat stimulan bersama dengan dekongestan dapat meningkatkan risiko efek samping.

Tanyakan kepada dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat batuk atau pilek lainnya. Pseudoefedrin atau dekongestan lainnya banyak dikombinasikan dalam obat batuk lain.

Beritahu dokter apabila kamu juga sedang mengonsumsi obat berikut:

  • Obat tekanan darah
  • Golongan obat beta blocker seperti atenolol (Tenormin, Tenoretic), carvedilol (Coreg), labetalol (Normodyne, Trandate), metoprolol (Dutoprol, Lopressor, Toprol), nadolol (Corgard), propranolol (Inderal, InnoPran), sotalol (Betapace), dan lain-lain.
  • Antidepresan seperti amitriptyline (Elavil, Vanatrip, Limbitrol), doxepin (Sinequan), nortriptyline (Pamelor), dan lain-lain.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Berita Terkait
register-docotr