Kamus Obat

Turunkan Hipertensi dengan Obat Amlodipin, Cek Dulu Cara Kerja, Dosis dan Efek Sampingnya

June 20, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Obat amlodipin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, apa saja?

Baca Juga: Awas, Salah Posisi Duduk Bisa Bikin Sakit Kepala! Ketahui Juga 7 Penyebab Lainnya

Apa itu obat amlodipin?

Obat amlodipin merupakan obat oral yang diresepkan untuk mengobati beberapa kondisi kardiovaskular. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri dada (angina) dan kondisi lain yang disebabkan oleh penyakit arteri koroner.

Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, mengonsumsi amlodipin dapat membantu mencegah penyakit jantung, serangan jantung, serta stroke.

Meskipun demikian, obat ini tidak boleh digunakan untuk mengobati serangan nyeri dada ketika terjadi. Gunakanlah obat lain seperti nitrogliserin sublingual untuk meredakan nyeri dada seperti petunjuk yang diberikan oleh dokter.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 5 mg dan 10 mg. Obat ini tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan dan harus dengan resep dokter.

Bagaimana cara kerja obat amlodipin?

Obat amlodipin jenis obat yang disebut calcium channel blocker. Ini bekerja pada sel-sel otot yang ditemukan di dinding arteri. Obat ini dapat menyebabkan sel-sel otot menjadi rileks, yang memungkinkan arteri juga menjadi lebih rileks dan menjadi lebih melebar.

Obat ini menurunkan tekanan darah yang dipompa, sehingga mampu membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Dengan menjadikan arteri di dalam jantung rileks dan melebar, obat ini juga dapat meningkatkan kinerja darah yang membantu menyuplai oksigen ke jantung.

Ketika otot jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup, hal ini dapat menyebabkan nyeri dada atau serangan angina. Amlodipin meningkatkan pasokan oksigen pada otot jantung.

Dengan menurunkan tekanan darah, ini juga dapat mengurangi kerja jantung memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga tidak membutuhkan banyak oksigen.

Baca juga: Mengenal Glimepiride, Obat yang Mampu Mengobati Diabetes Tipe 2

Sebelum mengonsumsi obat amlodipin, sebaiknya perhatikan hal berikut

Sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter jika kamu ingin mengonsumsi obat ini.

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat ini di antaranya adalah.

  • Sebelum mengonsumsi amlodipin beritahukan dokter atau apoteker jika kamu alergi pada obat ini.
  • Beritahukanlah dokter dan apoteker mengenai riwayat kesehatanmu, terutama masalah jantung struktural tertentu (stenosis aorta), tekanan darah sangat rendah, dan penyakit hati
  • Obat ini dapat menyebabkan kamu pusing, sebaiknya janganlah berkendara atau melakukan aktivitas yang memerlukan konsentrasi setelah kamu mengonsumsi obat ini
  • Sebelum melakukan operasi, beritahu dokter atau dokter gigi mengenai semua produk yang kamu gunakan, termasuk obat resep, obat non resep, dan produk herbal
  • Orang dewasa yang lebih tua mungkin saja lebih sensitif terhadap efek yang diberikan oleh obat ini, terutama pusing
  • Selama kehamilan, obat ini harus digunakan dengan tujuan yang jelas,. Diskusikanlah risiko dan manfaat yang dapat diberikan oleh pada dokter
  • Obat ini dapat masuk ke dalam ASI. Konsultasikanlah dengan dokter jika kamu ingin mengonsumsi obat ini

Peringatan penting

Ada beberapa peringatan penting yang harus selalu kamu perhatikan jika kamu memutuskan untuk mengonsumsi obat ini.

Berikut adalah peringatan penting yang harus kamu ketahui.

1. Reaksi alergi

Obat ini dapat menimbulkan reaksi alergi yang serius, hal ini dapat fatal.

Reaksi alergi biasanya terjadi setelah kamu mengonsumsi dosis pertamamu, tetapi terkadang mereka tidak muncul hingga beberapa bulan kamu mengonsumsi obat ini. Oleh karenanya selalu beritahu dokter jika kau memiliki alergi.

2. Tekanan darah rendah

Obat ini juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Tekanan darah rendah sering muncul jika kamu mengonsumsi obat diuretik (pil air), makan makanan rendah garam, atau menjalani perawatan dialisis.

Hal ini juga mungkin saja terjadi jika kamu memiliki masalah jantung, mengonsumsi minuman beralkohol, atau sedang sakit akibat dari muntah dan diare.

3. Nyeri dada dan serangan jantung

Nyeri dada dan serangan jantung dapat muncul ketika kamu mulai mengonsumsi obat ini atau ketika dokter meningkatkan dosis. Namun hal ini jarang terjadi. Risiko mungkin saja meningkat jika kamu memiliki penyakit jantung parah.

Efek samping obat amlodipin

Meskipun dapat mengobati tekanan darah tinggi serta nyeri dada, obat amlodipin juga memiliki efek samping. Efek samping ini muncul seiring dengan menfaat yang diberikannya.

Dilansir dari Drugs.com, berikut adalah efek samping dari obat ini.

Efek samping umum

  • Pembengkakan pergelangan kaki atau kaki

Efek samping kurang umum

  • Sulit bernapas
  • Pusing
  • Jantung dan nadi berdetak cepat, dan tidak teratur
  • Merasa hangat
  • Kemerahan pada wajah, leher, lengan, dan kadang-kadang dada bagian atas
  • Sesak di dada

Efek samping yang jarang terjadi

  • Gusi berdarah
  • Kulit terasa longgar, melepuh, dan mengelupas
  • Terdapat darah dalam urine atau feses
  • Penglihatan kabur
  • Nyeri dada yang tidak nyaman
  • Meriang
  • Kulit dingin dan lembap
  • Keringat dingin
  • Batuk
  • Diare
  • Demam
  • Nyeri sendi atau otot

Efek samping ringan mungkin akan hilang dengan sendirinya. Tetapi jika efek samping yang kamu alami parah dan tidak kunjung hilang dalam beberapa minggu, sebaiknya segeralah hubungi dokter. Ini untuk mendapatkan pertolongan secara cepat, agar efek samping tidak semakin parah.

Instruksi dosis pakai obat amlodipin

Dosis pada setiap pasien berbeda-beda dan tidak dapat disamakan satu sama lain.

Dokter akan memberikan dosis obat sesuai dengan umur, kondisi yang ingin diobati, seberapa parah kondisimu, kondisi medis lain yang kamu miliki, serta bagaimana kamu bereaksi pada dosis pertama.

Tekanan darah tinggi

  • Dosis dewasa: Dosis awal 5 mg sehari sekali dengan dosis maksimum 10 mg setiap hari
  • Dosis orang tua : 2,5 mg sehari sekali dengan dosis maksimum 10 mg tiap hari
  • Dosis anak-anak (6-17 tahun): 2,5 mg atau 5 mg sehari sekali

Dokter akan menyesuaikan dosis yang sesuai dengan kondisi kesehatanmu. Untuk meningkatkan dosis tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan harus menunggu rtespon dari pasien sekitar 7-14 hari.

Angina stabil atau vasospastik kronis

  • Dosis dewasa: 5 hingga 10 mg yang dikonsumsi sehari sekali. Sebagian besar orang perlu mengonsumsi 10 mg agar obat dapat mengobati angina mereka secara efektif
  • Dosis orang tua atau mereka yang memiliki masalah hati: 5 mg sehari sekali

Arteri kronis

  • Dosis dewasa: 5 hingga 10 mg yang dikonsumsi sehari sekali
  • Dosis orang tua atau mereka yang memiliki masalah hati: 5 mg sehari sekali

Untuk beberapa orang yang mengalami kesulitan untuk menelan, seperti anak-anak dan orang tua, dokter dapat memberikan obat amlodipin sebagai suntikan atau drip.

Bagaimana cara mengonsumsi obat amlodipin?

Kamu dapat mengonsumsi obat ini dengan atau tanpa makanan. Telan tablet amlodipin sesuai yang telah diresepkan dengan segelas air. Untuk cara yang lebih mudah, kamu dapat melarutkan tablet dalam segelas air, tetapi kamu harus segera meminumnya jika kamu melakukan cara ini.

Jangan makan atau meminum grapefruit atau jus grapefruit jika kamu mengonsumsi obat ini. Grapefruit dapat meningkatkan konsentrasi amlodipin dalam tubuh dan memperburuk efek samping.

Jika kamu lupa mengonsumsi obat ini, konsumsilah dengan segera setelah kamu ingat. Jika kamu lupa mengonsumsi dosis sepanjang hari, lewati dosis yang terlewat dan kembalilah pada dosis reguler. Jangan mengonsumsi dosis ganda.

Apa yang terjadi jika mengonsumsi obat ini secara berlebihan?

Obat amlodipin sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan dan selalu ikuti saran serta petunjuk yang diberikan oleh dokter atau apoteker.

Jika kamu mengonsumsi obat ini secara berlebihan, berikut adalah yang harus kamu perhatikan dan waspadai.

  • Jika kamu mengonsumsi amlodipin secara tidak sengaja, segera hubungi dokter atau segeralah pergi ke rumah sakit terdekat
  • Overdosis amlodipin dapat menyebabkan pusing serta kantuk
  • Jumlah amlodipine yang dapat menyebabkan overdosis bervariasi pada orang ke orang

Interaksi dengan obat-obatan lain

Jika dokter menyuruh untuk mengonsumsi obat ini, dokter mungkin sudah mengetahui adanya interaksi obat yang mungkin terjadi.

Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun sebelum berkonsultasi dengan dokter, penyedia layanan kesehatan atau apoteker terlebih dahulu.

Beberapa obat-obatan yang dapat mengganggu cara kerja amlodipin:

  • Antibiotik, seperti clarithromycin, erythromycin, atau rifampicin
  • Obat-obatan untuk tekanan darah tinggi, termasuk diltiazem dan verapamil
  • Obat antijamur, seperti itraconazole dan ketoconazole
  • Obat-obatan untuk mengobati HIV atau HCV (Virus Hepatitis C)
  • Obat anti-epilepsi, seperti carbamazepine, phenytoin, phenobarbital (phenobarbitalone) atau primidone
  • Obat-obatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh, seperti ciclosporin dan tacrolimus
  • Mengonsumsi obat penurun kolesterol, simvastatin lebih dari 20 mg sehari

Baca Juga: Tak Cuma Bikin Senyum Menawan, Apa Manfaat Lain dari Veneer Gigi?

Bagaimana mengonsumsi obat ini jika melakukan perjalanan?

Jika kamu memerlukan untuk mengonsumsi obat ini saat ingin melakukan perjalanan, kamu tak perlu khawatir karena kamu dapat melakukan beberapa cara berikut ini.

  • Selalu membawa obat. Saat naik pesawat, jangan pernah memasukkannya ke dalam koper. Sebaiknya simpanlah di dalam tas jinjing
  • Jangan khawatir terhadap mesin X-ray bandara. Itu tidak akan merusak obatmu
  • Kamu mungkin saja perlu untuk menunjukkan label kemasan obat pada petugas bandara. Selalu bawalah wadah yang memiliki label resep obat asli
  • Jangan menaruh obat ini di kompartemen sarung mobil atau meninggalkannya di dalam mobil. Dan selalu pastikan untuk tidak melakukan hal ini ketika cuaca panas atau sangat dingin

Bolehkah obat amlodipin dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?

Obat ini biasanya tidak dianjurkan dikonsumsi pada saat kehamilan atau menyusui. Jika kamu memiliki rencana untuk hamil atau kamu sedang hamil, bicaralah pada dokter mengenai manfaat dan bahaya mengonsumsi obat ini. Mungkin ada obat lain yang lebih aman.

Sejumlah kecil amlodipin dapat masuk ke dalam ASI, tetapi masih belum diketahui apakah ini membahayakan bayi atau tidak. Sebaiknya berkonsultasilah pada dokter terkait hal ini.

Punya pertanyaan lebih lanjut mengenai obat ini? Silakan chat dokter kami melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Drugs.com (2019). Diakses pada 16 Juni 2020. Amlodipine 

Healthline (2018). Diakses pada 16 Juni 2020. Amlodipine-Valsartan, Oral Tablet

Healthline (2018). Diakses pada 16 Juni 2020. Amlodipine-Benazepril, Oral Capsule

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 16 Juni 2020. High Blood Pressure (Hypertension) 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 16 Juni 2020. Amlodipine (Oral Route) 

Medical  News Today (2019). Diakses pada 16 Juni 2020. What to Know About Amlodipine 

NHS (2018). Diakses pada 16 Juni 2020. Amlodipine 

Webmd. Diakses pada 16 Juni 2020. Amlodipine Besylate 

    Berita Terkait
    register-docotr