Kamus Obat

Chlorhexidine

April 27, 2021 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Chlorhexidine adalah obat yang termasuk dalam kelompok antiseptik dan desinfektan. Obat ini merupakan obat topikal yang cukup banyak digunakan seperti povidone iodine.

Chlorhexidine mulai digunakan untuk keperluan medis sejak 1950-an dan kini telah masuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berikut informasi selengkapnya mengenai manfaat obat, dosis, cara pakai, serta risiko efek sampingnya.

Untuk apa obat chlorhexidine?

Chlorhexidine adalah obat yang digunakan untuk desinfeksi kulit sebelum operasi dan mensterilkan alat-alat atau instrumen bedah. Obat ini juga digunakan untuk membersihkan luka, termasuk luka bakar dan luka kulit.

Terkadang, chlorhexidine digunakan untuk membersihkan plak gigi, mencegah infeksi pada mulut, termasuk radang gusi, mukositis (radang selaput lendir) dan periodontitis (infeksi gusi serius).

Obat berupa larutan ini bisa dengan mudah tercampur dalam alkohol dan air serta efektif melawan mikroorganisme. Umumnya chlorhexidine tersedia sebagai sediaan larutan topikal yang untuk penggunaan luar.

Apa fungsi dan manfaat obat chlorhexidine?

Chlorhexidine memiliki fungsi sebagai desinfektan yang memiliki mekanisme aksi bakteriostatik (menghambat pertumbuhan bakteri) dan bakterisida (membunuh bakteri).

Larutan desinfektan ini memiliki aksi kerja yang lebih kuat dari povidone, tetapi efektivitasnya bergantung pada tingkat konsentrasi obat.

Chlorhexidine dapat membunuh bakteri dengan mengganggu membran sel bakteri. Karena sifatnya tersebut, larutan ini banyak dimanfaatkan sebagai obat untuk beberapa kondisi berikut:

Antiseptik

Dalam sebuah penelitian, chlorhexidine terbukti memiliki efektivitas dalam membunuh kuman dalam 30 detik dan lebih kuat dari povidone iodine.

Chlorhexidine glukonat juga digunakan sebagai pembersih kulit untuk scrub bedah, luka kulit, atau persiapan sebelum operasi, serta sebagai larutan cuci tangan anti kuman.

Seperti senyawa lainnya, obat ini tetap berada di kulit sehingga memberikan efek perlindungan yang lama. Selain itu, chlorhexidine juga telah ditetapkan efektif sebagai antiseptik terhadap COVID-19.

Obat ini umumnya dikombinasikan dengan alkohol, baik dalam bentuk etanol atau isopropil alkohol.

Dalam konsentrasi lebih dari 1mcg/ml, chlorhexidine sangat efektif melawan bakteri gram-positif. Konsentrasi yang jauh lebih tinggi, yakni 10 hingga lebih dari 73mcg/ml mungkin cukup diperlukan untuk mengatasi bakteri dan jamur gram-negatif.

Indikasi masalah gigi

Penggunaan obat kumur (mouthwash) berbahan dasar chlorhexidine dengan perawatan gigi normal, dapat dimanfaatkan untuk mengurangi plak gigi. Selain itu, perawatan ini juga dapat diberikan untuk mengatasi masalah radang gusi ringan (gingivitis).

Untuk kasus gingivitis sedang hingga berat, keefektifan chlorhexidine masih belum ditetapkan.

Kamu bisa menggunakan 20mL dua kali sehari dengan konsentrasi 0,1% hingga 0,2% untuk larutan kumur dengan durasi minimal 30 detik. Penggunaannya cukup direkomendasikan selama tidak lebih dari enam bulan karena kemungkinan munculnya pewarnaan pada gigi.

Chlorhexidine merupakan kation yang dapat berinteraksi dengan anion yang mungkin terkandung dalam pasta gigi, seperti natrium lauril sulfat dan natrium monofluorofosfat. Oleh karena itu, penggunaan larutan chlorhexidine perlu dijeda beberapa saat setelah kamu sikat gigi.

Interval terbaik yang cukup direkomendasikan antara menyikat gigi dan menggunakan obat kumur chlorhexidine adalah sekitar 30 menit. Atau mungkin kamu bisa menggunakannya tidak lebih dari dua jam setelah sikat gigi.

Merek dan harga obat chlorhexidine

Obat ini termasuk obat bebas sehingga kamu tidak memerlukan resep untuk mendapatkannya. Beberapa merek chlorhexidine yang telah beredar di Indonesia adalah Bezan, Hibitane 5% Concentrate, Fectin, Mediscrub, Hibisol, Neo-Resiguard.

Berikut informasi mengenai beberapa merek obat chlorhexidine beserta harganya:

  • Minosep gargle 60ml 0,1% dan 0,2%. Sediaan obat kumur antiseptik untuk mencegah gingivitis, bau mulut, dan mengurangi plak. Obat ini diproduksi oleh Minorock dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp34.840/botol.
  • Minosep Sol 30ml. Sediaan obat kumur untuk mencegah dan mengobati gingivitis serta membersihkan area kulit yang terluka. Obat ini diproduksi oleh Minorock dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp26.104/botol.
  • Minosep gargle hijau 60ml. Sediaan obat kumur untuk mencegah gingivitis dan mengurangi plak gigi. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp31.792/botol.
  • Orslim Mouth wash 180ml 2%. Sediaan obat kumur untuk menjaga kesehatan gigi serta mencegah masalah mulut karena kuman. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp40.414/pcs.
  • Bactigras 15x20cm. Sediaan kasa steril sebagai penutup luka untuk mencegah infeksi pada kulit, termasuk luka dan bisul. Kasa ini mengandung chlorhexidine asetat BP 0,5% dalam parafin putih dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp34.840/pcs.

Bagaimana cara pakai obat chlorhexidine?

Obat ini tidak untuk diminum. Gunakan hanya untuk penggunaan luar atau pada kulit yang membutuhkan. Baca dan ikuti petunjuk pemakaian yang tersedia dalam label kemasan obat. Jika ada yang tidak kamu pahami, tanyakan kembali pada apoteker untuk menjelaskannya.

Kamu bisa mengoleskan krim topikal setelah membersihkan bagian dikehendaki. Pastikan kulit benar-benar kering sebelum kamu mengoleskan obat. Jangan tutup area yang diobati kecuali ada instruksi dari dokter.

Untuk sediaan obat kumur, kamu bisa memasukkan larutan dalam mulut dan berkumur selama satu menit kemudian buang larutan dan jangan diminum.

Untuk menggunakan antiseptik topikal, kamu bisa membasahi tangan lebih dulu dengan air, kemudian tuangkan sekitar 5ml pembersih chlorhexidine ke tangan. Cuci tangan sekitar 15 detik kemudian bilas dan keringkan.

Sediaan larutan chlorhexidine dibuat dalam keadaan steril, tetapi kemungkinan dapat terkontaminasi bakteri. Usahakan jangan menyentuh ujung botol obat secara langsung. Gunakan kapas, aplikator, atau bantalan yang diberikan bersama obat.

Jika tidak tersedia aplikator, kamu bisa menggunakan aplikator lain sekali pakai, seperti kapas atau pembalut lain. Buang aplikator setelah digunakan dan jangan disimpan.

Jangan larutkan sediaan obat dengan pelarut lain, termasuk air karena dapat mengubah efektivitas obat.

Hindari area mata atau rongga tubuh, seperti vagina, mulut, atau telinga bagian dalam. Segera cuci bersih apabila larutan obat masuk ke mata. Beritahu dokter apabila kamu mengalami gangguan penglihatan.

Gunakan obat secara teratur untuk mendapatkan manfaat obat yang diinginkan. Kamu bisa berhenti menggunakan obat apabila gejala sakit sudah sembuh.

Hubungi dokter apabila masalah kamu tidak kunjung membaik atau bahkan memburuk setelah menggunakan chlorhexidine.

Kamu bisa menyimpan sediaan chlorhexidine pada suhu kamar terhindar dari kelembapan dan panas matahari setelah digunakan.

Berapa dosis obat chlorhexidine?

Dosis dewasa

Untuk seriawan dan perawatan kebersihan mulut

Sebagai sediaan larutan 2%: kumur obat dengan dosis 10 mL selama sekitar satu menit atau rendam gigi palsu selama 15 menit.

Untuk radang gusi (gingivitis)

Sebagai larutan dengan konsentrasi obat 0,12% kumur obat dalam mulut dengan dosis 15 mL selama sekitar 30 detik.

Sebagai larutan dengan konsentrasi obat 0,2% kumur larutan dalam mulut dengan dosis 10 mL selama sekitar 1 menit.

Untuk pencegahan karies gigi

Sebagai gel dengan konsentrasi obat 1% oleskan obat selama 5 menit setiap malam selama 14 hari. Perawatan dapat diulangi setiap 3-4 bulan.

Untuk antiseptik dan desinfektan

Untuk membersihkan luka kulit, termasuk luka bakar dapat diberikan dosis secukupnya larutan chlorhexidine asetat 0,05%.

Untuk membersihkan luka umum pada kulit, dapat diberikan dosis secukupnya dari larutan klorheksidin glukonat 4%.

Untuk luka bakar ringan dan luka lecet, dapat diberikan dosis obat krim chlorhexidine glukonat 0,25%.

Dosis anak

Dosis untuk anak usia di atas 12 tahun dapat diberikan dosis sama dengan dosis dewasa.

Apakah chlorhexidine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan chlorhexidine dalam golongan obat kategori kehamilan B untuk sediaan topikal. Namun, untuk sediaan yang diberikan sebagai keperluan periodontal, FDA memasukkan chlorhexidine dalam golongan obat C.

Umumnya sediaan larutan topikal aman digunakan selama kehamilan selama tidak tertelan. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai risiko dan manfaatnya sebelum menggunakan obat.

Chlorhexidine diketahui dapat masuk dalam ASI sehingga tidak disarankan untuk digunakan selama menyusui tanpa ada rekomendasi dari dokter.

Apa efek samping obat chlorhexidine yang mungkin terjadi?

Obat ini jarang menyebabkan reaksi alergi, tetapi reaksi alergi yang serius dapat terjadi. Hubungi dokter segera apabila muncul reaksi efek samping berikut:

  • Gejala reaksi alergi, seperti gatal-gatal, ruam kulit yang parah, mengi, kesulitan bernapas, keringat dingin, pusing parah, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Sensasi terbakar parah, gatal, atau kemerahan pada kulit tempat obat diaplikasikan
  • Lesi atau kulit mengelupas
  • Ruam parah atau kulit membengkak
  • Iritasi parah lainnya pada kulit yang dirawat
  • Perubahan warna gigi

Chlorhexidine bersifat ototoksik dan dapat menyebabkan ketulian apabila dimasukkan dalam telinga di mana gendang telinga pecah.

Apabila obat tertelan, obat ini dapat terserap oleh saluran pencernaan yang dapat menyebabkan iritasi lambung atau mual.

Peringatan dan perhatian

Jangan menggunakan chlorhexidine apabila kamu pernah mengalami alergi saat menggunakan obat ini sebelumnya.

Beritahu dokter atau apoteker mengenai keamanan penggunaan obat apabila kamu memiliki riwayat alergi lain sebelum menggunakan chlorhexidine topikal. Riwayat alergi ini termasuk alergi terhadap makanan, hewan, pewarna atau obat-obatan.

Beritahu dokter apabila kamu sedang hamil atau menyusui bayi sebelum memutuskan menggunakan chlorhexidine.

Berhati-hatilah saat menggunakan chlorhexidine topikal pada anak di bawah usia 2 bulan karena bisa menyebabkan iritasi parah atau luka bakar kimiawi. Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan obat ini pada anak-anak kecil.

Jangan menggunakan obat-obatan topikal lain untuk mengobati area kulit yang kamu rawat dengan chlorhexidine. Beritahu dokter apabila kamu telah menggunakan salep atau krim lain pada area kulit yang dirawat.

Obat lain yang diminum secara oral atau suntikan tidak akan berpengaruh pada chlorhexidine yang dioleskan secara topikal. Namun, beritahu dokter mengenai semua obat yang kamu gunakan, termasuk obat resep dan obat bebas, serta produk herbal.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Hans-P. Harke. 2007. “Disinfectants”, Ullman’s Encyclopedia of Industrial Chemistry (edisi ke-7), Wiley, hal. 10–11

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 31 Maret 2021, Chlorhexidine | C22H30Cl2N10 – PubChem

Drugsite Trust, diakses pada 31 Maret 2021, Chlorhexidine – FDA prescribing information

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 31 Maret 2021, Chlorhexidine: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 31 Maret 2021, KLORHEKSIDIN | PIO Nas

    register-docotr