Kamus Obat

Buspirone

May 14, 2021 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Buspirone merupakan agen ansiolitik (penenang) yang memiliki struktur kimia dan efek farmakologis yang unik. Namun, obat ini tidak memiliki sifat antikonvulsan dan tidak terkait dengan obat-obatan benzodiazepine, barbiturat, atau obat penenang lain.

Karena keunikan tersebut, obat yang termasuk dalam kelas azaspirodecanedione ini disebut sebagai agen ansioselektif.

Berikut informasi selengkapnya mengenai manfaat buspirone, cara minum, dosis, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat buspirone?

Buspirone adalah obat yang digunakan untuk membantu meredakan gejala kecemasan (anxiety disorder). Obat ini bukan termasuk antipsikotik, sehingga tidak boleh diresepkan untuk gangguan psikotik.

Buspirone tersedia sebagai sediaan tablet 10mg yang umumnya diminum melalui mulut. Penggunaan obat ini harus di bawah pengawasan dokter.

Apa fungsi dan manfaat buspirone?

Buspirone memiliki fungsi sebagai obat penenang dengan bertindak sebagai agonis penuh pada reseptor 5-HT1a. Reseptor ini memiliki peran penting dalam mengatur rasa cemas dan takut pada otak.

Mekanisme kerja buspirone tersebut dapat memengaruhi kadar senyawa tertentu, terutama serotonin yang mungkin tidak seimbang dalam otak. Efek pengobatan biasanya dapat dilihat setelah dua pekan pengobatan.

Oleh karena sifat yang dimilikinya, buspirone banyak dimanfaatkan sebagai pengobatan untuk kondisi berikut:

Gangguan kecemasan

Buspirone digunakan sebagai pengobatan untuk gangguan kecemasan (ansietas dan neurosis fobia). Obat ini juga digunakan sebagai pengobatan untuk gejala ansietas, seperti rasa takut, tegang, mudah tersinggung, pusing, detak jantung berdebar kencang, dan gejala fisik lainnya.

Namun, umumnya obat-obatan inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) lebih banyak direkomendasikan daripada buspirone. Obat ini mungkin akan diberikan apabila pasien tidak dapat menerima terapi lini pertama atau karena risiko tertentu.

Khasiat buspirone umumnya sebanding dengan golongan obat benzodiazepine, seperti alprazolam, clorazepate, diazepam, dan lorazepam.

Buspirone diketahui tidak efektif untuk mengobati jenis gangguan kecemasan lain selain gangguan kemasan umum (GAD). Namun, terdapat beberapa bukti yang terbatas bahwa obat ini dapat diberikan untuk mengatasi fobia sosial sebagai obat tambahan dengan SSRI.

Buspirone diketahui tidak memiliki efek ansiolitik secara langsung. Efek obat biasanya dapat terlihat setelah 2 sampai 4 pekan pengobatan. Hal ini disebabkan karena onset kerja obat yang tertunda sehingga cocok diberikan sebagai terapi perawatan.

Selain itu, buspirone juga telah digunakan sebagai terapi lini kedua untuk depresi unipolar apabila golongan obat SSRI tidak memadai atau gagal mencapai respons klinis.

Merek dan harga buspirone

Obat ini termasuk golongan obat keras sehingga kamu memerlukan resep dokter untuk bisa mendapatkannya. Merek buspirone yang telah beredar di Indonesia adalah Xiety.

Harga obat dapat berbeda pada masing-masing tempat. Namun, Xiety umumnya dijual dengan harga Rp468.000 hingga Rp 623.000 per boks.

Bagaimana cara minum obat buspirone?

Baca dan ikuti petunjuk cara minum serta dosis yang telah ditetapkan oleh dokter. Jangan mengonsumsi obat dalam jumlah lebih banyak, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang direkomendasikan.

Dokter mungkin akan meresepkan obat dimulai dengan dosis rendah dan dapat meningkat secara bertahap hingga dicapai respons klinis. Pastikan membaca aturan dosis dengan cermat sebelum mengonsumsi obat.

Minum obat secara teratur untuk mendapatkan efek terapi yang maksimal. Kamu bisa memecah bagian obat menjadi dua tau tiga bagian sesuai dosis yang telah dianjurkan oleh dokter.

Berusahalah untuk meminum obat dalam waktu yang sama setiap hari. Jika kamu lupa meminum dosis, segera ambil dosis saat kamu ingat. Lewati dosis apabila masuk dosis berikutnya. Jangan menggandakan dosis dalam satu waktu untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Jika kamu beralih minum dari obat kecemasan lain, kamu mungkin perlu menurunkan dosis obat lain secara perlahan daripada berhenti tiba-tiba. Beberapa obat kecemasan dapat menyebabkan gejala putus obat jika dihentikan tiba-tiba. Ikuti instruksi dokter mengenai pengurangan dosis.

Buspirone dapat memengaruhi hasil tes medis tertentu. Beritahu dokter bahwa kamu menggunakan obat ini. Kamu mungkin perlu berhenti mengonsumsi obat setidaknya 48 jam sebelum pemeriksaan.

Kamu bisa menyimpan buspirone pada suhu kamar terhindar dari kelembapan dan paparan sinar matahari setelah digunakan.

Berapa dosis buspirone?

Dosis obat ini tersedia untuk orang dewasa dengan ketentuan sebagai berikut:

Dosis dewasa

  • Dosis awal: 5 mg diminum dua atau tiga kali sehari. Dosis secara bertahap ditingkatkan dengan peningkatan 5 mg pada interval 2-3 hari.
  • Dosis pemeliharaan: 15 mg hingga 30 mg per hari diminum dosis terbagi.
  • Dosis maksimal: 60 mg setiap hari.

Apakah buspirone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Admninstration (FDA) memasukkan buspirone dalam golongan obat kategori kehamilan B.

Uji penelitian pada hewan telah membuktikan bahwa obat ini tidak menunjukkan efek merugikan pada janin. Namun, belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Obat ini diketahui dapat terserap dalam ASI sehingga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi selama menyusui.

Pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan mengonsumsi buspirone selama hamil atau menyusui.

Apa efek samping obat buspirone yang mungkin terjadi?

Hentikan pengobatan dan hubungi dokter apabila muncul gejala efek samping berikut setelah mengonsumsi obat ini:

  • Gejala reaksi alergi, seperti ruam kemerahan, gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Perasaan pusing seperti akan pingsan
  • Perubahan suasana hati atau perilaku yang tidak biasa, seperti terlalu tertekan, gelisah, atau memiliki perilaku kompulsif dan impulsif
  • Kecenderungan pikiran untuk menyakiti diri sendiri

Efek samping umum yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi buspirone, antara lain:

  • Penglihatan kabur
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mengantuk
  • Tremor
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Mual atau muntah
  • Sakit perut
  • Diare atau sembelit
  • Peningkatan keringat
  • Merasa gugup atau bersemangat
  • Mulut kering

Hubungi dokter jika gejala efek samping tersebut tidak menghilang, atau semakin parah, atau mungkin muncul gejala efek samping lain.

Peringatan dan perhatian

Jangan mengonsumsi buspirone apabila kamu memiliki riwayat alergi dengan obat ini sebelumnya.

Jangan gunakan buspirone jika kamu telah menggunakan MAO inhibitor dalam 14 hari terakhir. Interaksi obat yang berbahaya dapat terjadi. Penghambat MAO termasuk isocarboxazid, linezolid, injeksi metilen biru, phenelzine, rasagiline, selegiline, dan tranylcypromine.

Beritahu dokter mengenai riwayat penyakit tertentu yang kamu miliki. Kamu mungkin tidak dapat menerima buspirone apabila memiliki riwayat kesehatan berikut:

  • Penyakit hati yang parah
  • Penyakit ginjal yang parah
  • Epilepsi
  • Gangguan makan

Beritahu dokter mengenai riwayat penyakit lain yang kamu miliki sebelum menggunakan buspirone, terutama:

  • Gangguan mood lain, seperti depresi, gangguan bipolar
  • Riwayat penyalahgunaan obat atau alkoholisme
  • Gangguan kelemahan otot, seperti myasthenia gravis
  • Glaukoma

Jangan berkendara atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan karena obat ini dapat menyebabkan mengantuk.

Hindari mengonsumsi alkohol selama masa pengobatan karena alkohol dapat meningkatkan risiko efek samping tertentu.

Beritahu dokter dan apoteker jika kamu menggunakan salah satu dari obat-obatan berikut ini:

  • Obat untuk gangguan mood, misalnya phenelzine, isocarboxazid, tranylcypromine
  • Obat untuk mengobati infeksi jamur, misalnya ketoconazole, itraconazole
  • Antibiotik tertentu, seperti erythromycin, rifampicin
  • Obat untuk infeksi HIV, misalnya ritonavir
  • Obat-obatan untuk penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, misalnya diltiazem, verapamil
  • Obat-obatan untuk mengobati depresi, misalnya trazodone, nefazodone
  • Obat-obatan untuk epilepsi atau kejang, misalnya carbamazepine, phenytoin, phenobarbital

Mengonsumsi buspirone dengan obat lain yang membuat mengantuk atau memperlambat pernapasan dapat memperburuk efek tersebut. Tanyakan kepada dokter sebelum minum buspirone dengan obat tidur, obat nyeri narkotik, pelemas otot, obat untuk kecemasan, depresi, atau kejang.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Drugsite Trust, diakses pada 14 April 2021, Buspirone Monograph

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 14 April 2021, Buspirone | C21H31N5O2 – PubChem

Healthline Media, Inc, diakses pada 14 April 2021, Buspirone | Side Effects, Dosage, Uses, and More

Science Direct, diakses pada 14 April 2021, Buspirone – an overview

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 14 April 2021, Buspirone: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 14 April 2021, Buspiron | PIO Nas

    register-docotr