Diet dan Nutrisi

Moms, Cegah Stunting Rajin Cek Status Gizi Anak Yuk

April 23, 2020 | Santi Andriani | dr. Wawan Harimawan
feature image

Ditulis oleh:  dr. Wawan Harimawan

Moms, tumbuh kembang anak adalah salah satu hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam mengasuh buah hati. Tumbuh kembang yang tidak baik dapat menyebabkan anak mudah sakit, postur tubuh tidak berkembang, bahkan gangguan perkembangan mental dan psikologis buah hati di masa depan.

Sebenarnya istilah pertumbuhan sendiri menunjukkan pertambahan ukuran fisik dan struktur tubuh yang dapat diukur dengan angka. Sedangkan perkembangan menunjukkan kemampuan dan fungsi tubuh yang lebih kompleks.

Namun jangan salah ya moms, keduanya saling berkaitan sehingga penting sekali untuk memastikan tumbuh kembang si buah hati tetap baik.

Baca Juga: Awas, Kelamaan Kerja Depan Komputer Sebabkan Sakit Punggung Belakang

Status gizi buah hati dapat dinilai sejak dini

status gizi anak
Ketahui status gizi buah hati sejak dini. Foto: https://www.shutterstock.com/

Status gizi sendiri adalah penilaian pertumbuhan anak sesuai, yang dapat diukur dari panjang atau tinggi badan dan berat badan. Pengukuran status gizi sendiri dapat dinilai sejak dini, sebaiknya tiap bulan dalam usia 0-1 tahun, tiga bulan sekali saat usia balita, dan tiap enam bulan sekali setelah anak menginjak usia sekolah.

Pemantauan pertumbuhan anak yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) adalah dengan menggunakan kurva pertumbuhan dari World Health Organization (WHO) untuk anak berusia 0-5 tahun dan kurva Centre for Disease Control (CDC) untuk usia selanjutnya. 

Baca Juga: Moms Ingat, 3 Hal Ini Jangan Dilakukan saat Anak Demam

Waspadai status gizi kurang pada anak

status gizi anak
Cegah stunting dengan rajin mengecek status gizinya. Foto: https://www.webmd.com/

Salah satu yang harus diwaspadai adalah status gizi kurang yang disebut dengan stunting. Menurut Kementerian Kesehatan RI di 2018, Stunting sendiri terjadi jika tinggi anak tidak sesuai jika dibandingkan dengan usianya.

Stunting bisa terjadi karena asupan gizi yang kurang dalam jangka panjang sehingga pertumbuhan tinggi anak menjadi tidak optimal. Lalu bagaimana jika si buah hati mengalami stunting?

Jangan panik ya moms. Datangi fasilitas kesehatan untuk berkonsultasi mengenai pemberian makan anak, pemberian suplementasi seperti zat besi atau makanan tambahan seperti susu dan pengawasan pertumbuhan anak yang lebih ketat.  

Konsultasikan kondisi kesehatan anak kamu di Good Doctor. Yuk, lakukan konsultasi online dengan dokter terpercaya! langsung klik di sini untuk chat dengan dokter kami.

Reference

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. 18 August 2016.

http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1. 28 August 2019.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Buletin. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2018.

    register-docotr