Diet dan Nutrisi

Mengenal Ultra Low Fat Diet: Apa Itu dan Bagaimana Tips Aman Menerapkannya?

November 16, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Banyak cara dilakukan untuk menurunkan berat badan, salah satunya adalah dengan melakukan ultra low fat diet. Namun, penerapan diet ultra low fat ini harus tepat agar tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Perlu diketahui, dibutuhkan lebih dari sekadar mengonsumsi makanan rendah lemak agar dapat menurunkan berat badan. Nah, untuk mengetahui fakta lebih lanjut mengenai ultra low fat diet yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Bolehkah Anak Mengonsumsi Makanan Pedas dan Asam? Simak Dulu Faktanya!

Apa itu ultra low fat diet?

Ultra low fat diet atau diet sangat rendah lemak dapat diartikan bahwa konsumsi lemak yang dikonsumsi lebih dari 10 persen kalori. Hal ini juga cenderung rendah protein dan sangat tinggi karbohidrat dengan sekitar masing-masing 10 persen dan 80 persen.

Dilansir Healthline, pola makan ultra low fat diet adalah sebagian besar berbasis nabati dan membatasi asupan produk hewani berupa telur, daging, atau produk susu berlemak penuh.

Beberapa makanan nabati berlemak tinggi, berupa minyak zaitun extra virgin, kacang-kacangan, dan alpukat. Namun, diet ini bisa menjadi masalah karena lemak memiliki beberapa fungsi penting dalam tubuh.

Lemak merupakan sumber utama kalori dimana bertujuan untuk membangun membran sel serta hormon, dan membantu tubuh menyerap vitamin yang larut seperti vitamin A, D, E, dan K.

Selain itu, lemak umumnya dapat membuat makanan terasa lebih enak. Diet yang sangat rendah lemak tidak menyenangkan seperti diet yang sedang atau tinggi.

Meskipun begitu, penelitian menunjukkan jika ultra low fat diet mungkin memiliki manfaat yang sangat mengesankan terhadap beberapa kondisi serius. 

Manfaat utama dari ultra low fat diet

Ultra low fat diet telah dipelajari secara menyeluruh dan bukti menunjukkan bahwa mungkin bermanfaat melawan beberapa kondisi serius. Beberapa kondisi medis yang dimaksud adalah penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan sklerosis ganda.

Untuk pasien penyakit jantung

Studi menunjukkan bahwa diet ultra rendah lemak dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, protein C-reaktif tinggi, dan penanda peradangan. Satu studi pada 198 orang dengan penyakit jantung menemukan efek yang sangat cocok.

Namun, hanya 1 dari 77 orang yang mengikuti diet mengalami peristiwa terkait jantung, dibandingkan dengan lebih dari 60 persen yang tidak mengikuti diet. Oleh karena itu, jika kamu ingin menjalani diet ini pastikan kondisi tubuh terkait jantung juga sehat.

Untuk pasien diabetes tipe 2

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet yang sangat rendah lemak dan tinggi karbohidrat dapat menyebabkan perubahan pada diabetes tipe 2.

Misalnya, dalam sebuah penelitian pada orang dengan diabetes tipe 2 dengan diet nasi yang sangat rendah lemak sekitar 63 dari 100 peserta menurunkan kadar gula darah.

Terlebih lagi, 58 persen individu yang bergantung pada insulin sebelum penelitian dapat mengurangi atau menghentikan terapi sepenuhnya. Dalam studi lain tercatat bahwa ultra low fat diet lebih bermanfaat bagi penderita diabetes yang belum bergantung pada insulin.

Untuk pasien obesitas

Orang yang mengalami obesitas juga bisa mendapatkan keuntungan dari mengonsumsi makanan sangat rendah lemak. Melakukan diet dengan nasi yang sangat rendah lemak telah digunakan untuk mengobati orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Studi pada 106 orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas menemukan bahwa peserta diet kehilangan rata-rata 140 pon atau 63,5 kg. Bukti ini mungkin tampak mengejutkan untuk diet yang sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan.

Untuk pasien sklerosis ganda

Multiple sclerosis atau MS merupakan penyakit autoimun yang dapat memengaruhi otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik di mata. Orang dengan kondisi ini juga bisa mendapatkan manfaat dari diet ultra rendah lemak.

Bagaimana cara tepat menerapkan ultra low fat diet?

Untuk menerapkan ultra low fat diet, kamu bisa mendapatkan protein rendah lemak dari kacang tolo kering, tahu, yoghurt rendah lemak, susu rendah lemak, dan tuna yang dikemas dalam air.

Pilihlah beberapa makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, seperti salmon, biji rami, dan kenari. Sementara untuk tips memasak makanan rendah lemak bisa dilakukan dengan potong semua lemak yang terlihat atau hilangkan dari kulit unggas.

Cara lainnya, seperti dinginkan sup, kuah daging, dan buang lemak sebelum dimakan, jangan menggoreng makanan, dan gunakan saus berbahan dasar krim.

Baca juga: Perubahan pada Warna Lidah, Yuk Ketahui Penyebab dan Penanganannya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd (2019), diakses 13 November 2020. Low-Fat Diets for Weight Loss
  2. Healthline (2019), diakses 13 November 2020. Is an Ultra-Low-Fat Diet Healthy? The Surprising Truth
    register-docotr