Diet dan Nutrisi

Kopi Instan VS Kopi Seduh, Mana Lebih Sehat?

April 21, 2020 | Ajeng Annastasia
feature image

Oleh : Dr. Widiyutha Wiraprasastha

Kopi saat ini menjadi salah satu minuman popular di kalangan milenial. Berbagai jenis kopi pun sudah banyak tersedia, salah satunya kopi instan dan kopi seduh. Di antara kedua jenis kopi ini, adakah yang lebih sehat?

Banyak yang menganggap bahwa kopi seduh lebih sehat dibandingkan kopi instan. Disebut-sebut ini karena kopi seduh merupakan produk yang lebih alami dibandingkan kopi instan buatan pabrik.

Kopi instan VS kopi seduh

Hindari tambahan gula berlebihan saat minum kopi (Foto: Shutterstock)

Kopi instan merupakan produk kopi yang melalui proses panjang pemrosesan mesin industri. Secara garis besar, pemrosesan yang dilakukan adalah melakukan proses dehidrasi yaitu menghilangkan air dalam biji kopi yang sudah diproses agar tidak mudah busuk.

Sebenarnya dalam hal ini sama sekali tidak ada penambahan proses kimia yang seperti yang banyak dipercaya sebagian besar orang.

Sementara itu, kopi seduh merupakan produk di mana biji kopi yang sudah dipanen akan langsung dipanggang. Kopi seduh umumnya tidak melalui proses dehidrasi seperti layaknya kopi instan.

Baca juga: Tidak Pakai Mahal, 10 Bahan Rumahan Ini Bisa Memutihkan Gigi Secara Alami

Jika dibandingkan, tidak bisa secara langsung salah satunya menjadi lebih sehat atau tidak. Semua bergantung pada batas maksimal konsumsi serta bahan tambahan yang digunakan.

Agar lebih aman, lebih baik batasi cukup minum 1-2 cangkir kopi saja per harinya. Hindari juga berlebihan menambahkan bahan tambahan seperti gula pasir, krimer, susu, atau zat pemanis dan perasa lainnya.

Manfaat konsumsi kopi bagi kesehatan

1. Memberi energi tambahan

Secangkir kopi memberikan energi tambahan bagi tubuh dan memperkuat fokus. Beberapa studi juga menjelaskan bahwa kafein dalam kopi dapat berguna untuk meningkatkan mood, membantu otak untuk bekerja lebih baik dan meningkatkan performa saat aktivitas.

2. Menurunkan risiko diabetes tipe 2

Jika diminum sesuai porsi, kopi bisa turunkan risiko diabetes (Foto: Shutterstock)

Jenis kopi java bean disebut-sebut mampu menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit Parkinson.

3. Sumber antioksidan alami

Kopi merupakan salah satu sumber antioksidan yang berguna dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

4. Menurunkan risiko penyakit jantung dan sistem saraf

Jaga kesehatan jantung dengan minum kopi sesuai batas anjuran (Foto: Shutterstock)

Konsumsi kopi erat dihubungkan dengan risiko kematian yang lebih rendah, seperti menurunkan risiko penyakit jantung dan penyakit sistem saraf. 

Pada intinya, minum kopi sebenarnya memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, baik kopi instan maupun kopi seduh. Hanya saja, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan efeknya justru sebaliknya.

Menurut American Heart Association, mengonsumsi kopi lebih dari 3 cangkir per hari secara jangka panjang tidak baik bagi kesehatan. Jadi, sebaiknya kamu batasi jumlah konsumsi kopi supaya bisa mendapatkan manfaat sehatnya, ya!

Baca juga: Alternatif Air Putih untuk Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh, Apa Saja?

Reference

American Heart Association News. Is Coffee Good For You or Not? 28 September 2018.

J.H Zaidi, I. Fatima, M. Arif, I.H. Qureshi. “Determination of trace elements in coffee beans and instant coffee of various origins.”  Journal of Radionalytical and Nuclear Chemistry (2005): 109 – 112.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/270202

    register-docotr