Diet dan Nutrisi

Diet Vegan Mentah Bisa Sebabkan Gangguan Menstruasi? Simak Penjelasannya Ladies!

September 3, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Sudah bukan menjadi rahasia umum jika makanan dapat memengaruhi kesehatan dan berdampak khusus pada tubuh, termasuk saluran reproduksi wanita. Tak hanya vegetarian, jika seseorang hanya mengonsumsi satu jenis makanan saja maka bisa memengaruhi siklus menstruasi lho!

Perlu diketahui, pola makan vegan yang sepenuhnya mentah bisa pula menimbulkan beberapa risiko kesehatan, terutama jika tidak direncanakan dengan baik. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya yuk simak hubungan antara amenorrhea dengan diet vegan mentah berikut.

Baca juga: Ketagihan Mi Instan? Ketahui Cara-cara Tepat untuk Mengatasinya!

Apa itu amenorrhea?

Seperti yang sudah dijelaskan, masuknya makanan ke dalam tubuh akan memengaruhi kesehatan reproduksi wanita, salah satunya berhubungan dengan amenorrhea.

Nah, dilansir dari Medical News Today, amenorrhea sendiri merupakan kondisi dimana tidak ada menstruasi selama bertahun-tahun antara masa pubertas dan menopause.

Perlu diketahui, sekitar masa pubertas haid akan dimulai dan kemudian biasanya terjadi sekitar sebulan sekali hingga berusia 50 tahun. Ketika menstruasi sudah berhenti sama sekali, maka saat itulah masa menopause akan dimulai.

Namun, ketika menstruasi tidak terjadi sementara mereka masih dalam usia pubertas, maka kondisi ini dinamakan amenore. Kondisi amenorrhea ini kerap kali berhubungan dengan gaya hidup sehingga penanganannya tergantung pada penyebab yang mendasari.

Karena itu, perubahan rencana pola hidup termasuk menjaga asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh bisa menjadi pilihan karena dapat membantu menstabilkan siklus bulanan.

Hubungan diet vegan mentah dengan perubahan siklus haid

Terdapat berbagai manfaat kesehatan dari vegetarian, seperti penurunan risiko diabetes, kolesterol tinggi, kanker, dan penyakit yang berkaitan dengan kelebihan berat badan. Namun, apabila pola makan vegan ini tidak terencana maka bisa berpengaruh pada siklus menstruasi.

Sebuah penelitian yang dilakukan menjelaskan bahwa 70 persen wanita yang mengikuti pola makan vegan mentah mengalami ketidakteraturan dalam siklus menstruasi. Terlebih lagi, sekitar sepertiganya bahkan mengembangkan kondisi amenore.

Dalam beberapa kasus, pola makan vegan mentah juga bisa memengaruhi kesuburan. Salah satu cara utama pola makan vegan bisa memengaruhi kesuburan wanita adalah karena sangat rendah kalori.

Hal inilah yang kemudian dapat menurunkan berat badan sehingga mengurangi kemampuan untuk menstruasi.

Pengaruh diet vegan mentah, sebabkan kekurangan zat besi hingga pengaruhi panjang siklus haid

Siklus menstruasi yang terjadi selama sebulan sekali mengharuskan wanita untuk menjaga kadar nutrisi tubuh tetap terjaga dengan baik. Ketika seseorang melakukan diet vegan mentah, maka biasanya akan memengaruhi kondisi kesehatan tubuh, termasuk siklus menstruasi.

Pola makan vegan mentah umumnya kaya akan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Meski sehat, namun diet vegan bisa juga berbahaya jika tidak direncanakan dengan baik karena bisa menyebabkan ketidakseimbangan gizi dalam tubuh.

Nah, beberapa pengaruh lain akibat diet vegan mentah yang perlu diketahui, yakni:

Kekurangan zat besi

Perlu dipahami, orang yang tidak makan produk daging memiliki risiko lebih besar untuk mengembangkan kekurangan zat besi. Kadar zat besi yang rendah dalam darah merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit anemia.

Karena itu, orang yang mengalami kehilangan darah akibat menstruasi dan dibarengi dengan asupan zat besi kurang bisa meningkatkan risiko terkena anemia.

Zat besi yang rendah dapat mengakibatkan penurunan kinerja fisik dan mental, lemahnya sistem kekebalan tubuh, hingga peningkatan risiko komplikasi kehamilan.

Baca juga: Bahaya Vape untuk Wanita, Bisa Pengaruhi Kesuburan hingga Ganggu Kesehatan Janin Lho!

Pengaruhi panjang siklus haid

Seorang vegetarian biasanya memiliki masalah yang berkaitan dengan perubahan siklus menstruasi. Untuk itu, umumnya orang yang tidak makan daging cenderung memiliki berat badan lebih rendah dan berisiko menyebabkan munculnya masalah dengan panjang siklus haid. 

Tidak banyak bukti yang menghubungkan pola makan tanpa daging dengan perubahan siklus menstruasi. Orang dengan pola makan tidak teratur termasuk anoreksia lebih cenderung dikarenakan mengikuti diet tipe vegetarian di masa lalu.

Hal ini kemudian menunjukkan hubungan antara pembatasan kalori ekstrem dan perubahan panjang siklus.

Meningkatkan gejala menstruasi

Dalam satu studi populasi observasional di Australia, vegetarian terbukti mengalami peningkatan gejala pra menstruasi dan menstruasi. Selain itu, pola makan vegan mentah juga bisa menyebabkan siklus yang tidak teratur dan menstruasi menjadi lebih berat.

Meski peneliti tidak yakin penyebab munculnya gejala menstruasi ini, namun kemungkinan terjadi karena perbedaan kadar zat besi pada seorang vegetarian.

Untuk itu, gejala-gejala ini dibicarakan lebih lanjut dengan seorang profesional medis untuk membantu menemukan pengobatan yang cocok.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Medical News Today (2018), diakses pada 1 September 2020. What is amenorrhea?
  2. Healthline (2018), diakses pada 1 September 2020.How to Follow a Raw Vegan Diet: Benefits and Risks
  3. Heloclue.com (2018), diakses pada 1 September 2020. Vegetarianism, veganism, and the menstrual cycle
    Berita Terkait
    register-docotr