Diet dan Nutrisi

Ini Alasan Mengapa Mudah Turunkan Berat Badan Usai Menikah

April 20, 2020 | Ahmad Ridwan | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Apakah berat badan kamu turun setelah menikah? Jika iya, kamu termasuk orang yang beruntung. Kondisi itu, sekaligus juga dapat membantu kamu terhindar dari penyakit obesitas.

Tapi, selain itu, apakah ada cara lain untuk terhindar dari serangan obesitas? Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

Obesitas merupakan suatu keadaan di mana seseorang mengalami kelebihan body fat atau lemak tubuh yang menyebabkan orang tersebut memiliki masalah kesehatan.

Obesitas disebabkan oleh asupan energi tidak seimbang dengan kalori yang dikeluarkan.

Data dari Riskesdas menyebutkan bahwa prevalensi penduduk Indonesia yang obesitas dari 14.8 persen menjadi 21.8 persen. Dari data ini terlihat bahwa semakin hari semakin banyak penduduk Indonesia yang memiliki lemak tubuh yang berlebih.

Untuk orang Indonesia, berat badan yang dikatakan obesitas di mana indeks massa tubuhnya (BMI) menyentuh angka 25-29.9 kg/m2. Untuk mengetahuinya bisa dihitung sendiri dengan cara BMI = BB/TB (kuadrat), BB (kg), TB (m).

Tiga cara kurangi berat badan

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk berat badan kamu turun secara cepat, akurat dan sehat:

  1. Komitmen dengan diri sendiri dan menentukan target berat badan yang ingin dicapai untuk 1 bulan pertama.
  2. Buat menu diet yang sesuai dengan kondisi berat badan sekarang, keuangan dan kalori makanan yang akan dikonsumsi.
  3. Lakukan aktifitas fisik yang rutin. Aktifitas ini tidak hanya olahraga, tetapi juga termasuk, membersihkan rumah, bermain dengan anak atau berkebun.

Mengutip CNN, selain melakukan cara di atas, kamu juga dapat menurunkan berat badan dengan cara mengonsumsi 100 gram sayuran dalam sehari. Cara ini dapat dapat menurunkan berat sekitar 1 kilo selama 6 bulan. Meski terlihat sedikit namun rutin mengonsumsi sayuran dapat menurunkan risiko terkena obesitas sebanyak 17 persen.

Berat badan turun setelah menikah

Menurut Amy A Gorin, PhD, Profesor dari Psychological Sciences di Institute for Collaboration on Health, Intervention, and Policy at the University of Connecticut, Storrs, and colleagues, menurunkan berat badan ternyata lebih mudah dilakukan seseorang setelah menikah.

Hal ini bisa terjadi karena ketika salah satu pasangan melakukan program diet, secara otomatis pasangannya akan ikut serta dalam program tersebut meskipun tidak melakukan diet.

Ini dikarenakan “ripple effect” yang terjadi. Ripple effect ini dapat terjadi di mana jika seseorang melakukan perubahan maka orang di sekitarnya juga akan ikut berubah.

Saat seseorang sudah menikah akan banyak hal yang dilakukan bersama sehingga kebiasaan itupun secara tidak sadar menjadi tertular antar satu dan lainnya.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Busko, Marlene. Weight Loss in Married Couples Shows ‘Ripple Effect’. 06 February 2018. 28 August 2019.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil Utama Riskesdas 2018. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2018.

    Berita Terkait
    register-docotr