Diet dan Nutrisi

Bahaya Sering Konsumsi Minuman Ringan bagi Tubuh: Bisa Bikin Obesitas hingga Diabetes

November 6, 2020 | Nik Nik Fadlah
no-image

Minuman ringan seringkali menjadi pilihan ketika cuaca panas. Minuman ringan memang dapat menyegakan tubuh serta pikiran, terutama jika dikonsumsi saat dingin. Rasanya yang manis pun menjadikannya favorit bagi banyak orang.

Tetapi, tahukah kamu bahwa mengonsumsi minuman ringan yang tinggi akan kandungan gula dapat berimbas pada kesehatan tubuhmu? Lantas, apa bahaya minuman ringan?

Baca juga: Catat Moms, Ini Bahaya Minuman Kemasan jika Dikonsumsi Balita dan Anak

Bahaya minuman ringan bagi tubuh

Melansir dari Harvard T.C Chan, minuman manis atau yang juga dikategorikan sebagai minuman ringan (softdrink) mengacu pada minuman dengan tambahan gula atau pemanis lainnya, misalnya saja sirup jagung tinggi fruktosa dan sukrosa.

Berikut yang termasuk dalam golongan minuman ringan adalah minuman bersoda, jus buah dalam kemasan, minuman bubuk manis, vitamin water, minuman siap saji yang mengandung kafein, minuman energi, atau bahkan minuman olahraga.

Ketika kamu mengonsumsi minuman ringan, kamu mungkin saja akan ketagihan dengan rasanya yang manis. Eitss, tetapi di balik itu semua jika kamu terlalu sering mengonsumsi minuman ringan, ini dapat menimbulkan efek buruk pada tubuh.

Nah, berikut adalah bahaya minuman ringan jika terlalu sering dikonsumsi yang wajib kamu ketahui.

1. Obesitas

Bahaya minuman ringan yang pertama adalah dapat menyebabkan obesitas. Semakin banyak jumlah minuman ringan yang dikonsumsi, maka semakin banyak pula kalori yang dikonsumsi.

Bahkan dalam sebuah penelitian, seseorang yang meminum minuman bersoda yang mengandung gula tambahan, dapat mengonsumsi kalori sebesar 17 persen lebih banyak.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa seseorang yang mengonsumsi minuman yang dimaniskan dengan tambahan gula secara konsisten dapat mengalami kenaikan berat badan lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi minuman ringan.

2. Bahaya minuman ringan: Risiko diabetes

Seseorang yang mengonsumsi minuman ringan secara terus-menerus, sebanyak 1 hingga 2 kaleng sehari atau lebih dapat mengembangkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 26 persen. Diabetes tipe 2 ditandai dengan peningkatan gula darah karena resistensi atau defisiensi insulin.

Studi yang dilakukan dengan mengamati keterkaitan antara konsumsi gula dan diabetes pada 175 negara menunjukkan bahwa, untuk setiap konsumsi 1 kaleng minuman bersoda sehari (sekitar 150 kalori gula), risiko diabetes tipe 2 dapat meningkat sebesar 1,1 persen.

Baca juga: Bagi Penderita Diabetes, Ini Bahaya Minuman Bersoda bagi Tubuh Kamu

3. Penyakit jantung

Asupan gula secara berlebihan juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung. Maka dari itu, bahaya minuman kemasan selanjutnya yakni dapat meningkatkan faktor risiko penyakit jantung, termasuk gula darah tinggi, dan trigliserida darah.

Sebuah studi selama 20 tahun pada 40.000 pria menemukan bahwa mereka yang rata-rata mengonsumsi 1 minuman ringan dengan pemanis per hari memiliki risiko 20 persen lebih tinggi terkena serangan jantung atau meninggal akibat serangan jantung.

Risiko obesitas atau terlalu banyak mengonsumsi kalori mungkin dapat menjelaskan sebagian hubungan antara minuman kemasan dengan tambahan gula dengan penyakit jantung.

4. Asam urat

Asam urat adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan serta rasa sakit pada sendi, terutama pada jempol kaki. Biasanya asam urat terjadi ketika kadar asam urat yang tinggi di dalam darah membentuk kristal.

Perlu kamu ketahui bahwa fruktosa dapat meningkatkan kadar asam urat. Oleh karenanya, banyak penelitian yang menunjukkan hubungan yang kuat antara minuman yang dimaniskan dengan asam urat.

Pada sebuah penelitian yang melibatkan sebanyak 80.000 wanita selama 22 tahun menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi 1 minuman manis sehari memiliki risiko asam urat sebesar 75 persen lebih besar dibandingkan dengan wanita yang jarang mengonsumsi minuman manis.  

5. Kerusakan gigi, sebagai akibat dari bahaya minuman ringan

Minuman ringan yang mengandung gula tidak baik untuk kesehatan gigi. Minuman bersoda mengandung asam seperti asam fosfat dan asam karbonat.

Kedua asam tersebut dapat menciptakan lingkungan yang sangat asam di dalam mulut. Akibatnya, gigi menjadi rentan terhadap kerusakan.

Asam yang terkandung dalam soda memang dapat menyebabkan menimbulkan risiko kerusakan gigi. Namu, kombinasi dengan tambahan gula lah yang menyebabkan minuman bersoda lebih berbahaya.

6. Peningkatan risiko kanker

Selain bahaya yang sudah dijelaskan di atas, bahaya minuman ringan yang juga harus kamu waspadai adalah dapat meningkatkan risiko kanker.

Satu studi terhadap lebih dari 60.000 orang dewasa menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi 2 atau lebih minuman bersoda manis per minggu, lebih berisiko terkena kanker pankreas sebesar 87 persen dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi minuman bersoda.

Nah, itulah informasi mengenai bahaya minuman ringan. Minuman ringan memang terasa nikmat, tetapi akan lebih baik jika kamu mengonsumsi minuman yang lebih menyehatkan ya untuk tubuh.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Harvard T.H. Chan. Diakses pada 27 Oktober 2020. Sugary Drinks 

Healthline (2019). Diakses pada 27 Oktober 2020. 13 Ways That Sugary Soda Is Bad for Your Health 

Science Direct (2014). Diakses pada 27 Oktober 2020. Soft Drinks 

DiMeglio, D P, dan R D Mattes (2000). Liquid Versus Solid Carbohydrate: Effects on Food Intake and Body Weight. NIH (diakses pada 27 Oktober 2020)

Torre, Sophie Bucher Della, Amélie Keller (2015). Sugar-Sweetened Beverages and Obesity Risk in Children and Adolescents: A Systematic Analysis on How Methodological Quality May Influence Conclusions. NIH (diakses pada 27 Oktober 2020)

Basu, Sanjay, Paula Yoffe (2013). The Relationship of Sugar to Population-level Diabetes Prevalence: An Econometric Analysis of Repeated Cross-sectional Data. NIH (diakses pada 27 Oktober 2020)

De Koning, Lawrence, Vasanti S Malik (2012). Sweetened Beverage Consumption, Incident Coronary Heart Disease, and Biomarkers of Risk in Men. NIH (diakses pada 27 Oktober 2020)

Choi, Hyon K, Walter Willett (2010). Fructose-Rich Beverages and Risk of Gout in Women. JAMA. (diakses pada 27 Oktober 2020)

Mueller, Noel T, Andrew Odegaard (2012). Soft Drink and Juice Consumption and Risk of Pancreatic Cancer: The Singapore Chinese Health Study. NCBI

    Berita Terkait
    register-docotr