Kulit & Perawatan Tubuh

Mampu Atasi Kerutan pada Wajah, Kenali Lebih Dalam Suntik Botox di Sini

November 28, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Setiap perempuan pasti menginginkan dirinya cantik. Ada banyak sekali prosedur kecantikan yang tersedia saat ini, salah satu yang paling populer adalah suntik botox, yang biasa digunakan untuk mengurangi kerutan pada wajah.

Nah, agar kamu lebih memahami apa itu suntik botox, fungsi, serta efeknya, kamu bisa menyimak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Keliru kalau Suntik Botox hanya agar Cantik, Ini Manfaat Lainnya untuk Kesehatan

Apa itu suntik botox?

Melansir dari Webmd, botox (botulinum toxin) adalah obat yang digunakan selama bertahun-tahun untuk mengatasi kerutan serta garis-garis halus pada wajah. Botox sendiri adalah nama racun yang dibuat oleh bakteri Clostridium botulinum.

Botox awalnya disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada 1989 untuk pengobatan blepharospasm (mata kedutan) dan masalah otot lainnya.

Kemudian pada 2002, FDA menyetujui penggunaan botox dalam perawatan kosmetik, untuk menangani garis kerutan yang berada di antara alis. Selanjutnya pada 2013, FDA menyetujui penggunaan botox untuk menangani kerutan di sekitar sudut mata.

Apa fungsi dari suntik botox?

Botox memblokir sinyal dari saraf ke otot. Otot yang disuntikkan tidak bisa berkontraksi, hal ini menyebabkan keriput menjadi lebih rileks dan samar.

Penggunaan yang paling umum dari suntikan ini adalah untuk mengendurkan otot wajah sementara waktu sehingga menyebabkan kerutan di dahi dan sekitar mata berkurang.

Meskipun paling sering digunakan dalam perawatan kecantikan, tetapi prosedur ini juga bisa membantu untuk mengobati suatu kondisi tertentu, seperti:

Distonia serviks

Kondisi ini menyebabkan otot leher berkontraksi tanpa disengaja sehingga dapat menyebabkan kepala berubah menjadi posisi yang tidak nyaman.

Hiperhidrosis

Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang memiliki keringat berlebih yang dapat terjadi bahkan ketika suhu tidak panas atau ia tidak melakukan aktivitas fisik tertentu.

Migrain kronis

Suntik botox juga dapat membantu untuk mengurangi frekuensi sakit kepala akibat migrain yang terjadi lebih dari 15 hari dalam sebulan.

Disfungsi kandung kemih

Prosedur ini juga bisa digunakan untuk mengurangi inkontinensia urine (sulit untuk menahan buang air kecil) yang disebabkan oleh kandung kemih yang terlalu aktif.

Mata kedutan

Selain kondisi medis yang telah disebutkan di atas, botox juga dapat membantu meredakan kontraksi atau kedutan otot di sekitar mata.

Bagaimana prosedur dari suntik botox?

Untuk melakukan prosedur ini hanya memerlukan beberapa menit saja. Biasanya, kamu tidak memerlukan anestesi. Selama prosedur, jarum tipis dengan sejumlah kecil botulinum toxin akan disuntikkan ke kulit atau otot.

Jumlah suntikan yang dibutuhkan bergantung dari beberapa faktor, seperti misalnya saja luas area yang akan disuntikkan. Biasanya, diperlukan waktu 7-14 hari untuk memperoleh efek maksimal.

Sebaiknya, hindarilah untuk menggosok area yang disuntik selama 24 jam. Hal ini berguna agar botox tidak menyebar ke area lain. Perlu diketahui bahwa, prosedur ini bersifat tidak permanen, biasanya hanya bertahan sekitar 3-4 bulan saja.

Baca juga: 7 Manfaat Hyaluronic Acid untuk Kecantikan: Kencangkan Kulit hingga Samarkan Kerutan

Efek dari suntik botox

Suntik botox bekerja dengan memblokir sinyal saraf dan kontraksi otot untuk sementara waktu. Hal ini dapat memperbaiki tampilan kerutan di sekitar mata dan di antara alis.

Tidak sampai di situ saja, efek dari prosedur ini juga dapat memperlambat pembentukan garis-garis baru dengan cara mencegah kontraksi otot wajah. Jika dilakukan oleh praktisi yang berkualifikasi, prosedur ini relatif aman.

Meskipun demikian, ada beberapa risiko atau efek samping sementara yang perlu kamu ketahui, di antaranya adalah:

  • Sakit kepala atau gejala seperti flu selam 24 jam pertama setelah suntikan
  • Memar, bengkak, dan kemerahan pada area di mana jarum disuntikkan
  • Jika ada terlalu banyak botox yang disuntikkan, kamu mungkin saja tidak dapat menggerakkan otot wajah
  • Kelopak mata atau alis yang terkulai sementara jika botox disuntikkan ke area ini

Botox biasanya tidak disarankan untuk digunakan pada ibu hamil dan menyusui. Selain itu, botox tidak boleh digunakan pada orang yang alergi terhadap protein susu sapi.

Berapa biaya suntik botox?

Biaya untuk melakukan prosedur ini pada masing-masing tempat sangat bervariasi. Ini bergantung pada klinik kecantikan yang akan kamu datangi. Namun, biasanya biaya untuk satu unitnya (titik suntik) sekira Rp100.000,-. Sedangkan untuk satu kali suntik botox dibutuhkan sekitar 10 unit.

Oleh karenanya, untuk mengetahui harga suntik botox secara pasti, akan lebih baik jika kamu berkonsultasi langsung dengan klinik kecantikan yang akan kamu datangi ya.

Untuk mengetahui informasi ini lebih lanjut, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 17 November 2020. Botox: The Cosmetic Use of Botulinum Toxin 

Kompas.com (2018). Diakses pada 17 November 2020. Ingin Suntik Botox dan Filler, Berapa Dana yang Harus Disiapkan? 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 17 November 2020. Botox injections 

NHS (2019). Diakses pada 17 November 2020. Botox injections

Webmd (2020). Diakses pada 17 November 2020. Botox 

    Berita Terkait
    register-docotr