Kulit & Perawatan Tubuh

Kulit Gatal karena Gigitan Tungau, Kenali Ciri-ciri, Efek dan Cara Mengatasinya

June 5, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Pernahkah kamu tiba-tiba merasa gatal dan muncul ruam merah di kulit? Bisa jadi itu dikarenakan gigitan tungau. Gigitan tungau bisa terjadi di area kulit mana saja, dan karena tungau sangat kecil, kita cenderung tidak sadar kalau kita sudah digigit.

Selain menimbulkan rasa gatal, gigitan tungau juga bisa menyebabkan beberapa efek lainnya yang sangat membuat kita tidak nyaman selama beberapa minggu.   

Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai tungau dan gigitannya, yuk simak ulasannya, di bawah ini!

Apa itu tungau?

Tungau adalah istilah yang biasa digunakan merujuk pada sekelompok organisme mirip serangga. Beberapa di antaranya menggigit atau menyebabkan iritasi pada manusia.

Tungau sulit dideteksi karena ukurannya yang kecil. Arthropoda mikroskopis ini diperkirakan hanya berukuran 1/4 hingga 1/3 milimeter. Kamu hanya dapat melihat tungau di bawah mikroskop, bahkan mereka hanya terlihat seperti makhluk laba-laba putih kecil.

Tungau jantan bisa hidup lebih dari sebulan, sedangkan tungau betina bisa hidup hingga 90 hari. Ketika hinggap, tungau meninggalkan kulit dan kotoran yang juga bisa memicu alergi dan rasa gatal yang membuat kita tidak berhenti menggaruk.

Ada beberapa tungau yang bisa menyebabkan alergi pada manusia, seperti:

  • Chigger
  • Tungau debu rumah
  • Sarcoptes scabiei
  • Demodex

Jenis tungau ini adalah yang paling umum dijumpai dan menyebabkan iritasi. Ada juga beberapa tungau lainnya yang juga dapat menimbulkan gatal atau juga membuat kulit menjadi kering dan biasanya dialami oleh mereka yang mengurus perkebunan atau peternakan seperti tungau burung, tungau tikus, tungau babi, dan tungau jerami. 

Ilustrasi tungau. Foto www.pixabay.com

Ciri-ciri gigitan tungau 

Gigitan tungau. Foto www.pixabay.com

Gigitan tungau seringkali sulit diidentifikasi. Kamu mungkin tidak merasakan gigitan sampai itu terjadi, dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Sementara, gejala yang dirasakan akan bervariasi tergantung pada tungau yang menggigit kamu.

Ada beberapa ciri umum yang dapat membantu kamu mengidentifikasi gigitan tungau, seperti:

  • Merah dan tanda seperti ruam pada kulit
  • Muncul benjolan kecil yang bisa menjadi keras dan meradang
  • Iritasi, gatal, dan nyeri di dekat tanda ruam, atau benjolan
  • Kulit bengkak atau melepuh di dekat gigitan

Selain itu, gigitan tungau juga dapat menimbulkan reaksi alergi. Reaksi alergi ini sendiri adalah hal umum, kamu mungkin akan merasa sesak, batuk, dan nyeri pada dada karena alergi tungau.

Efek gigitan tungau

Gigitan tungan tidak hanya menimbulkan rasa gatal tapi ada berbagai efek yang lainnya ditimbulkan dari gigitan tungau. Efek yang ditimbulkan ini juga bervariasi tergantung dari spesies tungau yang menggigit kamu.

1. Infeksi dan demam

Infeksi dan demam adalah efek dari gigitan tungan Chiggers. Tungau satu ini biasanya menggigit kamu di beberapa bagian tubuh seperti pinggang, ketiak, dan pergelangan kami. 

Gigitan tersebut membentuk bekas merah dalam satu hari, dan bekas ini akhirnya mengeras dan meradang. Usahakan untuk tidak menggaruk secara berlebihan untuk menghindari infeksi. 

2. Kudis

Sarcoptes scabiei dapat membuat kamu mengalami kudis, dengan gatal merah yang berair. Gatal yang berhubungan dengan kudis seringkali parah dan bisa menjadi lebih buruk di malam hari. Kudis membutuhkan perawatan medis, jadi penting untuk menindaklanjuti ke dokter.

3. Masalah kulit 

Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan, tungau demodex dapat berkontribusi atau memperburuk kondisi kulit wajah yang ada, seperti kulit gatal atau bersisik, kulit kemerahan, peningkatan sensitivitas kulit, sensasi terbakar di kulit, dan kulit terasa kasar seperti amplas.

4. Gangguan pernapasan

Kita bisa mengalami gangguan pernapasan karena tungau debu rumah, ini juga menjadi penyebab masalah asma yang paling umum yang diderita oleh anak kecil. Biasanya gangguan pernapasan ini adalah efek dari udara yang telah terkontaminasi oleh tungau dan kulit tungau debu.

Tungau debu yang sudah mati pun bisa menyebabkan reaksi alergi.  

Baca juga: Kulit Gatal seperti Terbakar Bisa Jadi Kena Penyakit Eksim, Kenali Penyebabnya

Cara mengatasi gigitan tungau

Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan ketika digigit oleh tungau. Cara pertama adalah dengan mengendalikan tungau agar efek dari gigitan bisa lebih sedikit dan tidak menjadi semakin parah. Selain itu, biasanya dokter akan meresepkan beberapa obat berikut ini:

1. Antihistamin 

Zat kimia dalam obat ini bekerja dengan memblokir histamin, yang dilepaskan ketika sistem kekebalan tubuh Anda bertemu alergen. Obat ini meredakan gatal, bersin dan pilek.

Antihistamin tergolong dalam golongan obat OTC, artinya kamu bisa secara bebas membelinya tanpa memerlukan resep dokter. Beberapa antihistamin yang dijual bebas, seperti fexofenadine, loratadine, cetirizine, serta sirup untuk anak-anak.

2. Kortikosteroid

Diberikan sebagai semprotan hidung dapat mengurangi peradangan dan mengontrol gejala demam. Obat-obatan ini termasuk fluticasone propionate, mometasone furoate, triamcinolone, ciclesonide. Dosis dan efek samping kortikosteroid hidung juga terbilang rendah dibanding dengan jenis oral.

3. Dekongestan

Dekongestan dapat membantu mengecilkan jaringan yang bengkak di saluran hidung dan membuatnya lebih mudah untuk bernapas melalui hidung. Beberapa tablet alergi yang dijual bebas mengkombinasikan antihistamin dengan dekongestan.

Namun, obat ini tidak boleh sembarang digunakan karena dapat meningkatkan tekanan darah tinggi dan tidak boleh dikonsumsi jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, glaukoma, atau penyakit kardiovaskular.

Selain berbentuk tablet, dekongestan juga digunakan sebagai semprotan hidung, dan dapat secara ampuh mengurangi alergi. Tapi, penggunaan selama lebih tiga hari berturut-turut dapat membuat hidung tersumbat.

4. Obat resep

Dokter mungkin juga akan meresepkan sejumlah obat seperti antagonis reseptor leukotrien oral dan kortikosteroid hidung.

5. Krim permethrin

Obat ini berbentuk obat oles yang termasuk dalam golongan antiparasitik. Permethrin bisa kamu gunakan untuk mengobati kudis. Cara kerja obat ini adalah dengan menghancurkan sel parasit sehingga ampuh membunuh tungau.

6. Tea tree oil

Minyak esensial yang satu ini dipercaya dapat mengobati dan membunuh tungau demodex. Kamu cukup mengoleskannya pada bagian kulit kepala.

Jika iritasi akibat gigitan tungau tidak juga kunjung membaik dalam hitungan minggu. Sebaiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menjaga kebersihan lingkungan adalah salah satu faktor yang dapat membuat kita terhindar dari gigitan tungau. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline (2019). Diakses 03/06/20. How to Identify and Treat Mite Bites

Mayo Clinic (2019). Diakses 03/06/20. Dust mite allergy

NC State (2015). Diakses 03/06/20. Mites That “Bug” People

Everyday Health (2018). Diakses 03/06/20.  Yes, Mites and Fleas Bite. Here’s How to Avoid Them

Illinois Department of Public Health. Diakses 03/06/20. Mites Affecting Humans

Healthline (2019). Diakses 03/06/20. What Dust Mite Bites Look Like and How to Get Rid of Them

 

    Berita Terkait
    register-docotr