Kulit & Perawatan Tubuh

Awas! 4 Penyakit Kulit Ini Kerap Muncul akibat Banjir

October 6, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Kulit menjadi bagian tubuh pertama yang dapat terpapar air banjir. Ketika kulit terkena air banjir yang mengandung kuman berbahaya, ini dapat menyebabkan penyakit kulit. Penyakit kulit merupakan kondisi yang paling umum terjadi ketika banjir dan ini harus diwaspadai.

Untuk mengetahui selengkapnya mengenai penyakit kulit yang bisa timbul akibat banjir, yuk simak penjelasan di bawah ini.

Baca juga: Waspada Banjir! Ini Bahaya yang Mengintai Kesehatan Tubuh akibat Genangan Air

Apa saja penyakit kulit yang bisa muncul akibat banjir?

Air banjir yang kotor dan membawa limbah dapat menyebabkan beberapa penyakit tertentu. Hal ini tentu saja disebabkan oleh kuman yang terdapat dalam air banjir.

Paparan air banjir tak hanya dapat menyebabkan penyakit kulit saja, namun juga dapat menyebabkan infeksi pada luka terbuka. Adapun beberapa penyakit kulit yang bisa muncul akibat banjir di antaranya adalah:

Dermatitis kontak

Dermatitis kontak disebabkan oleh zat yang terpapar pada kulit yang dapat mengiritasi kulit atau memicu reaksi alergi. Zat tersebut dapat terkandung di dalam air banjir. Dermatitis kontak sendiri dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti:

  • Ruam merah
  • Gatal
  • Kulit kering, pecah-pecah, dan bersisik
  • Benjolan dan lecet, terkadang disertai keluarnya cairan dan pengerasan kulit
  • Pembengkakan, rasa terbakar, atau bahkan nyeri.

Ruam yang disebabkan oleh kondisi ini dapat berkembang dalam beberapa menit hingga jam setelah kulit terpapar.

Adapun beberapa pencegahan yang bisa kamu lakukan yakni, menghindari iritan dan alergen, segera mencuci kulit dengan sabun dan air setelah terpapar air banjir, atau mengenakan pakaian pelindung.

Kutu air

Athlete’s foot (tinea pedis) atau yang lebih dikenal sebagai kutu air merupakan kondisi yang paling sering terjadi saat banjir. Kutu air adalah infeksi jamur menular yang memengaruhi kulit di kaki. Kondisi ini bisa menyebar ke kuku kaki.

Jamur sendiri dapat tumbuh subur di lingkungan lembap, seperti saat banjir. Adapun beberapa gejala yang bisa ditimbulkan oleh kutu air yakni:

  • Ruam bersisik yang terasa gatal, perih, atau terasa terbakar
  • Lecet di kaki yang gatal
  • Kulit pecah-pecah atau mengelupas, paling seirng terjadi di antara jari-jari kaki dan telapak kaki
  • Kuku kaki berubah warna, menjadi lebih tebal dan rapuh
  • Kuku kaki terlepas dari bantalan kuku.

Kurap

Selain kedua penyakit yang telah disebutkan di atas, banjir juga dapat menyebabkan kondisi lain, yakni kurap.

Kurap disebabkan oleh jamur, mirip jamur yang hidup di jaringan mati kulit, rambut, dan kuku. Maka dari itu, kondisi ini dapat muncul di salah satu bagian tubuh tersebut, atau bahkan di kulit kepala.

Kurap sangat mudah menular, gejala kurap seringkali bergantung pada bagian tumbuh mana yang terinfeksi, akan tetapi umumnya gejala meliputi:

  • Kulit yang gatal
  • Ruam berbentuk cincin
  • Kulit merah, bersisik, dan pecah-pecah
  • Rambut rontok

Gejala biasanya muncul antara 4 hingga 14 hari setelah kulit bersentuhan dengan jamur penyebab kurap. Untuk menghindari kondisi ini pada saat banjir, jagalah kulit tetap bersih dan kering ya.

Baca Juga: Waspada Banjir! Ini Bahaya yang Mengintai Kesehatan Tubuh akibat Genangan Air

Folikulitis

Folikulitis adalah kondisi kulit umum di mana folikel rambut meradang. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh jamur dan bakteri. Ini merupakan penyakit kulit yang juga dapat mengintai ketika terjadi banjir.

Folikulitis seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus (staph). Meskipun demikian, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh virus, jamur, atau bahkan akibat peradangan dari rambut yang tumbuh ke dalam.

Penyakit ini memang tidak mengancam jiwa, namun dapat menyebabkan gejala yang tidak nyaman. Berikut adalah gejala yang dapat ditimbulkan oleh folikulitis:

  • Sekelompok benjolan merah kecil atau jerawat berkepala putih yang dapat berkembang di sekitar folikel rambut
  • Lepuh berisi nanah yang dapat pecah kemudian mengeras
  • Kulit gatal yang dapat terasa tebakar
  • Rasa nyeri pada kulit
  • Benjolan besar yang dapat membengkak.

Nah itulah beberapa penyakit kulit yang bisa muncul akibat banjir. Selain penyakit kulit yang sudah dijelaskan di atas, pada saat terjadi banjir kamu juga harus mewaspadai gigitan hewan dan serangga ya.

Ketika banjir, hewan dan serangga lebih banyak bermunculan dan dapat menyebabkan suatu penyakit tertentu.

Maka dari itu, sangat penting untuk sebisa mungkin menghindari genangan air banjir. Jika kulit terpapar air banjir, segeralah cuci dengan menggunakan sabun dan air bersih ya, hal ini dilakukan guna untuk mencegah penyebaran kuman.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

American Academy of Dermatology (2019). Diakses pada 05 Oktober 2020. As Floodwaters Rise, So Do Dermatologic Conditions 

Center for Disease Control and Prevention (2018). Diakses pada 05 Oktober 2020. Symptoms of Ringworm Infections 

Healthline (2019). Diakses pada 05 Oktober 2020. Athlete’s Foot (Tinea Pedis) 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 05 Oktober 2020. Contact Dermatitis 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 05 Oktober 2020. Athlete’s Foot 

Mayo Clinic (2020). ). Diakses pada 05 Oktober 2020. Folliculitis 

Merdeka (2020). Diakses pada 05 Oktober 2020. 6 Penyakit Kulit yang Kerap Mengintai saat Banjir, Wajib Waspada 

Webmd (2019). Diakses pada 05 Oktober 2020. What You Should Know About Ringworm 

Bandino, Justin P, Anna Hang, dan Scott A Norton (2015). Diakses pada 05 Oktober 2020. The Infectious and Noninfectious Dermatological Consequences of Flooding: A Field Manual for the Responding Provider 

 

    Berita Terkait
    register-docotr