Info Sehat

Waspadai Infeksi Virus Usutu dari Gigitan Nyamuk, Bisa Sebabkan Radang Otak!

January 12, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Selain demam berdarah dan malaria, ada satu lagi penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, yaitu infeksi virus Usutu. Meski belum ada laporan terkait kasus di Indonesia, infeksi virus tersebut bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius, salah satunya adalah radang otak.

Lantas, seperti apa sih infeksi virus Usutu itu? Apa saja gejala yang bisa ditimbulkan? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Mengenal virus Usutu

Usutu adalah virus yang berasal dari genus Flavivirus, bisa hidup di tubuh beberapa spesies nyamuk. Virus ini bisa menginfeksi mamalia, yang paling banyak adalah burung dan manusia. Virus Usutu pertama kali diidentifikasi pada 1959 di Afrika.

Pada 2001, virus tersebut juga bertanggung jawab atas kematian massal beberapa spesies burung di Eropa. Menurut sebuah publikasi baru-baru ini, infeksi virus Usutu biasanya terjadi secara sporadis di suatu wilayah, dengan gejala yang bisa membahayakan nyawa.

Baca juga: Waspadai Penyakit Japanese Encephalitis, Radang Otak Akibat Gigitan Nyamuk

Transmisi virus Usutu

Di Eropa, kasus infeksi virus Usutu lebih sering terjadi pada musim panas dan gugur. Pada periode tersebut, nyamuk betina menjadi sangat aktif. Dengan demikian, penularan terhadap burung dan manusia juga lebih tinggi.

Usutu masuk dalam golongan arbovirus. Artinya, bisa hidup di banyak jenis nyamuk. Pada awalnya, virus tersebut hanya terdeteksi di nyamuk Culex.

Menurut Boston University Research Support, sama seperti penyakit yang ditularkan oleh nyamuk pada umumnya, transmisi virus tidak bisa terjadi dari orang ke orang. Meski, virus yang sama dikhawatirkan dapat bermigrasi ke orang lain lewat donor atau transfusi darah.

Gejala infeksi virus Usutu

Ketika berhasil masuk ke dalam tubuh, virus Usutu menggandakan diri di banyak bagian tubuh. Dari penelitian yang dilakukan pada 2020, kebanyakan RNA dari virus Usutu ditemukan di darah dan urine, serta jaringan di sejumlah organ seperti hati, limpa, ginjal, dan kandung kemih.

Parahnya, RNA dari virus ditemukan dalam konsentrasi tertinggi di jaringan saraf yang memainkan peran penting, seperti saraf optik (mata), skiatik (tulang belakang), dan otak.

Gejala dari infeksi Usutu bisa terjadi pada masa inkubasi dari virus itu sendiri, yaitu pada rentang 0 hingga 14 hari. Tanda-tandanya biasanya diawali dengan gejala ringan seperti demam, sakit kepala, dan muncul ruam atau bintik di kulit.

Namun jika tak segera ditangani, gejalanya bisa berangsur parah seperti jaundice (penyakit kuning) dan gangguan saraf (salah satunya kelumpuhan wajah). Pada beberapa kasus, infeksi virus Usutu dapat memicu komplikasi serius yang membahayakan nyawa, seperti radang otak meningoensefalitis.

Pemeriksaan dan penanganan

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi keberadaan virus Usutu di dalam tubuh, yaitu dengan tes darah dan polymerase chain reaction (PCR). Keduanya sama-sama mengambil sampel cairan dari dalam tubuh untuk kemudian diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Sayangnya, untuk penanganan, menurut Boston University Research Support, belum ada tindakan medis yang benar-benar bisa mengatasi virus tersebut. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan meredakan berbagai gejala yang muncul.

Bisakah infeksi virus Usutu dicegah?

Dengan risiko infeksi parah, pencegahan adalah hal yang perlu dilakukan. Virus tersebut biasa dibawa oleh burung hitam (blackbird) yang berhabitat di taman, kebun, dan hutan.

Sedangkan untuk nyamuk tempat inang pertama virus, genus Aedes dan Culex sangat umum ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia. Kamu bisa meminimalkan risiko gigitannya dengan memakai baju dan celana panjang serta menggunakan losion antinyamuk.

Meski begitu, kasus infeksi virus Usutu sebenarnya lebih sering ditemukan di negara-negara Afrika dan Eropa. Hingga saat ini, belum ada penelitian atau laporan kasus sporadis yang terjadi di Indonesia.

Nah, itulah ulasan tentang infeksi virus Usutu beserta gejala dan pola transmisinya. Untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi, lakukan langkah pencegahan seperti yang telah disebutkan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 11 Januari 2021, Usutu Virus: An Arbovirus on the Rise.
  2. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 11 Januari 2021, Usutu virus: A new threat?
  3. PLOS Journals, diakses 11 Januari 2021, Study of Usutu virus neuropathogenicity in mice and human cellular models.
  4. Boston University Research Support, diakses 11 Januari 2021, Usutu virus (USUV) Agent Information Sheet.
  5. Nature, diakses 11 Januari 2021, Genomic monitoring to understand the emergence and spread of Usutu virus in the Netherlands, 2016–2018.

    register-docotr