Info Sehat

Waspadai 5 Komplikasi Penyakit akibat Obesitas

March 5, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pada Kamis, 4 Maret 2021 kemarin tepat merupakan Hari Obesitas Sedunia. Obesitas adalah suatu kondisi yang ditandai dengan penumpukan lemak secara berlebih pada tubuh. Kondisi ini dapat terjadi ketika asupan kalori lebih banyak dibandingkan dengan kalori yang dibakar.

Obesitas termasuk kondisi yang harus diwaspadai. Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan obesitas, seperti genetik, kondisi medis tertentu, hingga gaya hidup yang tidak sehat.

Namun, tahukah kamu bahwa obesitas telah dikaitkan dengan sejumlah komplikasi kesehatan? Apa saja komplikasi dari obesitas yang perlu diwaspadai? Simak ulasan selengkapnya di sini.

Baca juga: Serba-serbi Obesitas pada Anak dan Bahayanya bagi Kesehatan

Berbagai komplikasi penyakit akibat obesitas

Obesitas didiagnosis ketika indeks massa tubuh (IMT) 30 atau lebih. Menjaga berat badan sehat penting untuk dilakukan. Sebab, terdapat beberapa kompikasi penyakit yang ditimbulkan akibat obesitas, di antaranya adalah:

1. Penyakit jantung

Obesitas dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tidak normal, yang mana ini merupakan faktor risiko dari penyakit jantung dan stroke. Berdasarkan Medical News Today, penyakit jantung mengacu pada kondisi yang memengaruhi jantung.

Ada beberapa jenis penyakit jantung yang penting untuk diketahui, beberapa di antaranya adalah penyakit arteri koroner, penyakit jantung bawaan, aritmia, gagal jantung, kardiomiopati hipertrofi, serta endokarditis.

Gejala dari penyakit jantung bergantung dari jenisnya. Terkadang, beberapa kondisi kesehatan pada jantung tidak menimbulkan gejala.

Meskipun demikian, ada beberapa gejala yang mungkin saja mengindikasikan adanya gangguan pada jantung, ini termasuk:

  • Nyeri pada dada
  • Kesulitan bernapas
  • Kelelahan dan pusing
  • Pembengkakan akibat retensi cairan atau edema

2. Diabetes tipe 2

Komplikasi penyakit akibat obesitas yang juga patut untuk diwaspadai adalah diabetes tipe 2. Sebab, obesitas dapat memengaruhi cara tubuh menggunakan insulin untuk mengontrol kadar gula darah. Akibatnya, hal tersebut dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes.

Diabetes sendiri merupakan kondisi medis yang terjadi akibat penumpukan kadar gula atau glukosa dalam aliran darah. Pada kasus diabetes tipe 2, sel-sel tubuh tidak dapat merespons insulin dengan baik. Pada tahap lanjut kondisi ini, tubuh tidak dapat menghasilkan cukup insulin.

Diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah secara drastis. Ini harus diwaspadai, sebab dapat menimbulkan komplikasi serius. Beberapa gejala awal dari diabetes tipe 2 yakni:

  • Sering merasa lapar
  • Penurunan berat badan
  • Haus yang berlebihan
  • Sering buang air kecil
  • Mulut kering
  • Penglihatan kabur

Baca juga: Penderita Diabetes Berisiko Terkena Hipotensi, Benarkah Demikian?

3. Jenis kanker tertentu

Obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko dari beberapa jenis kanker, di antaranya adalah kanker payudara, usus besar dan rektum, endometrium, esofagus, ginjal, pankreas, serta tiroid.

Dikutip dari laman Everyday Health, keterkaitan antara obesitas dan kanker tidak sepenuhnya dipahami. Meskipun demikian, ada beberapa sejumlah kemungkinan yang menyebabkan keterkaitan tersebut, seperti:

  • Sel lemak dapat menghasilkan estrogen dalam jumlah tinggi, yang mana dapat memicu jenis kanker tertentu
  • Sel lemak menghasilkan hormon yang dikenal sebagai adipokin, yang dapat merangsang pertumbuhan sel, termasuk sel kanker
  • Peradangan kronis tingkat rendah dapat meningkatkan risiko kanker

4. Osteoarthritis

Obesitas dapat meningkatkan tekanan pada sendi. Tak hanya itu, ini juga dapat meningkatkan peradangan di dalam tubuh. Kedua faktor tersebut menyebabkan komplikasi seperti osteoarthritis.

Sendi merupakan tempat tulang bersatu. Pada ujung tulang ditutupi dengan jaringan pelindung yang dikenal sebagai tulang rawan. Osteoarthritis adalah suatu kondisi di mana tulang rawan mengalami kerusakan, sehingga menyebabkan tulang di dalam sendi bergesekan.

Kondisi ini dapat menimbulkan beberapa gejala di antaranya adalah rasa nyeri, kaku pada sendi, serta peradangan. Pada kasus yang lebih parah, rasa sakit yang ditumbulkan dapat terasa lebih intens. Di sisi lain, pembengkakan pada area sendi dan sekitarnya juga dapat terjadi.

5. Tekanan darah tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah ke dinding arteri cukup tinggi. Obesitas dan tekanan darah tinggi memiliki keterkaitan erat. Sebab, kelebihan berat badan dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Upaya ekstra tersebut membebani arteri. Pada gilirannya, arteri menahan aliran darah tersebut, sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat. Baik obesitas maupun hipertensi merupakan faktor risiko dari penyakit jantung.

Itulah beberapa informasi mengenai komplikasi akibat obesitas. Agar terhindar dari komplikasi tersebut, yuk terapkan gaya hidup sehat mulai dari sekarang!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Everyday Health (2015). Diakses pada 04 Maret 2021. Obesity Complications 

Healthline (2020). Diakses pada 04 Maret 2021. Obesity 

Healthline (2020). Diakses pada 04 Maret 2021. Understanding Type 2 Diabetes 

Healthline (2020). Diakses pada 04 Maret 2021. Everything You Need to Know About Osteoarthritis 

Healthgrades (2019). Diakses pada 04 Maret 2021. The Obesity and High Blood Pressure Connection

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 04 Maret 2021. Obesity

Mayo Clinic (2021). Diakses pada 04 Maret 2021. High blood pressure (hypertension)

Medical News Today (2020). Everything you need to know about heart disease 

    register-docotr