Info Sehat

Tumor Mata: Ketahui Penyebab, Gejala, Efek, dan Penanganannya

May 25, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Tumor bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, termasuk mata. Tumor mata sebaiknya tidak diabaikan, karena bisa memengaruhi kemampuan penglihatan. Efek terburuknya, seseorang dapat menjalani prosedur pengangkatan bola mata akibat kondisi itu.

Lantas, apa sebenarnya tumor mata itu? Apa penyebabnya? Bagaimana cara penanganannya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Sekilas tentang tumor mata

Tumor adalah kumpulan sel yang tumbuh secara tidak normal, dapat bersifat ganas (kanker) atau jinak (bukan kanker). Pada kasus tumor mata, atau yang juga disebut dengan tumor okular, sel tersebut tumbuh di sekitar organ penglihatan.

Jenis tumor yang paling umum adalah metastasis, yaitu tumor sekunder yang disebabkan oleh kanker di bagian tubuh lain yang telah menyebar, seringkali berasal dari paru-paru, payudara, usus, atau prostat.

Selain metastasis, orang dewasa juga bisa mengalami tumor primer melanoma uveal atau koroidal. Tumor tersebut terbentuk dari sel berpigmen di mata dan berada di tiga bagian utama, yaitu iris, siliaris (cincin dari otot mata), dan koroid (lapisan pembuluh darah mata).

Pada anak-anak, seperti dikutip dari Hopkins Medicine, tumor primer biasanya dipicu oleh retinoblastoma, yaitu kanker pada retina. Pada hampir sepertiga kasus, retinoblastoma bisa terjadi di kedua mata.

Baca juga: Mengenal 10 Penyakit pada Mata, Katarak hingga Degenerasi Makula

Apa penyebabnya?

Seperti yang telah disebutkan, tumor mata dibedakan menjadi dua, yaitu yang jinak dan ganas. Penyebab kedua jenis tumor tersebut juga tidak sama, yaitu:

Tumor jinak

Tumor jinak yang bersifat non-kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Pada banyak kasus, tumor jenis ini dipicu oleh masalah yang terjadi di kulit sekitar kelopak.

Beberapa tumor non-kanker dapat muncul di konjungtiva, yaitu jaringan bening yang terletak di atas sklera (bagian putih mata) atau di dalam bola mata itu sendiri. Pertumbuhan sel biasanya terjadi secara tiba-tiba, efek dari infeksi dan pembengkakan.

Selain itu, tumor yang bersifat jinak juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti:

  • Paparan angin dan sinar ultraviolet dari matahari
  • Virus
  • Perubahan terkait penuaan
  • Masalah pada genetik atau sindrom tertentu
  • Akumulasi dari sel berpigmen yang tampak lebih gelap

Tumor ganas

Kanker adalah penyebab dari munculnya tumor bersifat ganas di organ penglihatan. Kondisi itu dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti perubahan fungsi dari sel hingga berubah menjadi kanker, hingga mutasi gen akibat faktor keturunan.

Kanker juga bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok, paparan radiasi, zat karsinogenik, peradangan kronis, kurang olahraga, hingga obesitas.

Kelompok yang berisiko terkena tumor mata

Ada beberapa kelompok orang yang mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena tumor mata. Orang yang berusia di atas 50 tahun misalnya, sangat rentan mengalami melanoma primer. Jenis tersebut sangat jarang terjadi pada anak-anak.

Tumor akibat kanker juga rentan dialami oleh orang yang punya kerabat (terutama orangtua) dengan riwayat penyakit serupa. Kondisi itu bisa diperparah dengan paparan sinar matahari atau bahan kimia tertentu.

Bukan hanya itu, pada orang sehat, adanya tahi lalat abnormal yang terus tumbuh di sekitar organ penglihatan berpotensi berubah menjadi tumor. Jadi, jangan anggap remeh jika ada perubahan pada kulit atau tahi lalat di sekitar mata.

Gejala dan efek tumor pada mata

Salah satu gejala yang mudah dikenali dari tumor adalah munculnya bintik seperti tahi lalat, biasanya berkembang di koroid, iris, atau konjungtiva. Tumor mungkin pertama kali akan muncul sebagai bintik hitam di iris.

Namun, lama-kelamaan, hal itu akan menyebabkan pandangan menjadi kabur hingga muncul floaters atau bayangan serat yang mengambang atau beterbangan di mata. Kebanyakan orang tidak menyadari gejala dari tumor mata dan seringkali baru terdeteksi sesudah pemeriksaan.

Untuk tumor jinak, biasanya tumbuh di kelopak atau di dalam dinding mata. Kondisi yang sama bisa berkembang di pembuluh darah sekitar mata. Hal itu dapat membuat mata menjadi kemerahan dan mengalami penurunan kemampuan penglihatan.

Bagaimana cara penanganannya?

Jika ditandai dengan lesi di luar mata, operasi pengangkatan atau pemberian bahan kimia tertentu bisa dilakukan. Namun jika bintik-bintik tumbuh di dalam, biasanya dibiarkan dulu untuk diperiksa setiap 6 hingga 12 bulan, apakah ada perubahan yang terjadi atau tidak.

Sedangkan untuk tumor yang dipicu oleh kanker dari bagian tubuh lain, penanganannya bisa dengan operasi atau yang terparah adalah pengangkatan bola mata. Tapi, pada banyak kasus, tumor bisa dihancurkan atau dikecilkan dengan prosedur seperti terapi radiasi atau terapi laser.

Nah, itulah ulasan tentang tumor mata yang perlu kamu tahu. Untuk deteksi dini, selalu perhatikan setiap perubahan yang terjadi di mata dan area di sekitarnya, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Veryewell Health, diakses 19 Mei 2021, An Overview of Eye Tumors.
  2. Johns Hopkins Medicine, diakses 19 Mei 2021, Eye Tumors.
  3. Althea Medical Journal, diakses 19 Mei 2021, Characteristics of Eye Tumor in Children.

    register-docotr