Info Sehat

Tumbuh Gigi Bungsu Bikin Gusi Bengkak dan Sakit, Haruskah Dicabut?

November 25, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Setelah gigi susu tanggal, seiring pertambahan usia, seseorang akan memiliki gigi permanen atau gigi tetap. Tumbuh gigi bungsu akan menjadi penutup pertumbuhan gigi permanen.

Bagi beberapa orang, tumbuhnya gigi bungsu terasa normal dan biasa saja. Tapi ada juga yang harus mengalami sakit saat gigi bungsu tersebut muncul. Kenapa pertumbuhan tersebut menyebabkan sakit, lalu seperti apa mengatasinya? Berikut ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Sama-Sama Bikin Ngilu, Apa Bedanya Gigi Berlubang dan Sensitif?

Apa itu gigi bungsu?

Orang dewasa bisa memiliki hingga 32 gigi. Tapi seringkali sejak remaja, gigi yang muncul hanya berjumlah 28. Baru kemudian 4 gigi lainnya akan tumbuh di rentang usia 17 hingga 21 tahun.

Keempat gigi itu disebut gigi bungsu atau gigi geraham ketiga, yang tumbuh di gusi paling belakang. Dua gigi akan tumbuh di gusi bagian atas, dua gigi lainnya di bagian bawah.

Bagi beberapa orang, tumbuh gigi bungsu tidak menjadi masalah. Tapi beberapa orang lainnya mungkin mengalami masalah saat saat gigi bungsu muncul, disebabkan oleh kurangnya ruang di gusi bagian belakang. Kondisi ini disebut dengan impaksi.

Ilustrasi beberapa jenis impaksi gigi bungsu. (Sumber: Shutterstock)

Berikut beberapa jenis impaksi gigi bungsu:

  • Impaksi mesioangular: Gigi miring ke arah depan mulut
  • Impaksi vertikal: Gigi tidak menembus garis gusi
  • Gigi impaksi distoangular: Gigi miring ke arah belakang mulut
  • Gigi impaksi horizontal: Gigi miring 90 derajat penuh dan dapat mengganggu gigi di sebelahnya

Jika kurang ruang untuk tumbuh, gigi hanya akan muncul sebagian atau tumbuh dalam posisi piring. Saat kamu mengalaminya, bisa mengakibatkan sakit dan bengkak pada gusi. Selain itu, kemungkinan kamu juga akan mengalami ciri-ciri gigi bungsu impaksi lainnya.

Ciri-ciri tumbuh gigi bungsu yang mengalami impaksi

Ciri-ciri umum gigi bungsu impaksi biasanya hanya bengkak dan sakit. Tapi gigi impaksi yang dibiarkan, bisa terkena infeksi dan memunculkan ciri-ciri lainnya, seperti:

  • Gusi lunak dan berdarah
  • Sakit hingga ke rahang
  • Bengkak di sekitar rahang
  • Bau mulut
  • Rasa tidak nyaman di mulut
  • Kesulitan membuka mulut.

Komplikasi tumbuh gigi bungsu dengan impaksi

Selain menyebabkan ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas, gigi bungsu yang mengalami impaksi juga bisa menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Menyebabkan kerusakan pada gigi lain. Gigi bungsu yang impaksi, dapat menekan gigi lain yang ada di dekatnya. Tekanan ini bisa menyebabkan masalah lain pada gigi tersebut.
  • Kista. Gigi bungsu yang terperangkap di dalam gusi dapat membentuk kista yang dapat merusak tulang rahang, gigi dan saraf. Komplikasi ini membutuhkan penanganan medis seperti pengangkatan jaringan di sekitar gigi bungsu.
  • Karies atau kerusakan gigi. Tumbuh gigi bungsu yang hanya sebagian, akan menyebabkan sisa makanan menumpuk di sekitarnya dan itu sulit dibersihkan karena posisinya yang berada di pojok gusi. Kondisi itu berisiko menyebabkan kerusakan gigi.
  • Peradangan gusi. Peradangan gusi akibat tumbuh gigi bungsu dalam istilah medis disebut dengan perikoronitis.

Bagaimana mengatasi gigi bungsu yang mengalami impaksi?

Jika kamu berkonsultasi pada dokter gigi mengenai tumbuh gigi bungsu yang mengganggu, biasanya dokter akan menyarankan melakukan pemeriksaan x-ray. Dokter akan memastikan bentuk gigi dan melihat apakah gigi lain dan tulang rahang ikut terdampak.

Dilansir dari American Dental Association, jika kondisi impaksi dapat menyebabkan masalah gigi yang lebih parah, dokter akan mencabutnya. Namun, karena umumnya gigi bungsu impaksi hanya tumbuh sebagian, maka mencabutnya diperlukan prosedur operasi pencabutan gigi bungsu.

Seperti apa operasi cabut gigi bungsu?

Prosedur ini termasuk dalam rawat jalan, yang berarti pasien diperbolehkan pulang setelah operasi. Operasi biasanya memakan waktu selama 30 hingga 60 menit. Selama operasi berlangsung, kamu akan diberi anastesi.

Ada tiga jenis anestesi pilihan yang dapat digunakan, yaitu:

  • Anestesi lokal: untuk mematikan rasa di sekitar mulut
  • Anestesi sedasi: untuk membuat rileks dan memblokir rasa sakit
  • Jenis anestesi umum: untuk membuat tidur dan tidak merasakan apapun selama prosedur.

Setelah proses operasi, pasien diizinkan pulang ke rumah. Biasanya membutuhkan waktu hingga 6 minggu sampai kondisi mulut pulih total, sembuh dari mulut bengkak dan ngilu akibat operasi.

Apakah semua gigi bungsu impaksi harus dioperasi?

Tidak semua gigi bungsu impaksi menimbulkan masalah. Jika terlihat tidak mengganggu, dokter akan membiarkannya. Tapi beberapa dokter gigi menganggap, gigi impaksi tetap harus dicabut karena berisiko menimbulkan masalah di kemudian hari.

Jadi kapan harus memeriksakan tumbuh gigi bungsu?

Jika saat ini kamu belum mengalami tumbuh gigi bungsu, tidak ada salahnya temui dokter gigi untuk berkonsultasi. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan x-ray untuk mendeteksi kemungkinan adanya impaksi.

Namun jika kamu merasa sakit dan bengkak gusi bagian belakang serta mencurigainya sebagai impaksi gigi bungsu, segeralah berkonsultasi ke dokter. Karena dokter mungkin akan merekomendasikan operasi pencabutan jika pertumbuhan gigi dapat menyebabkan masalah kesehatan mulut.

Demikian penjelasan mengenai tumbuh gigi bungsu yang dapat mengalami impaksi dan cara mengatasinya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

American Dental Association, diakses 13 November 2020 Wisdom Teeth
Mayoclinic, diakses 13 November 2020 Impacted wisdom teeth
Webmd, diakses 13 November 2020 Dental Health and Wisdom Teeth
Healthline, diakses 13 November 2020 Why Do We Have Wisdom Teeth?

    Berita Terkait
    register-docotr