Info Sehat

Sering Pakai Cotton Bud untuk Bersihkan Telinga? Waspadai 4 Bahaya Berikut!

March 7, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penggunaan cotton bud masih marak di kalangan masyarakat, baik sekadar untuk mengatasi rasa gatal di telinga hingga membersihkan kotoran di dalamnya. Namun, penggunaan cotton bud sendiri sebenarnya tidak disarankan oleh banyak pakar, lho.

Lantas, mengapa cotton bud sebaiknya tidak digunakan untuk membersihkan telinga? Apa bisa berdampak buruk pada indra pendengaran?? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Suara Keras Bisa Ganggu Pendengaran! Ini Level yang Aman untuk Telinga

Apa itu cotton bud?

Cotton bud adalah alat yang biasa digunakan untuk membersihkan telinga, memiliki kapas pada dua ujungnya. Menurut studi yang terbit Journal of the Royal Society of Medicine, cotton bud mulai dikembangkan pada 1923 oleh Leo Gerstenzang, seorang ilmuwan asal Polandia.

Awalnya, cotton bud hanya terbuat dari tusuk gigi dengan kapas di masing-masing ujungnya. Seiring berkembangnya waktu, cotton bud dibuat dari berbagai bahan, termasuk logam. Hingga kini, cotton bud masih digunakan banyak orang tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia.

Larangan membersihkan telinga dengan cotton bud

Sampai sekarang, belum ada pakar yang menyatakan bahwa cotton bud aman digunakan. Sebaliknya, para ahli cenderung menentang dan menolak penggunaan alat itu. Salah satunya adalah Patricia Johnson, AuD, pakar audiologi di University of North Carolina, Amerika Serikat.

Menurut Patricia, cotton bud adalah benda yang bisa menyebabkan kerusakan telinga bagian tengah dan dalam. Pada banyak kasus, hal tersebut dapat berdampak buruk pada fungsi indra pendengaran.

Bahaya menggunakan cotton bud

Kotoran telinga, atau yang disebut dengan serumen, sebenarnya justru membantu melindungi telinga dari paparan bakteri agar tak masuk lebih dalam. Serumen juga dapat bergerak keluar sendiri ke telinga bagian luar, sehingga kamu cukup membersihkan sekitar daun telinga saja.

Jarang diketahui banyak orang, ternyata ada beberapa bahaya yang bisa terjadi akibat penggunaan cotton bud, seperti:

1. Penumpukan kotoran

Hampir semua pengguna cotton bud menggunakan alat itu untuk membersihkan telinga. Faktanya, masuknya benda asing dari luar ke dalam telinga bisa membuat serumen terdorong lebih dalam. Akibatnya, terjadi penumpukan kotoran di dalam telinga.

Penumpukan kotoran telinga yang terlalu banyak bisa memicu berbagai gejala, seperti:

  • Rasa sakit di telinga
  • Telinga terasa penuh
  • Suara yang diucapkan seperti teredam.

Baca juga: 10 Warna Kotoran Telinga dan Artinya bagi Kesehatan

2. Infeksi telinga

Kotoran telinga bisa membantu menjebak dan memperlambat pertumbuhan bakteri yang ada di sekitarnya. Namun, ketika kotoran terdorong masuk lebih dalam akibat penggunaan cotton bud, bakteri tersebut berpotensi berkembang dan menyebabkan infeksi.

3. Gendang telinga pecah

Posisi gendang telinga (eardrum). Sumber foto: The Independent.

Memasukkan cotton bud terlalu dalam bisa melukai struktur telinga bagian tengah. Cedera yang paling umum dari penggunaan cotton bud adalah pecahnya gendang telinga atau eardrum.

Berdasarkan sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, tak kurang dari 73 persen kasus cedera telinga pada anak berawal dari penggunaan penyeka kapas atau cotton bud.

Gendang telinga adalah jaringan tipis yang sangat halus, mudah pecah meski hanya dengan tekanan yang sangat lemah. Secara alami, robekan gendang telinga yang tidak terlalu besar memang bisa menutup kembali dengan sendirinya. Namun, itu membutuhkan waktu yang sangat lama.

Dikutip dari Healthline, pecahnya gendang telinga bisa menyebabkan nyeri hebat. Telinga juga dapat mengeluarkan darah, cairan, hingga nanah. Pendengaran mungkin akan berkurang sementara, ditandai dengan munculnya suara dengungan.

4. Kapas yang tertinggal

Dalam beberapa kasus, kapas yang ada pada ujung cotton bud bisa terlepas dan tertinggal di dalam telinga. Tentu, ini dapat membuatmu tidak nyaman. Telinga juga akan terasa penuh atau bahkan nyeri.

Karena tertutup benda asing yang tertinggal, kemampuan pendengaran mungkin akan ikut terdampak.

Cara membersihkan telinga yang aman

Seperti yang telah disebutkan, sebenarnya kotoran telinga bisa keluar dengan sendirinya jika jumlahnya sudah banyak. Namun, jika kamu ingin membersihkannya, ada cara yang dianggap aman.

Kamu bisa menggunakan obat tetes khusus telinga. Teteskan obat itu ke dalam lubang telinga secara perlahan. Obat akan membantu melunakkan kotoran sehingga mudah untuk keluar ke telinga bagian luar.

Namun, jika kamu ragu, datanglah ke dokter spesialis telinga, hidung, tenggorok (THT) untuk membersihkannya. Cara ini dinilai lebih aman ketimbang memasukkan cotton bud ke dalam telinga.

Nah, itulah beberapa alasan mengapa kamu sebaiknya menghindari penggunaan cotton bud. Jika ingin membersihkan telinga, mintalah bantuan dokter spesialis THT untuk meminimalkan terjadinya dampak buruk yang bisa ditimbulkan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 5 Maret 2021, Why Using Q-tips in Your Ear Can Be Harmful.
  2. Healthline, diakses 5 Maret 2021, Eardrum Rupture.
  3. Healthy Hearing, diakses 5 Maret 2021, Why you shouldn’t clean your ears with a cotton swab or Q-Tip.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 5 Maret 2021, Use and abuse of cotton buds.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 5 Maret 2021, Pediatric Cotton-Tip Applicator-Related Ear Injury Treated in United States Emergency Departments, 1990-2010.
  6. University of North Carolina, diakses 5 Maret 2021, Put the Cotton Swab Down: Clean Your Ears Safely.

    register-docotr