Info Sehat

Wajib Tahu, Ini Proses Pembekuan Darah yang Terjadi Ketika Kamu Terluka!

November 21, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Proses pembekuan darah tidak sesederhana yang terlihat dengan berubahnya zat cair menjadi zat padat. Pada intinya, proses pembekuan darah ini melibatkan 10 protein berbeda yang ditemukan di plasma darah.

Pembekuan darah merupakan sebuah proses yang penting untuk mencegah banyak darah keluar saat pembuluh darah mengalami cedera. Proses pembekuan darah juga memainkan peranan penting dalam memperbaiki pembuluh darah yang cedera itu.

Apa itu pembekuan darah?

Pada intinya, jantung memompa darah ke seluruh tubuh dengan bantuan dari pembuluh darah arteri dan ketika kembali ke jantung, dia akan menggunakan pembuluh darah vena. Ketika pembuluh darah ini cedera atau terluka, maka proses pembekuan darah akan terjadi.

Pada waktu ini, darah akan memperbaiki pembuluh darah tersebut untuk mencegah atau menghentikan perdarahan. Sebagai contoh, ketika bagian yang rusak terdapat di lapisan pembuluh darah, maka keping darah (trombosit) akan membentuk sumbatan awal di wilayah itu.

Selanjutnya, pembekuan darah akan dimulai dengan bantuan zat dan faktor-faktor pembeku darah tertentu yang terdapat dalam tubuh.

Apa itu faktor pembeku darah?

Faktor-faktor pembeku darah merupakan komponen-komponen yang ditemukan di dalam plasma yang berkaitan dengan proses pembekuan darah. Faktor-faktor itu adalah:

  • Faktor I (fibrinogen)
  • Faktor II (prothrombin)
  • Faktor III (jaringan thromboplastin)
  • Faktor IV (kalsium terionisasi)
  • Faktor V (faktor tidak stabil atau proaccelerin)
  • Faktor VII (faktor stabil atau proconvertin)
  • Faktor VIII (faktor antihemofilia)
  • Faktor IX (komponen plasma thromboplastin)
  • Faktor X (faktor Stuart-Prower)
  • Faktor XI (pendahulu plasma thromboplastin)
  • Faktor XII (faktor Hageman)
  • Faktor XIII (faktor penstabil fibrin)

Seperti apa proses pembekuan darah?

Hemostasis merupakan cara tubuh untuk menghentikan perdarahan yang terjadi di pembuluh darah. Salah satu bagian penting dari hemostasis adalah pembekuan darah itu sendiri.

Selanjutnya, tubuh harus mengontrol mekanisme dan membatasi pembekuan darah. Langkah ini termasuk menyingkirkan darah beku yang berlebihan dan tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh.

Proses ini harus dikontrol karena kalau terlalu banyak darah yang beku, maka kamu bisa terkena stroke dan serangan jantung. Hal ini dimungkinkan karena darah yang beku dapat bergerak dan menyumbat pembuluh darah.

Jika diurutkan, proses pembekuan darah menjadi seperti ini:

Diawali dengan cedera

Cedera atau rusaknya pembuluh darah merupakan fase pertama dalam proses pembekuan darah. Cedera ini bisa terjadi karena sobekan kecil di dinding pembuluh darah yang dapat berujung pada perdarahan.

Sobekan ini bisa terjadi ketika ada luka di kulit atau ada cedera internal yang terjadi di dalam kulit kamu. Apapun jenisnya, cedera ini mengakibatkan darah mengalir ke luar pembuluh darah.

Penyempitan pembuluh darah

Untuk menghindari perdarahan yang mengakibatkan kamu kekurangan darah, maka tubuh akan menyempitkan pembuluh darah. Dengan demikian, darah yang mengalir ke area pembuluh darah yang cedera itu akan menjadi terbatasi.

Sumbatan keping darah

Untuk merespons cedera yang terjadi, tubuh akan mengaktifkan keping darah. Pada waktu bersamaan, sinyal kimia akan dilepaskan dari kantung kecil di dalam keping darah untuk menarik sel lain ke area tersebut.

Nantinya sel-sel ini akan membentuk sumbatan dengan saling menggumpal. Gumpalan ini dapat saling menempel dengan bantuan protein yang bernama von willebrand factor (VWF).

Pembentukan fibrin beku

Saat pembuluh darah cedera, faktor-faktor pembeku di darah akan menjadi aktif. Protein faktor pembeku akan menstimulasi produksi fibrin, yaitu substansi yang sangat kuat yang nantinya akan membentuk fibrin beku.

Selama beberapa hari atau pekan ke depan, fibrin beku ini akan menguat dan selanjutnya larut saat dinding pembuluh darah yang cedera sudah tertutup dan sembuh.

Proses pembekuan darah merupakan satu hal yang penting untuk mencegah kamu kehilangan banyak darah karena cedera yang terjadi. Jika ada suatu hal yang tidak normal dalam setiap proses yang dilewati itu, maka bisa terjadi komplikasi serius seperti perdarahan yang berat.

Selalu jaga kesehatan kamu dan periksakan diri jika ada perdarahan yang tidak kunjung sembuh, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. News Medical, diakses 11 November 2020. Blood Clotting Process
  2. Hemaware, diakses 11 November 2020. The Blood Clotting Process: What Happens if You Have a Bleeding Disorder
  3. Bleedingdisorders.com, diakses 11 November 2020. Blood Clotting
    Berita Terkait
    register-docotr