Info Sehat

Doyan Begadang? Waspadai Risiko Serangan Jantung dan Sederet Penyakit Ini!

March 24, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Seberapa sering kamu menghabiskan waktu untuk begadang? Sebaiknya kamu mengubah kebiasaan begadang karena ada sejumlah penyakit akibat sering begadang yang bisa menyerangmu. 

Begadang akan mengurangi waktu tidurmu. Waktu tidur yang kurang kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, bahkan sebuah studi pada 2010 mengungkapkan jika waktu tidur terlalu sedikit di malam hari, dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Baca Juga: Kamu Susah Tidur? Coba 10 Cara Ini

Risiko terkena penyakit akibat sering begadang

Jika di atas sudah disebutkan tidur terlalu sedikit dapat meningkatkan risiko kematian dini, kamu juga harus tahu ada sederet penyakit akibat sering begadang lain yang mungkin terjadi. 

Tubuh membutuhkan tidur sama halnya seperti tubuh membutuhkan udara dan makanan agar berfungsi dengan baik. Karena itu, jika kurang tidur, tubuh menjadi tidak maksimal dalam menjalankan fungsinya. 

Selama tidur, tubuh akan memulihkan keseimbangan otak dan menyembuhkan diri. Jika kekurangan waktu tidur, otak dan sistem tubuh akan terganggu. Awalnya akan menurunkan kualitas hidup, lalu akan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. 

Daftar penyakit akibat sering begadang

Orang yang kurang tidur akibat begadang cenderung akan lebih rewel dan merasa tidak enak badan. Selain itu, mereka mungkin juga terkena masalah kesehatan akibat sering bergadang, seperti berikut ini.

1. Masalah pada sistem saraf pusat

Insomnia kronis atau kurangnya waktu tidur akibat begadang dapat mengganggu cara tubuh memproses informasi. Termasuk mengganggu fungsi otak dalam mengirimkan pesan.

Akibatnya, kamu akan sulit berkonsentrasi dan susah memahami hal baru. Koordinasi tubuh juga terganggu, ini yang kemudian meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. 

2. Memengaruhi kondisi mental

Penyakit akibat sering begadang berikutnya adalah timbulnya gangguan mental dan emosional. Orang kurang tidur cenderung mengalami perubahan suasana hati dan menjadi tidak sabaran. 

Jika menjadi sebuah kebiasaan, kurangnya jam tidur akan membuat seseorang mengalami halusinasi. Apabila orang tersebut memiliki gangguan bipolar, dapat memicu terjadinya mania. 

Selain itu, kurangnya waktu tidur juga dapat menimbulkan risiko psikologis lain seperti:

  • Perilaku impulsif
  • Kegelisahan
  • Depresi
  • Paranoia
  • Pikiran untuk bunuh diri.

3. Masalah pada sistem kekebalan tubuh

Kurang tidur membuat tubuh kekurangan waktu untuk membentuk pertahanan kekebalan tubuh. Jika berlarut-larut ini akan membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit. Orang yang mengalaminya juga cenderung lebih sulit sembuh saat terkena penyakit. 

4. Rentan terserang infeksi pernafasan

Tahukah kamu begadang ternyata dapat membuat seseorang lebih rentan terkena infeksi pernapasan seperti flu? Tidak hanya flu, kekurangan waktu tidur juga dapat memperburuk penyakit pernapasan, seperti penyakit paru-paru kronis. 

5. Meningkatkan risiko diabetes

Kurang tidur menurunkan toleransi tubuh terhadap glukosa dan dikaitkan dengan resistensi insulin. Mudahnya, kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas. 

Begadang juga menyebabkan kamu merasa lemas karena kurang tidur. Kondisi ini akan memengaruhi keinginan berolahraga. Kamu jadi malas bergerak, kurang aktivitas fisik, di mana ini juga akan meningkatkan risiko obesitas. 

6. Risiko serangan jantung dan stroke

Waktu tertidur, tubuh memulihkan kondisinya sendiri, ini termasuk proses menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Jika kurang tidur maka akan memengaruhi kesehatan jantung. 

Orang yang kurang tidur lebih mungkin terkena penyakit kardiovaskular. Bahkan salah satu analisis mengaitkan insomnia dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke. 

7. Gangguan hormon

Untuk memproduksi hormon testosteron membutuhkan sekitar 3 jam waktu tidur tanpa gangguan. Jika kamu begadang, dan kekurangan waktu tidur maka akan memengaruhi produksi hormon. 

Jika kurang tidur dialami anak-anak dan remaja, akibatkan akan memengaruhi produksi hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan ini berperan penting dalam membangun massa otot, memperbaiki sel dan jaringan, serta fungsi pertumbuhan lainnya. 

Kurang tidur juga dapat memengaruhi kesuburan, kondisi kulit dan libido seseorang. Jika waktu tidur sangat sedikit juga memungkinkan orang akan mengalami micro sleep, yaitu kondisi tertidur dalam waktu singkat, yang dapat menyebabkan kecelakaan jika terjadi saat berkendara.

Baca Juga: Microsleep, Mengenal 5 Fakta soal Kebiasaan Tidur yang Unik Berikut

Menghindari penyakit akibat sering begadang

Untuk menghindari penyakit akibat sering begadang, tentu saja dengan cara berhenti begadang dan mengatur ulang pola tidurmu. Dilansir dari Healthline, jika kamu berusia 18 hingga 64 tahun, setidaknya kamu harus tidur sebanyak 7 hingga 9 jam. 

Cobalah untuk membiasakan mengatur waktu tidur. Jangan minum kafein menjelang waktu tidur, serta patuh dengan waktu tidur yang sudah kamu atur setiap harinya. 

Untuk memancing rasa kantuk, cobalah melakukan kegiatan santai satu jam sebelum tidur seperti meditasi, membaca atau mandi. Hindari makan berat beberapa sebelum tidur dan jangan gunakan perangkat elektronik sebelum tidur. 

Mengurangi alkohol dan berolahraga teratur juga bisa membantu kamu untuk tidur tepat waktu. Tapi jika kamu masih terus terbangun atau kesulitan tidur, cobalah untuk konsultasikan kondisimu dengan dokter. 

Kamu bisa konsultasi online dengan dokter di Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 18 Maret 2021
The Effects of Sleep Deprivation on Your Body
WebMd, diakses 18 Maret 2021
10 Things to Hate About Sleep Loss
NHS, diakses 18 Maret 2021
Why lack of sleep is bad for your health
Medical Newst Today, diakses 18 Maret 2021
What to know about sleep deprivation

    register-docotr