Info Sehat

Penularan Hepatitis A Lewat Apa Saja? Simak Gejala, Faktor Risiko & Pencegahannya!

September 2, 2020 | Dani Kosasih | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Hepatitis A adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Penularan hepatitis A dapat terjadi melalui beberapa cara. Secara garis besar, penularan hepatitis A terjadi melalui interaksi atau kontak dari dekat dengan orang yang memiliki kondisi penyakit hepatitis A.

Cara penularan hepatitis A

Virus hepatitis A dapat menular dengan sangat cepat, bahkan dalam jumlah virus yang sangat kecil.

Berikut beberapa cara penularan hepatitis A:

Penularan hepatitis A melalui kontak antar manusia

Hepatitis A dapat menular dari dekat, melalui kontak pribadi dengan orang yang terinfeksi, seperti:

  • Penularan melalui jenis kontak seksual tertentu (seperti seks oral-anal)
  • Saat merawat seseorang yang sakit
  • Penularan karena menggunakan narkoba jarum suntik bersama dengan orang lain

Melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi

Penularan hepatitis A juga bisa terjadi melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi virus hepatitis A.

Kontaminasi terjadi saat orang yang tidak terinfeksi menelan makanan atau minuman yang telah terkontaminasi kotoran orang yang terinfeksi.

Penularan dari kontaminasi ini kemungkinan bisa terjadi ketika orang yang terinfeksi bersentuhan dengan makanan seperti:

  • Melalui sayuran saat ditanam
  • Saat memanen sayuran
  • Ketika makanan diolah
  • Sewaktu makanan dimasak dan saat setelah makanan dimasak

Sedangkan, kontaminasi yang ditularkan melalui air minum, meskipun jarang terjadi, biasanya berkaitan dengan air yang terkontaminasi limbah atau tidak diolah secara benar dan bersih.

Kasus penularan hepatitis A melalui makanan sudah sangat umum terjadi di Amerika Serikat. Khususnya pada jenis produk makanan impor yang dibekukan.

Kamu bisa tertular tanpa mengalami gejala

Pada banyak kasus, terutama anak-anak, penularan virus hepatitis A tidak menunjukkan gejala.

Karena tidak mengalami gejala, maka orang-orang yang terinfeksi virus hepatitis A seringkali secara tidak sadar menulari virus hepatitis A tanpa disadari.

Melansir dari mayoclinic.com, banyak juga kasus penularan virus hepatitis A bahkan sejak 2 minggu sebelum gejalanya muncul.

Apa saja gejalanya?

Tidak semua penderita hepatitis A memiliki gejala. Jika timbul gejala, biasanya akan muncul 2 hingga 7 minggu setelah terinfeksi.

Pada banyak kasus, gejala biasanya akan berlangsung kurang dari 2 bulan, meski beberapa orang bisa mengalami sakit selama 6 bulan.

Beberapa gejala yang mungkin bisa kamu alami adalah:

  • Kulit atau mata yang menguning
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mengalami kram atau sakit pada perut
  • Mual hingga muntah
  • Mengalami demam dengan suhu yang cukup tinggi
  • Kondisi urine yang gelap atau feses berwarna terang
  • Mengalami diare
  • Nyeri pada persendian
  • Mudah sekali merasa lelah

Orang-orang yang memiliki risiko tertular virus hepatitis A

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), siapapun yang belum divaksinasi maka memiliki risiko terinfeksi virus hepatitis A.

Beberapa faktor risiko penularan virus hepatitis A yaitu:

  • Tinggal di wilayah dengan sanitasi yang buruk
  • Berada di daerah yang kekurangan air bersih
  • Tinggal satu rumah dengan orang yang terinfeksi
  • Menjadi pasangan seksual dengan orang yang terinfeksi hepatitis A akut
  • Menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang
  • Melakukan hubungan seksual sesama jenis (pria dengan pria)
  • Melakukan perjalanan ke daerah dengan tingkat risiko penularan tinggi tanpa diimunisasi
  • Memiliki kelainan faktor pembekuan, seperti hemofilia

Langkah pencegahan

Berikut langkah-langkah pencegahan yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan agar kamu tidak tertular virus hepatitis A:

  • Selalu cuci tangan sebelum memasak, sebelum makan dan setelah keluar dari toilet
  • Selalu cuci alat-alat masak dan alat-alat makan hingga benar-benar bersih
  • Dapur harus selalu bersih, sampah padat dan cair terkelola dengan baik, tidak ada binatang, serangga dan lainnya
  • Gunakan air yang bersih dan bahan makanan yang bersih dan baik
  • Pilihlah bahan makanan yang segar
  • Lakukan proses memasak yang benar dan baik
  • Cucilah buah dan sayur dengan baik
  • Jangan mengonsumsi bahan makanan yang sudah kedaluwarsa
  • Masak makanan hingga matang, terutama daging sapi, ayam, telur, seafood, rebus sup hingga 70 derajat Celsius
  • Pisahkan bahan makanan matang dan mentah dengan menggunakan alat dapur dan alat makan yang berbeda, serta simpan di tempat berbeda
  • Simpan makanan di suhu yang aman, jangan simpan makanan matang di suhu ruangan terlalu lama
  • Untuk makanan yang disimpan, sebelum dihidangkan, panaskan sampai lebih dari 60 derajat Celsius
  • Selalu menjaga kebesihan dan sanitasi lingkungan dan pribadi.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. sehatnegeriku.kemkes.go.id (2015). Diakses 31 Agustus 2020. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20151216/5113886/mengenal-hepatitis-a/

2. who.int (2020). Diakses 31 Agustus 2020. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a

3. mayoclinic.org. Diakses 31 Agustus 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-a/symptoms-causes/syc-20367007

4. cdc.gov. Diakses 31 Agustus 2020. https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/afaq.htm#:~:text=Hepatitis%20A%20can%20be%20spread,virus%20before%20they%20feel%20sick.

    Berita Terkait
    register-docotr