Info Sehat

Tak Perlu Panik, Ini 6 Langkah Tepat untuk Mengobati Shin Splint

May 16, 2020 | Ahmad Ridwan | dr. Vivi Puspita Hartono
no-image

Kaki cedera memang kerap mengganggu aktivitas setiap orang. Cedera atau sering disebut shin splints terkadang menyerang bagian kaki depan dari atas hingga bawah, sehingga mau tak mau kita harus mencari tahu bagaimana mengobati shin splint saat lari.

Shin splints rentan menyerang orang yang beraktivitas fisik sedang hingga berat serta orang yang melakukan olahraga stop – start seperti tennis, bulutangkis, sepakbola, bola basket, maupun lari. 

Dalam banyak kasus, shin splints merupakan cedera berlebihan yang disebabkan oleh sobekan kecil pada otot kaki bagian bawah. Sepatu yang sudah tidak layak pakai ditambah tidak adanya busa peredam dapat menjadi penyebab lainnya selain cara berlari yang tidak tepat.

Gejala shin splints

Gejala shin splints kerap tertukar dengan kondisi lain yang posisi sakitnya terletak di tulang kering. Namun secara umum, rasa sakit yang muncul akibat shin splintsbiasanya lebih umum daripada retak tulang atau sindrom kompartemen yang menyerang bagian luar dari tungkai bawah.

Retak tulang dan sindrom kompartemen sendiri merupakan cedera yang lebih parah dari shin splints.

Gejala lain dari shin splintsadalah nyeri ringan di bagian depan tungkai bawah, nyeri tulang kering saat latihan, nyeri pada salah satu sisi tulang kering, nyeri otot, nyeri di bagian dalam tungkai bawah, pembengkakan ringan pada tungkai bawah, dan kaki yang lemah serta mati rasa.

Bagaimana cara mengobati shin splint saat lari? 

Cedera shin splints tentu mengganggu aktivitas karena rasa sakitnya menyerang tidak hanya saat berlari. Untuk cedera ringan, penanganannya dapat dilakukan di rumah atau jika kondisinya makin memburuk ada baiknya kamu segera konsultasikan dengan dokter.

Biasanya, kamu disarankan untuk berhenti sejenak dari aktivitas fisik tertentu dan mengistirahatkan kaki kamu sepenuhnya. Waktu istirahat yang direkomendasikan biasanya sekitar dua minggu.

Kamu disarankan untuk melakukan olahraga yang tidak berdampak terlalu berat pada kaki. Untuk itu, dokter biasanya menyarankan untuk melakukan beberapa hal, antara lain:

  1. Posisikan kaki lebih tinggi.
  2. Kompres dengan es untuk mengurangi bengkak.
  3. Konsumsi obat anti-peradangan yang mengandung ibuprofen atau naproxen sodium.
  4. Bebat dengan kompresi perban elastis.
  5. Pijat tulang kering dengan foam roller.
  6. Meski jarang, shin splints yang sudah terjadi selama berbulan-bulan, dokter biasanya menyarankan operasi fasciotomy. Fasciotomy dilakukan dengan cara membuat potongan-potongan kecil pada jaringan fascia di sekitar otot betis.

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline. Diakses pada 17 Oktober 2019. Shin Splints.

https://www.healthline.com/health/shin-splints

Runner’s World. Diakses pada 16 Oktober 2019. Everything You Need to Know About Shin Splints. https://www.runnersworld.com/shin-splints/

Runner’s World. Diakses pada 17 Oktober 2019. Shin splints – what are shin splints, how to treat them and how to prevent them.

https://www.runnersworld.com/uk/health/injury/a760234/shinsplints-how-to-beat-them/

    Berita Terkait
    register-docotr