Info Sehat

Manfaat Tanaman Lobelia Bisa Atasi Depresi? Yuk Simak Fakta Medisnya!

November 24, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Lobelia (lobeline) merupakan genus tanaman berbunga yang telah digunakan untuk pengobatan herbal selama berabad-abad. Umumnya, tanaman lobelia digunakan untuk masalah pernapasan termasuk asma, bronkitis, batuk rejan, dan sesak napas atau apnea pada bayi baru lahir.

Tak hanya itu, lobelia juga dapat dioleskan pada kulit untuk nyeri otot, benjolan sendi yang berhubungan dengan rheumatoid arthritis, memar, gigitan serangga, hingga kurap. Bahkan disebut bahwa tanaman ini bisa mengatasi depresi lho, benarkah?

Baca juga: Daftar Obat Sesak Napas yang Bisa Dibeli di Apotek hingga Cara Alami

Fakta mengenai tanaman lobelia

Dilansir dari Healthline, senyawa dalam lobelia inflata dapat membantu mengatasi asma, depresi, dan masalah kesehatan lainnya. Namun, dosis tinggi bisa menjadi racun dan mengakibatkan efek samping yang cukup serius.

Perlu diketahui, terdapat ratusan spesies tumbuhan berbunga salah satunya adalah Lobelia inflata. Tumbuhan ini memiliki batang hijau tinggi, daun panjang, dengan bunga ungu berukuran kecil.

Studi menunjukkan bahwa lobelia memiliki senyawa aktif utama yang dapat membantu melindungi dari depresi, mengatasi masalah kecanduan obat, dan meningkatkan konsentrasi. Tanaman ini sendiri tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari kapsul, tablet, dan ekstrak cair.

Selain itu, lobelia juga biasanya berbentuk kering untuk dijadikan sebagai teh. Bunga, daun, dan bijinya telah banyak digunakan dalam berbagai macam olahan termasuk dijadikan sebagai pengobatan alami. 

Beberapa manfaat dari tanaman lobelia

Jika dikonsumsi secara rutin, tanaman lobelia dapat memberikan manfaat kesehatan. Hal ini dikarenakan lobelia mengandung beberapa alkaloid yang berbeda atau senyawa yang memberikan efek terapeutik atau efek pengobatan. Beberapa manfaat dari tanaman lobelia yang perlu kamu ketahui, antara lain sebagai berikut:

Mengatasi depresi

Senyawa dalam tanaman lobelia diketahui dapat membantu melindungi dari gangguan mood, termasuk depresi. Secara khusus, tanaman ini mampu memblokir reseptor tertentu di otak yang berperan dalam perkembangan depresi.

Satu penelitian pada tikus mengungkapkan bahwa lobelia secara signifikan dapat mengurangi perilaku depresi dan tingkat hormon stres dalam darah. Percobaan tikus lain menunjukkan bahwa senyawa ini dapat meningkatkan efek obat antidepresan umum.

Namun, penelitian pada manusia lebih lanjut masih diperlukan untuk lebih memahami bagaimana lobelia dapat memengaruhi kondisi ini. Saat ini, lobelia tidak dapat direkomendasikan sebagai pengobatan alternatif untuk obat antidepresan.

Asma dan gangguan pernapasan lainnya

Lobelia terkadang digunakan bersamaan dengan pengobatan konvensional untuk membantu mengurangi gejala serangan asma, seperti mengi, batuk tak terkendali, dan sesak dada.

Hal ini dikarenakan lobelia dapat mengendurkan saluran udara, merangsang pernapasan, dan membersihkan lendir dari paru-paru.

Tanaman satu ini juga bisa digunakan untuk meredakan pneumonia dan bronkitis, yakni dua jenis infeksi paru-paru yang mengakibatkan batuk serta kesulitan bernapas.

Meskipun lobelia sering direkomendasikan oleh dokter, namun belum ada penelitian pada manusia mengenai efeknya untuk penyakit pernapasan.

Attention deficit hyperactivity disorder atau ADHD

Lobelia dapat meredakan gejala tertentu, termasuk hiperaktif dan kesulitan fokus dengan meningkatkan pelepasan dan penyerapan dopamin di otak. Karena itu, tanaman ini diketahui mampu membantu mengelola gangguan kesehatan, seperti ADHD.

Satu studi yang melibatkan sembilan orang dewasa dengan ADHD mencatat bahwa mengonsumsi hingga 30 mg lobelia per hari dapat membantu meningkatkan daya ingat. Namun, secara keseluruhan diperlukan lebih banyak penelitian terhadap manusia.

Dosis tepat pemakaian lobelia

Karena penelitian tentang lobelia masih terbatas, tidak ada dosis atau rekomendasi standar untuk pemakaiannya. Namun, satu studi pada orang dewasa dengan ADHD menunjukkan bahwa hingga 30 mg lobelia per hari dalam bentuk tablet tampaknya aman.

Meskipun demikian, beberapa efek samping pemakaian lobelia ini mungkin akan dirasakan. Efek samping yang dimaksud, antara lain mual, rasa pahit, mulut mati rasa, aritmia jantung, dan peningkatan tekanan darah.

Lobelia diketahui dapat menyebabkan muntah dan bisa menjadi racun bahkan fatal untuk kesehatan jika mengambil dosis yang sangat tinggi.

Anak-anak, individu yang mengonsumsi obat tertentu, dan wanita hamil atau menyusui harus menghindari produk lobelia karena kurangnya penelitian keamanan. 

Baca juga: Penggunaan Microwave Bisa Picu Kanker? Ini Fakta Penting yang Perlu Diketahui!

Informasi kesehatan lainnya bisa ditanyakan pada dokter di Good Doctor. Konsultasikan juga secara online hanya di Grabhealth Apps, atau klik link ini ya!

Reference
  1. Healthline (2020), diakses 23 November 2020. What Is Lobelia, and How Is It Used?
  2. Rxlist.com (2019), diakses 23 November 2020. LOBELIA
    Berita Terkait
    register-docotr