Info Sehat

Kamu Suka Nyinyir? Hati-hati Dapat Memengaruhi Kesehatan Jantung

September 25, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Apakah kamu orang yang rutin menjaga kesehatan jantung? Jika iya tapi kamu suka nyinyir, sebaiknya berhati-hati. Karena sebuah penelitian yang diterbitkan di European Journal of Cardiovascular Nursing, mengungkapkan nyinyir dapat memengaruhi kesehatan jantungmu, loh!

Penelitian tersebut melibatkan 2.321 partisipan yang pernah mengalami serangan jantung. Semua partisipan dipantau selama 24 bulan untuk memastikan kondisi pasca serangan jantung yang mereka alami. Lalu fakta apa saja yang terungkap dari penelitian tersebut?

Fakta yang terungkap dari penelitian

Penelitian dilakukan pada peserta yang rata-rata berusia 67 tahun, 68 persen di antaranya adalah laki-laki. Penelitian dilakukan menggunakan metode Multiple Adjective Affect Checklist (MAACL). Setelahnya, diketahui lebih dari setengah atau 57 persen peserta adalah orang yang nyinyir.

Nyinyir dalam hal ini, menurut peneliti Dr. Tracey Vitori, dari University of Tennessee, adalah ciri kepribadian yang mencakup sifat sarkastik, sinis, kasar, tidak sabar atau mudah tersinggung.

Dari penelitian itu, disebutkan bahwa kebiasaan nyinyir dapat dijadikan alat memprediksi kematian akibat serangan jantung. Setelah faktor lain seperti jenis kelamin, usia, kondisi kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, merokok, pendidikan dan status perkawinan.

Jika biasanya dari sisi psikologi depresi dan kecemasan adalah dua faktor yang dikaitkan dengan penyakit jantung. Kini, dokter juga bisa menambahkan kriteria nyinyir saat mengevaluasi kondisi pasien terkait penyakit jantung.

Apa kaitannya antara nyinyir dan kondisi organ tubuh?

Sudah disebutkan bahwa nyinyir juga termasuk sifat sarkastik, sinis, kasar, tidak sabar atau mudah tersinggung. Sementara menurut penelitian lain, seperti dilansir dari Daily Mail, disebutkan bahwa orang yang sinis memang dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan jantung.

Orang yang sinis atau cenderung skeptis memiliki bahan kimia dalam darah yang dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh. Peradangan ini akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Kemudian meningkatkan kemungkinan serangan jantung dan juga stroke.

Selain itu, disebutkan juga bahwa kondisi yang dapat memicu stres juga berperan dalam pelepasan hormon yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Bagaimana cara mengatasinya?

Salah satu cara menghindari kebiasaan nyinyir adalah dengan berusaha hidup dengan pandangan yang positif. Karena berpikiran negatif dan nyinyir hanya akan menambah beban pikiran.

Kondisi tersebut bisa berkembang menjadi stres dan memengaruhi tingkat hormon kortisol, yang kemudian dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang meninggi akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

Orang yang memiliki pola pikir positif juga akan memilih kegiatan yang lebih bermanfaat, misalkan berolahraga. Dengan berolahraga tentunya akan menunjang kebugaran dan kesehatan tubuh.

Pola pikir positif dan olahraga juga bisa diimbangi dengan mengonsumsi makanan sehat dan seimbang, untuk mendukung kesehatan jantung. Selain yang sudah disebutkan, berikut tindak pencegahan penyakit jantung lainnya yang bisa dilakukan.

  • Sadari risiko. Faktor seperti merokok, usia, riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko. Usahakan untuk selalu memantau kesehatan.
  • Jaga berat badan. Selalu rutin memeriksa indeks massa tubuh (body mass index ) untuk mengetahui ideal atau tidaknya berat badanmu. Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Berhenti merokok. Jika kamu adalah perokok, baik itu tembakau atau vape dan produk rokok elektronik lainnya, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut agar lebih sehat.
  • Kelola kesehatan dengan baik. Jika sudah memiliki penyakit seperti hipertensi, diabetes atau kolesterol tinggi, patuhi anjuran dokter dan konsumsi obat sesuai dengan rutin.

Gaya hidup sehat lainnya seperti membatasi konsumsi alkohol juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

Hal lain yang perlu dipahami

Meski hasil penelitian menyatakan 57 persen dari peserta penelitian adalah orang yang nyinyir, tapi para peneliti masih belum sepenuhnya memahami kaitan nyinyir dan penyakit jantung.

Masih diperlukan banyak penelitian terkait untuk bisa memahami bagaimana nyinyir dapat memengaruhi tubuh dan kesehatan jantung. Demikian penjelasan mengenai nyinyir dan juga kaitannya dengan kondisi kesehatan jantung.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Heart.org diakses 23 September 2020 Things You Can Do to Prevent Heart Disease and Stroke

Sciencedaily diakses 23 September 2020 Hostility linked with higher risk of death after second heart attacks

CNY Family Care diakses 23 September 2020 Does Hostility Predispose You to a Second Heart Attack?

Daily Mail diakses 23 September 2020 Being cynical is bad for your heart

    register-docotr