Info Sehat

Sering Mengalami Jantung Berdebar Setelah Minum Kopi? Yuk Ketahui Penyebabnya!

August 4, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
no-image

Banyak yang mengeluhkan jantung berdebar setelah minum kopi sehingga menyebabkan perasaan tidak nyaman. Nah, biasanya masalah ini hanya dialami oleh sebagian orang dan banyak yang mengabaikannya.

Kafein dalam kopi termasuk zat yang dapat diterima tubuh dengan baik, namun bisa berdampak buruk jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut yuk simak penjelasan mengenai penyebab jantung berdebar setelah minum kopi.

Baca juga: Punya Masalah Pencernaan? Begini Cara Detox Usus Mudah dan Alami

Apa penyebab jantung berdebar setelah minum kopi?

Kafein memiliki banyak efek pada sistem saraf pusat dan juga jantung. Biasanya, sebagian besar orang akan mengalami peningkatan detak jantung.

Jumlah kenaikannya tergantung pada berbagai faktor, termasuk jumlah kafein yang dikonsumsi, frekuensi kafein yang diminum, dan kondisi kesehatan seseorang.

Karena itu, sensitivitas terhadap kafein pada setiap individu akan berbeda. Efek kafein umumnya akan dimulai segera setelah mengonsumsinya, yakni paling cepat 15 menit dan dapat berlangsung berjam-jam. Hal ini terjadi tergantung pada konsentrasi plasma kafein dalam darah.

Berkaitan dengan peningkatan denyut jantung, selama seseorang tidak mengalami gejala seperti pusing maka tidak akan memiliki efek yang merusak.

Untuk itu, konsumsi yang direkomendasikan adalah tidak lebih dari satu atau dua cangkir kopi setiap harinya, karena dapat memengaruhi aritmia jantung jika diminum secara berlebihan.

Hubungan kafein dan jantung berdebar

Jantung berdebar setelah minum kopi diakibatkan karena efek dari kafein. Kafein dalam dosis tinggi dapat meningkatkan kadar epinefrin dalam darah.

Epinefrin dikenal sebagai adrenalin sehingga bisa meningkatkan tekanan darah, meningkatkan kontraktilitas atau kekuatan jantung, dan sedikit menaikkan denyut jantung.

Jika seseorang rentan terhadap irama jantung abnormal, kafein dalam dosis tinggi dapat menyebabkan pengembangan denyut yang dilewati dari ruang jantung atas atau bawah.

Karena itu, pada beberapa orang yang mengonsumsi kafein dalam dosis tinggi akan menyebabkan perasaan tidak nyaman pada jantung.

Jantung berdebar setelah minum kopi merupakan respons normal ketika terpapar epinefrin yang mengakibatkan gejala tidak nyaman. Dengan respons jantung normal, gejala biasanya meningkat ketika kadar kafein dalam tubuh berkurang.

Kafein yang menyebabkan jantung berdetak tidak normal ini bisa bertahan cukup lama. Irama jantung yang abnormal dapat bertahan setelah kadar kafein tubuh sudah sangat rendah atau bahkan tidak ada.

Dilansir dari Medical News Today, selain detak jantung berdebar, mengonsumsi lebih dari 400 mg kafein bisa menyebabkan gejala lain. Beberapa gejala yang dirasakan, termasuk kegelisahan, masalah tidur, hingga mengalami tremor.

Nah, dari sinilah dapat disimpulkan jika kafein dikonsumsi dalam dosis tinggi maka bisa menyebabkan berbagai gejala dan masalah yang lebih serius. Untuk itu, cobalah untuk segera menghentikan atau kurangi asupan kopi harian.

Butuh beberapa hari untuk menunggu detak jentung kembali normal setelah terkena paparan kafein. Jika diperlukan, kamu bisa menghubungi dokter untuk mengetahui cara mudah mengatasi detak jantung berdebar setelah minum kopi.

Baca juga: Studi Membuktikan, Makanan Fermentasi Kimchi Bisa Turunkan Risiko COVID-19

Cara mengatasi jantung berdebar setelah minum kopi

Bagi yang memiliki masalah lambung, wajib untuk mengurangi atau menghindari konsumsi kafein termasuk kopi. Kafein yang terkandung dalam kopi bisa merangsang produksi asam lambung sehingga berakibat buruk pada kesehatan tubuh.

Jantung berdebar setelah minum kopi seringkali menyebabkan rasa tidak nyaman sehingga banyak yang mencari cara untuk mengatasinya. Nah, agar rasa berdebar pada jantung bisa berkurang berikut beberapa cara mudah untuk mengatasinya.

Coba teknik relaksasi

Ketika jantung berdebar mulai terasa, kamu bisa melakukan teknik relaksasi untuk mengatasinya. Cobalah duduk dengan kaki menyilang dan ambil napas secara perlahan dari lubang hidung dan keluarkan melalui mulut.

Jika belum berkurang, berhentilah dan ambil napas dalam-dalam setiap 1 hingga 2 jam untuk membantu menenangkan pikiran. Tak hanya itu, kamu juga bisa mengistirahatkan tubuh agar pikiran dan jantung bisa kembali rileks.

Minum air putih

Jantung berdebar bisa diatasi dengan memperbanyak minum air putih. Air juga akan membantu kamu terhindar dari dehidrasi yang mungkin menjadi penyebab detak jantung berdetak lebih cepat.

Jika kamu merasakan denyut nadi naik, maka segera ambil segera air dan minum secara perlahan. Memperbanyak konsumsi air akan membuat irama jantung kembali normal dan aliran darah menjadi lancar. 

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medical News Today (2019), diakses 30 Juli 2020. Is caffeine bad for you?
  2. Healthline (2018), diakses 30 Juli 2020. Heart Palpitations: 6 Home Remedies for Fast Heartbeat
  3. Sutterhealth, diakses 30 Juli 2020. Caffeine Impact on Heart Rate
  4. Everydayhealth (2016), diakses 30 Juli 2020. Caffeine, Your Heart and Exercise
    Berita Terkait
    register-docotr