Info Sehat

Mengenal Bahaya Infeksi Cacing Pipih: Ini Ciri-ciri, Penyebab dan Cara Mengatasinya

January 4, 2021 | Nanda Hadiyanti
no-image

Cacing pipih adalah invertebrata tergolong ke dalam filum Platyhelminthes. Ada lebih dari 25.000 spesies dan beberapa di antaranya bisa menyebabkan infeksi cacing pipih pada manusia.

Salah satu spesies cacing pipih yang dapat menginfeksi manusia adalah cacing pita. Cacing jenis ini adalah parasit yang hidup di dalam tubuh hewan lainnya sebagai inang. Untuk lebih lanjut mengetahui infeksi tersebut, berikut penjelasan hingga pengobatannya.

Infeksi cacing pipih pada manusia

Terjadinya infeksi cacing pipih pada manusia bisa berawal saat mengonsumsi daging hewan yang tidak matang dan dalam kondisi sudah terinfeksi cacing pipih. Selain itu, infeksi juga bisa terjadi saat mengonsumsi air yang terkontaminasi telur atau larva cacing.

Meski dapat diatasi, terkadang infeksi pada manusia dapat menyebabkan kondisi serius dan mengancam jiwa.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu cacing pipih yang menyebabkan infeksi adalah cacing pita (cestoda). Sementara itu, beberapa jenis cacing pita yang dapat menginfeksi manusia, yaitu:

  • Taenia saginata, cacing yang berasal dari daging sapi
  • Taenia solium, cacing yang ada di daging babi
  • Diphyllobothrium latum dari ikan

Infeksi yang disebabkan oleh jenis taenia ini disebut dengan taeniasis. Orang yang mengalami kondisi ini, memakan waktu antara 8 hingga 14 minggu untuk mengembangkan infeksi.

Seperti apa ciri-ciri dan gejala infeksi cacing pipih?

Ada beberapa infeksi yang disebabkan cacing pipih. Namun, yang disebabkan oleh spesies cacing pita bisa menimbulkan gejala seperti:

  • Mual
  • Diare
  • Sakit perut
  • Lemas
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Kekurangan vitamin dan mineral

Apa bahaya dari infeksi ini?

Beberapa orang ada yang tidak mengalami gejala, atau mengalami gejala ringan seperti yang sudah disebutkan. Sementara beberapa kasus yang jarang terjadi, infeksi menimbulkan komplikasi serius seperti penyumbatan usus atau saluran yang lebih kecil di usus.

Jika tidak diketahui keberadaannya, cacing ini bisa tumbuh hingga 12 kaki atau lebih dari 3,5 meter di usus. Cacing juga bisa bertahan hidup hingga bertahun-tahun tanpa disadari.

Hal lainnya yang perlu diwaspadai, cacing pita dewasa di dalam usus akan mengeluarkan telur. Telur ini akan dikeluarkan bersama tinja. Dan kontak dengan tinja dapat menyebarkan infeksi ini. Karenanya, mencuci tangan setelah menggunakan toilet harus dilakukan.

Bagaimana mengatasi infeksi ini?

Jika mengalami infeksi taeniasis biasanya diobati dengan praziquantel (Biltricide) dan albendazole (Albenza). Obat tersebut bisa didapatkan setelah diresepkan oleh dokter.

Kedua obat tersebut dapat membunuh cacing parasit dan juga telurnya. Setelah mengonsumsi obat, diperlukan beberapa minggu untuk sepenuhnya membersihkan infeksi. Obat-obatan tersebut, kemungkinan menimbulkan efek seperti pusing dan sakit perut.

Bagaimana mencegah infeksi cacing pipih?

Salah satu penyebaran infeksi ini adalah saat mengonsumsi daging yang tidak dimasak dengan benar. Karenanya untuk pencegahan sebaiknya selalu makan daging yang telah dimasak sampai benar-benar matang.

Selain itu, menjaga kebersihan tangan juga penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Jangan lupa juga untuk selalu minum air yang terjamin kebersihannya. Minumlah air kemasan jika sedang bepergian dan kamu tidak yakin dengan kebersihan air di tempat tersebut.

Sementara itu, di Amerika Serikat tindak pencegahan juga dilakukan pemerintah, lewat adanya undang-undang yang mengatur pemeriksaan kualitas daging dan hewan untuk mengurangi risiko penyebaran cacing pita.

Infeksi cacing pipih lainnya

Selain taeniasis, berikut beberapa infeksi cacing pipih yang mungkin terjadi yaitu:

  • Schistosoma. Disebabkan oleh cacing pipih trematoda. Lebih sering menginfeksi hewan, akan tetapi bisa menginfeksi manusia dengan menembus kulit manusia. Atau masuk ke tubuh manusia saat meminum air yang terkontaminasi.
  • Paragonimus. Disebabkan oleh cacing pipih fluke. Menginfeksi paru-paru manusia dan biasanya terjadi saat manusia memakan makanan seperti kepiting atau udang yang tidak matang, dan terkontaminasi cacing parasit ini.

Dengan kata lain, infeksi ini umumnya terjadi karena memakan daging hewan terkontaminasi dalam keadaan tidak matang. Atau karena mengonsumsi air yang juga terkontaminasi.

Demikian infeksi yang disebabkan oleh cacing pipih. Jika kamu merasa terinfeksi, segera periksakan ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatanmu.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 24 Desember 2020
Parasitic Worms in Humans: Know the Facts
Healthline, diakses 24 Desember 2020
Taeniasis
Medical News Today, diakses 24 Desember 2020
Everything you need to know about tapeworms
CDC, diakses 24 Desember 2020
About Schistosomiasis
CDC, diakses 24 Desember 2020
Paragonimus

    Berita Terkait
    register-docotr