Info Sehat

5 Gejala Ginjal Bocor yang Perlu Diwaspadai: Kencing Berbusa hingga Mudah Lelah

May 9, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ginjal merupakan organ yang bertugas menyaring darah di dalam tubuh. Namun, ada kondisi tertentu yang bisa mengganggu fungsi organ tersebut, salah satunya adalah ginjal bocor. Penting untuk mengetahui gejala ginjal bocor demi mencegah dampak yang lebih buruk.

Lantas, apa saja tanda dan gejala ginjal bocor yang perlu diwaspadai? Yuk, cari tahu jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Baca juga: 4 Cara Membersihkan Ginjal yang Bisa Dilakukan di Rumah

Kondisi ginjal bocor

Ginjal mempunyai pembuluh darah kecil yang disebut glomerulus, bertugas membuang limbah melalui urine dan menyerap kembali protein yang tertinggal di dalam darah.

Namun, terkadang ginjal tidak berfungsi dengan baik, menyebabkan protein tersebut bocor ke dalam urine.

Kondisi itu disebut dengan proteinuria, atau kerap dikenal dengan istilah ginjal bocor. Jadi, kebocoran yang terjadi bukan berupa darah, tapi protein. Dari kebocoran tersebut, urine akan mengandung protein yang sangat tinggi.

Kebocoran ginjal juga merupakan tanda dari sindrom nefrotik, yaitu rangkaian gejala yang menunjukkan bahwa ada yang tidak beres pada fungsi ginjal. Ginjal bocor sendiri dapat dipicu oleh banyak faktor, seperti:

  • Dehidrasi
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Gagal ginjal kronis (CKD)
  • Penyakit autoimun
  • Preeklamsia
  • Kanker

Gejala ginjal bocor

Ada banyak hal yang bisa menjadi gejala ginjal bocor. Mulai dari urine yang berbusa, pembengkakan di beberapa bagian tubuh, hingga sering merasa mudah lelah. Berikut sejumlah gejala ginjal bocor yang perlu kamu tahu:

1. Urine berbusa

Urine berbusa bisa menjadi gejala ginjal bocor. Kondisi itu akan membuat urine keluar disertai dengan gelembung-gelembung kecil saat buang air kecil, mirip seperti ketika kamu mencampurkan sabun ke dalam wadah yang berisi air.

Menurut sebuah studi yang terbit di Clinical Journal of the American Society of Nephrology, busa pada urine terbentuk ketika ada cairan yang terkontaminasi dengan surfaktan. Surfaktan adalah senyawa organik yang bersifat amfifilik (pencipta busa).

Senyawa itu kemudian akan menciptakan gelembung-gelembung kecil saat ada senyawa gas yang terperangkap. Nah, zat protein sendiri umumnya bersifat amfifilik. Jadi, ketika protein masuk ke dalam urine, maka bisa menimbulkan busa seperti air sabun.

2. Pembengkakan atau edema

Salah satu gejala ginjal bocor yang sering diabaikan adalah pembengkakan di beberapa bagian tubuh, terutama kaki, tangan, wajah, dan perut. Darah dengan kadar protein normal dapat menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Dikutip dari Hopkins Medicine, jika protein dari dalam darah mengalami kebocoran akibat masalah pada ginjal, hal tersebut dapat memicu edema atau pembengkakan. Ini karena cairan di dalam darah tak lagi seimbang.

Tak lama setelah itu, darah di dalam pembuluh akan mengental, berpotensi meningkatkan risiko pembekuan darah.

3. Sering buang air kecil

Jika kamu sering buang air kecil, waspadai hal tersebut sebagai gejala ginjal bocor. Sebab, kebocoran protein dari darah dalam jumlah besar bisa menimbulkan efek diuretik. Akibatnya, kamu akan sering merasa ingin kencing.

Hal itu tak hanya berlaku pada kasus ginjal bocor. Jika kamu adalah orang yang menerapkan pola makan tinggi protein, efek yang sama juga bisa terjadi.

Selain bisa mengganggu rutinitas, terlalu sering kencing juga dapat membuatmu dehidrasi karena banyaknya cairan yang dikeluarkan.

4. Kram otot

Kebocoran protein bisa menyebabkan kram otot. Menurut Susan McQuillan, MS, pakar gizi asal New York, Amerika Serikat, protein adalah zat yang bisa meningkatkan aktivitas peradangan di dalam tubuh.

Selain kram, kebocoran protein juga dapat menimbulkan rasa sakit atau nyeri di beberapa bagian tubuh. Efek tersebut bukan cuma terjadi pada kasus ginjal bocor, tapi juga pada orang yang menerapkan pola makan tinggi protein.

Baca juga: Penyakit Ginjal: Ketahui Berbagai Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

5. Mudah lelah

Merasa mudah lelah bisa menjadi tanda atau gejala ginjal bocor. Seperti yang telah disebutkan, saat protein bocor ke dalam urine, kadarnya di pembuluh darah akan menurun. Padahal, protein berperan penting dalam menjaga massa otot.

Mengutip dari WebMD, rendahnya protein dalam darah bisa menurunkan massa otot, yang kemudian berdampak pada kekuatan tubuh. Akibatnya, kamu akan lebih sulit menjaga keseimbangan dan proses metabolisme menjadi berjalan sedikit lambat.

Jika dibiarkan, hal tersebut dapat membuatmu mudah lelah (fatigue), terutama saat melakukan aktivitas yang berat.

Nah, itulah beberapa gejala ginjal bocor yang perlu kamu tahu. Jika telah mengalami salah satu atau lebih gejala yang telah disebutkan, jangan ragu untuk periksakan diri ke dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 30 April 2021, Proteinuria Causes, Symptoms, and Treatment.
  2. Medical News Today, diakses 30 April 2021, What is nephrotic syndrome?
  3. Nephcure Kidney International, diakses 30 April 2021, How Do You Know If You Have Proteinuria?
  4. WebMD, diakses 30 April 2021, Signs You’re Not Getting Enough Protein.
  5. Practical Pain Management, diakses 30 April 2021, Is Eating Too Much Protein Causing Your Pain?
  6. India Times, diakses 30 April 2021, Is high-protein diet safe?
  7. Johns Hopkins Medicine, diakses 30 April 2021, Nephrotic Syndrome.
  8. ASN Journals, diakses 30 April 2021, Foamy Urine a Sign of Kidney Disease?

    register-docotr