Info Sehat

Jenis Alat Bantu Dengar yang Sesuai dengan Gangguan Pendengaran

September 8, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Telinga termasuk organ vital dalam aktivitas kita sehari-hari. Namun, bagaimana jika kita mengalami gangguan pendengaran? Alat bantu pendengaran bisa menjadi solusinya. Jenis alat ini beragam dan bisa disesuaikan dengan tingkat gangguan pendengaran yang dialami.

Masing-masing jenis juga punya kekurangan dan kelebihannya tersendiri. Ingin tahu apa saja jenis-jenis alat bantu dengar yang bisa kamu temui di pasaran? Simak ulasannya di bawah ini, ya!

Apa itu alat bantu dengar?

Alat bantu dengar adalah perangkat elektronik kecil yang kamu gunakan di dalam atau di belakang telinga. Dengan alat tersebut membuat beberapa suara lebih keras sehingga seseorang dengan gangguan pendengaran dapat mendengarkan, berkomunikasi, dan beraktivitas.

Alat ini terbagi atas tiga dasar bagian yakni mikrofon, amplifier, dan speaker.

Alat bantu dengar menerima suara melalui mikrofon, yang mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik dan mengirimkannya ke amplifier. Amplifier meningkatkan kekuatan sinyal dan kemudian mengirimkannya ke telinga melalui speaker.

Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Pendengaran Telinga Kamu Makin Berkurang

Cara kerja alat bantu dengar

Alat bantu dengar berguna dalam meningkatkan pendengaran yang disebabkan kerusakan sel-sel sensorik kecil di telinga bagian dalam, yang disebut sel rambut. Jenis gangguan pendengaran ini disebut gangguan pendengaran sensorineural. 

Kerusakan dapat terjadi sebagai akibat penyakit, penuaan, atau cedera dari kebisingan atau obat-obatan tertentu. 

Cara kerja alat bantu dengar, umumnya sama. Mikrofon kecil mengumpulkan suara dari lingkungan. Lalu chip komputer dengan amplifier mengubah suara yang masuk menjadi kode digital.

Kemudian alat ini menyesuaikan suara berdasarkan gangguan pendengaran dan tingkat suara.Sinyal yang diperkuat kemudian diubah kembali menjadi gelombang suara dan dikirimkan ke telinga kamu melalui speaker.

Indikasi pemakaian alat bantu dengar

Alat bantu ini diperlukan bila seseorang mengalami beberapa perubahan dalam kegiatan sehari-hari karena masalah pendengaran, yang meliputi:

  • Merasa orang-orang seperti bergumam saat berbicara
  • Tidak dapat mengikuti percakapan yang sedang terjadi
  • Tidak dapat memahami ucapan dengan normal bahkan dalam kondisi yang sedang tidak bising
  • Aktivitas sosial menurun

Jenis-jenis alat bantu dengar

Alat bantu pendengaran sangat bervariasi dalam hal harga, ukuran, fitur khusus, dan cara penempatannya di telinga. Jenis alat ini juga disesuaikan dengan gangguan pendengaran. Berikut ini jenis-jenis alat bantu dengar yang biasa dijual di pasaran.

1. Alat di belakang telinga atau behind-the-ear (BTE)

Jenis alat dengar satu ini cocok digunakan segala usia dan segala jenis gangguan pendengaran. BTE diletakkan pada bagian belakang telinga dan bagian cuping  dengan tabung yang mengarahkan suara ke saluran telinga melalui lubang suara khusus yang disebut earmold

Gambaran singkat BTE:

  • Dapat menangkap lebih banyak suara angin dari jenis lainnya.
  • Mampu melakukan lebih banyak amplifikasi, sehingga suara bisa lebih keras dari jenis lainnya.

2. Alat di dalam telinga atau in-the-ear (ITE)

Alat ini berguna untuk kamu yang menderita gangguan tingkat ringan hingga berat. Namun, tidak dianjurkan untuk anak-anak karena ukuran cuping mereka masih berkembang. ITE dibuat dalam dua model, satu yang mengisi sebagian telinga luar dan satu yang hanya mengisi bagian bawah. 

Jenis ITE memiliki casing yang menahan komponen elektronik terbuat dari plastik keras. Beberapa memiliki fitur tambahan seperti telecoil. Telecoil adalah koil magnetik kecil yang memungkinkan pengguna menerima suara melalui sirkuit alat bantu dengar, bukan melalui mikrofonnya.

Ini membuatnya lebih mudah untuk mendengar percakapan melalui telepon. Berikut ini gambaran singkat ITE:

  • Rentan terhadap kotoran telinga yang menyumbat speaker.
  • Memiliki kontrol volume.
  • Lebih terlihat di telinga daripada perangkat yang lebih kecil.
  • Menggunakan baterai yang lebih besar sehingga lebih tahan lama.

3. Alat di dalam liang telinga atau in-the-canal (ITC)

alat bantu dengar ITC
Contoh ITC. Foto www.freepik.com

ITC sesuai digunakan pada mereka yang punya gangguan pendengaran ringan hingga sedang pada orang dewasa, dan dibuat berdasarkan pesanan. Bentuk ITC akan memenuhi sebagian liang telinga kamu. Berikut ini gambaran tentang ITC:

  • Kurang terlihat di telinga dibandingkan jenis lain yang lebih besar sehingga tidak mencolok.
  • Rentan terhadap kotoran telinga yang menyumbat speaker.

4. Alat yang masuk ke liang telinga atau completely in the canal (CIC)

CIC dibuat agar dapat dimasukkan ke dalam liang telinga. Ini dapat digunakan oleh kamu yang punya gangguan telinga dari ringan hingga sedang. Berikut ini hal yang perlu kamu tahu tentang CIC:

  • Merupakan tipe terkecil dan paling tidak terlihat.
  • Lebih kecil kemungkinannya menangkap suara angin.
  • Menggunakan baterai yang sangat kecil, sehingga daya tahan lebih singkat.
  • Tidak ada fitur tambahan, seperti kontrol volume atau mikrofon directional.
  • Rentan terhadap kotoran telinga yang menyumbat speaker.

5. Receiver di dalam telinga atau  receiver-in-canal (RIC) 

Jenis RIC mirip dengan BTE, tetapi jenis ini menggunakan kabel kecil, bukan tabung. Tidak hanya itu, dibanding BTE, RIC lebih kecil dan tidak mencolok. Namun, speakernya juga rentan terhadap kotoran telinga.

6. Alat terbuka atau open-fit

Jenis ini adalah variasi BTE dengan pipa tipis. Open fit membuat saluran telinga sangat terbuka, memungkinkan suara frekuensi rendah memasuki telinga secara alami dan suara frekuensi tinggi diperkuat. Alat ini untuk orang dengan gangguan pendengaran ringan hingga sedang.

Gambaran sekilas open fit:

  • Kurang terlihat.
  • Tidak menyumbat telinga seperti CIC, membuat kamu bisa mendengar suara kamu sendiri dengan baik.

Harga alat bantu dengar

Harga alat bantu dengar tentu akan bervariasi. Bergantung pada jenis, fitur yang ditawarkan serta merek alat tersebut.

Sebagai gambaran, berikut ada kisaran harga alat bantu dengar dari yang termurah hingga termahal.

  • Jenis BTE: Dibandrol mulai Rp. 350.000 – 11.000.000
  • Jenis ITE : Dibandrol mulai Rp. 100.000 – 2.500.000
  • Jenis ITC : Dibandrol mulai Rp. 100.000 – 5.000.000
  • Jenis CIC : Dibandrol mulai Rp. 900.000 – 5.500.000
  • Jenis RIC : Dibandrol mulai Rp. 300.000 – 12.000.000
  • Jenis open fit : Dibandrol mulai Rp. 300.000 – 12.000.000

*Harga di setiap toko penyedia dapat berbeda-beda.

Alat bantu dengar untuk lansia

Lansia merupakan kelompok pengguna alat bantu pendengaran yang paling besar. Faktor usialah yang membuat mereka mengalami penurunan kemampuan untuk mendengar sehingga membutuhkan alat bantu.

Alat bantu dengar untuk lansia harus dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan yang meliputi:

  • Situasi. Dalam konteks ini, situasi yang dimaksud adalah usia, alasan ketulian, lingkungan pemakaian alat serta kemampuan finansial.
  • Pemeriksaan. Supaya akurat, lansia harus melakukan pemeriksaan pendengaran terlebih dahulu. Sehingga alat akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan.
  • Bentuk daun telinga. Lansia umumnya memiliki daun telinga yang sudah tidak elastis. Sehingga jenis alat yang harus dimasukkan ke dalam lubang telinga tidak direkomendasikan. Maka dari itu, jenis yang disarankan untuk lansia umumnya adalah BTE.
  • Adaptasi. Sama seperti saat menggunakan kacamata atau gigi palsu, penggunaan alat bantu yang satu ini juga memerlukan waktu adaptasi.

Pada kelompok lansia, bantuan pendengaran yang didapat dari alat tidak akan membuat kemampuan mereka 100 persen kembali normal. Saat pertama kali dipakai, alat ini juga akan menghasilkan suara yang pelan kemudian berangsur meningkat.

Alat bantu juga harus digunakan di dalam ruangan terlebih dahulu kemudian di luar ruangan. Umumnya alat bantu dengar untuk lansia perlu dipakai beberapa jam sehari selama masa adaptasi agar saraf pendengaran tidak terganggu.

Bagaimana sudah lebih paham kan soal cara kerja alat bantu dengar beserta jenis-jenis dan harganya? Nah, agar kamu mendapatkan alat yang sesuai jangan ragu untuk bertanya pada audiolog. Pastikan juga kamu menggunakannya dengan konsisten.

Masih punya pertanyaan seputar jenis-jenis alat bantu dengar atau masalah kesehatan pendengaran lainnya? Yuk, langsung saja konsultasikan secara online di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    Berita Terkait
    register-docotr