Info Sehat

3 Jenis Alergi Ini, Paling Umum Terjadi di Indonesia Lho!

October 9, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Secara umum prevalensi penyakit alergi terus meningkat. Alergi telah memengaruhi 30-40 persen dari populasi di seluruh dunia termasuk anak-anak dan orang dewasa. 

Begitu juga di Indonesia, kasus alergi diperkirakan meningkat hingga 30 persen per tahunnya. Lalu alergi-alergi apa saja yang sering terjadi pada orang Indonesia? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Alergi-alergi yang umum di Indonesia

Alergi pada debu

Sebagai negara berkembang, jumlah penduduk Indonesia terutama di kota-kota besar tercatat semakin meningkat. Peningkatan jumlah penduduk kota ini kemudian berkontribusi pada peningkatan mobil, sepeda motor, dan berbagai aktivitas yang menciptakan tingkat pencemaran udara tinggi.

Kondisi inilah yang memicu banyaknya orang mengalami alergi debu serta polusi. Selain mencemari udara luar, polusi juga bisa memengaruhi udara di dalam rumah sehingga kamu tetap bisa terkena alergi debu dari dalam rumah. 

Umumnya alergi debu dan polusi menimbulkan gangguan pada pernapasan (rhinitis) serta kulit (urtikaria). Ketika menyerang pernapasan, gejala yang timbul adalah bersin, hidung berair, gatal dan mata merah. Pada kondisi yang lebih parah, gangguan pernapasan bisa berupa asma dan sesak napas. 

Sementara ketika menyerang kulit,  alergi pada debu dapat menimbulkan gejala berupa munculnya ruam kulit yang memerah serta rasa gatal secara terus-menerus. 

Baca juga: Alergi pada Anak, Apa Saja Dampak Jangka Pendek yang Bisa Dialami?

Alergi pada makanan

Berdasarkan Pusat Data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, alergi makanan juga sering terjadi, terutama pada anak-anak. Semakin muda usia anak, semakin ia rentan pada alergi. 

Sementara itu, makanan yang paling sering menyebabkan alergi adalah telur, susu sapi, kacang-kacangan, kedelai, gandum, ikan dan seafood. Ketika terserang alergi makanan, reaksi yang umum timbul adalah ruam-ruam dan gatal pada kulit dan gangguan masalah pencernaan.

Ketika anak terserang alergi, otomatis aktivitas belajar, bermain, konsentrasi hingga tidurnya mengalami gangguan. Untuk itu penting bagi orang tua mengawasi asupan makanan anak terutama saat usianya berada di bawah 3 tahun. 

Penting diingat juga,  pemberian ASI pada anak harus diperhatikan karena ASI eksklusif dapat menekan timbulnya kasus alergi yang bersifat genetik (diturunkan). 

Baca juga:Meski Gejalanya Mirip, Catat Beda ISPA dan Rhinitis Alergi 

Alergi yang menyerang kulit

Alergi yang menyerang kulit atau dermatitis atopik juga menjadi salah satu alergi paling umum di Indonesia. Faktor penyebabnya beragam. Mulai dari genetik, lingkungan, gangguan fungsi sawar (pelindung) kulit, faktor imunologi, maupun infeksi.

Gejala alergi ini berupa kulit kering, kemerahan, bersisik, dan gatal pada satu atau beberapa tempat di wajah, leher, lipatan siku, lutut hingga pergelangan kaki. 

Pemicunya, secara umum diketahui berupa tungau debu rumah, binatang peliharaan, dan serbuk bunga. Bahan pakaian tertentu atau bahan iritan seperti deterjen, sabun cair pencuci piring, dan desinfektan juga bisa menjadi pemicu alergi. 

Cara mengatasi alergi 

Bila kamu mengalami gejala alergi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala. Berikut penjelasannya:

  • Sebagian besar gejala alergi ringan dapat diobati dengan antihistamin, kortikosteroid, atau dekongestan
  • Gunakan obat kumur saline untuk gejala alergi terkait hidung tersumbat
  • Krim kortikosteroid dapat mengobati ruam kulit yang berhubungan dengan alergi
  • Untuk gejala alergi kronis, tindakan imunoterapi biasanya direkomendasikan 

Namun pada kondisi alergi yang parah atau syok anafilaktik, penderitanya harus dilarikan ke rumah sakit. Kondisi ini dengan sulit bernapas, muntah, pembengkakan di wajah, hingga tekanan darah yang turun drastis. 

Cara mencegah alergi

Bila kamu memiliki alergi tertentu, cara paling ampuh untuk mencegahnya adalah menghindari alergen, pemicu alergi. Di samping itu kamu juga bisa melakukan langkah lain seperti:

  • Menggunakan HEPA filter di rumah untuk mengurangi debu
  • Menggunakan dehumidifier
  • Konsumsi vitamin C untuk mengurangi histamin
  • Menggunakan minyak atsiri 

Itu dia alergi-alergi yang umum terjadi di Indonesia. Pada setiap orang, gejala alergi yang timbul dapat berbeda. Bila kamu juga memiliki masalah dengan alergi hingga mengalami gejala yang parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    Berita Terkait
    register-docotr