Covid-19

Hoax: Viral Vaksin COVID-19 Disebut Bisa Bikin Penis Sulit Ereksi, Bagaimana Faktanya?

April 13, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Seiring dengan berlangsungnya program vaksinasi COVID-19 di Indonesia, berbagai laporan mengenai dampak pemberian vaksin tersebut mulai bermunculan di media sosial.

Salah satu yang cukup viral baru-baru ini adalah keluhan tentang kesulitan ereksi pada penis.

Hal ini tentu mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan berbagai pihak. Namun apa benar hal yang terjadi demikian?

Baca juga: Apakah Memakai Masker di Dalam Rumah Efektif Cegah COVID-19?

Studi tentang COVID-19 dan disfungsi ereksi

Sebuah studi yang diterbitkan pada NCBI berupaya menjelaskan kaitan antara kesehatan reproduksi pria dan COVID-19.

Disebutkan bahwa meski kasus disfungsi ereksi (DE) pada pasien COVID-19 yang dirawat di perawatan intensif (ICU) cenderung dianggap masalah sepele, namun ini menunjukkan kemungkinan virus corona bisa berdampak pada kemampuan ereksi pria.

Dilansir Web MD, COVID-19 juga diketahui meningkatkan risiko pengembangan disfungsi ereksi hampir 6 kali lipat lebih tinggi pada pria berusia muda.

Angka awal juga menunjukkan bahwa pria dengan riwayat COVID-19, memiliki risiko mengembangkan DE sebesar 5,66 lebih tinggi dari pria yang tidak pernah terkena infeksi virus corona.

Kemungkinan penyebab penis sulit ereksi setelah menerima vaksin COVID-19

Sampai dengan saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pemberian vaksin COVID-19 dapat menyebabkan penis susah ereksi.

Akan tetapi, beberapa studi menunjukkan jika infeksi virus corona memang bisa berdampak pada kemampuan seksual pria.

Berikut adalah beberapa hal yang sejauh ini dianggap bisa menjadi faktor penyebab penis sulit ereksi ketika seorang pria terkena virus corona.

1. Kerusakan pembuluh darah di penis

Beberapa pembuluh darah terkecil dan paling rapuh terletak di dalam penis. Selain memasok darah ke bagian bawah tubuh, ini juga penting dalam memasok aliran darah ke organ reproduksi.

Kondisi ini merupakan faktor yang memengaruhi terjadinya ereksi. Pada beberapa pria, COVID-19 dapat memicu hiperinflamasi pada tubuh.

Ini dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah kecil serta peradangan pada lapisan pembuluh darah.

Hal tersebut akan menghambat pasokan darah ke arah penis dan membuatnya menjadi lebih sulit untuk ereksi.

2. Sel-sel yang rusak di testis

Testosteron yang berperan penting untuk ereksi tidak kebal terhadap efek COVID-19. Sebuah studi terbaru menunjukkan, COVID-19 dapat menghabiskan kadar testosteron dan mengganggu kesuburan pada pria.

Ini karena virus COVID-19 memasuki sel dengan bantuan protein yang disebut ACE2, yang lazim terdapat di testis. Selanjutnya virus menggunakan protein ini untuk menginfeksi testis.

Mengingat testis adalah lokasi di mana testosteron dan sperma diproduksi pada pria, dapat dikatakan bahwa infeksi virus tersebut secara tidak langsung juga dapat memengaruhi ereksi dan kesuburan pria.

Baca juga: COVID-19 Munculkan Varian Baru, Efektifkah Vaksin saat Ini?

3. Masalah jantung

Kerusakan pembuluh darah dan pembekuan darah adalah masalah umum yang terjadi akibat COVID-19. Kedua hal tersebut dapat menyebabkan serangan jantung, gangguan detak jantung, hingga radang otot jantung.

Gangguan-gangguan tersebut, sangat mungkin menurunkan jumlah darah yang dapat mencapai penis saat hendak memulai atau mempertahankan ereksi.

4. Gangguan paru-paru

Kerusakan paru-paru adalah masalah jangka panjang yang paling sering terjadi akibat COVID-19.

Ini dapat menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas, karena jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh menjadi lebih sedikit.

Pada gilirannya jumlah oksigen ke arah penis pun akan mengalami penurunan dan mempersulit pria untuk ereksi.

5. Dampak psikologis

Aktivitas seksual sangat erat kaitannya dengan kesehatan mental. Adapun stres, kecemasan, dan depresi yang disebabkan oleh virus, dan pandemi, sangat dapat menyebabkan terjadinya disfungsi seksual.

6. Masalah kesehatan yang buruk secara keseluruhan

Disfungsi ereksi biasanya merupakan gejala dari masalah kesehatan yang lebih besar.

Jika sebelum pemberian vaksin COVID-19 kamu sudah memiliki masalah kesehatan tertentu, maka kamu lebih mungkin mengalami sulit ereksi setelah vaksinasi.

Ini karena COVID-19 dapat memengaruhi jantung dan memperburuk kondisi kardiovaskular yang mendasarinya.

Segera ke dokter jika mengalami disfungsi ereksi setelah vaksin

Jika kamu sudah sembuh dari COVID-19 atau baru saja menerima vaksin lalu terindikasi mengalami kesulitan ereksi, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli urologi sebelum meminum obat-obatan atau alat bantu lainnya.

Dokter dapat membantu menentukan penyebab gangguan ereksi yang terjadi dan menawarkan beberapa solusi yang lebih tepat sasaran.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

NCBI, Addressing male sexual and reproductive health in the wake of COVID-19 outbreak, diakses pada 12 April 2021

Web MD, Erectile Dysfunction Risk 6 Times Higher in Men With COVID, diakses pada 13 April 2021

Cleveland Clinic, Yes, COVID-19 Can Cause Erectile Dysfunction in Men diakses pada 12 April 2021

Medscape, Risk for Erectile Dysfunction Sixfold Higher in Men With COVID-19 diakses 14 April 2021

    register-docotr