Covid-19

Benarkah setelah Vaksin Masih Bisa Positif COVID-19?

May 13, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Vaksin COVID-19 diberikan untuk memicu tubuh memproduksi antibodi yang dapat melindungi tubuh dari penularan. Tapi bagaimana jika setelah vaksin positif covid? 

Ternyata jawabannya adalah mungkin saja positif setelah divaksin. Apa yang menyebabkan setelah vaksin positif covid? Karena seseorang tetap masih bisa terpapar walau sudah divaksin, karena kekebalan tubuh yang belum terbentuk. Berikut penjelasan selengkapnya. 

Setelah vaksin positif covid 

Walau sudah divaksin, seseorang tetap bisa saja positif covid. Menurut situs covid19.go.id, jika setelah vaksin positif covid, artinya sudah terpapar virus penyebab COVID-19 sebelumnya, tetapi tidak menunjukkan gejala.

Karena vaksin tidak menyebabkan seseorang justru positif covid. Karena vaksin berisikan virus mati atau inactivated, jadi hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi. 

Kemungkinan lainnya adalah, orang tersebut terinfeksi COVID-19 sebelum antibodi terbentuk. Karena setelah pemberian vaksin, dibutuhkan waktu terlebih dahulu, sebelum akhirnya antibodi bisa melindungi diri dari penularan virus SARS-CoV-2. 

Proses pembentukan kekebalan tubuh pasca-vaksin

Seperti yang sudah disebutkan, bahwa orang yang telah menerima vaksin, masih mungkin tertular COVID-19. Hal tersebut karena tubuh masih belum memiliki kekebalan tubuh. 

Dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, diketahui jika pembentukan kekebalan tubuh baru akan tercipta sepenuhnya dalam waktu 28 hari setelah penyuntikan kedua.

“Meskipun sudah divaksinasi, dalam dua minggu kedepan sangat amat rawan terpapar,” ungkap Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Spa(K), MTropPaed selaku Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). 

Oleh karena itu, walau sudah divaksinasi, tetap saja harus melakukan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun. 

Setelah vaksin positif covid dan penjelasannya

Di atas sudah disebutkan bahwa kekebalan tubuh akan terbentuk 28 hari setelah penyuntikan kedua. Tetapi itu bukan jaminan jika kamu terbebas dari kemungkinan penularan COVID-19.

Karena vaksin adalah upaya tambahan untuk melindungi seseorang dari potensi penularan COVID-19. Sehingga perlindungan lainnya, seperti menjalankan protokol kesehatan tetap harus dilakukan. 

“Vaksinasi itu tidak menjamin 100 persen (tidak akan tertular), namun sebagai upaya tambahan untuk mengurangi risiko terpapar atau terinfeksi,” kata Prof Hindra. 

Proses vaksinasi COVID-19

Seperti diketahui dalam vaksinasi COVID-19 dibutuhkan pemberian dua dosis. Dosis pertama atau suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal. 

Kemudian untuk orang dewasa hingga lansia dibutuhkan jarak selama 28 hari sebelum mendapatkan dosis kedua. 

Dosis kedua diberikan untuk menguatkan respons imun yang sebelumnya telah terbentuk dari pemberian dosis pertama. 

Meski begitu, tetap dibutuhkan waktu hingga 28 hari setelah penyuntikan kedua untuk membangun jumlah antibodi optimal agar dapat memberikan perlindungan yang maksimal. 

Setelah vaksin positif covid pada metode tes tertentu

Satu informasi lagi yang perlu kamu ketahui tentang vaksinasi dan efeknya pada tubuh. Yaitu, setelah divaksin, ternyata dapat menyebabkan hasil tes yang positif. 

Hal ini diketahui dari salah satu penjelasan di laman resmi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Dalam laman tersebut tertulis bahwa pemberian vaksin akan memengaruhi produksi antibodi. 

Respons antibodi di dalam tubuh ini yang kemudian akan memengaruhi hasil test. Dalam hal ini tes yang dimaksud adalah rapid test antibodi. Tes yang menggunakan sampel darah. 

Tetapi dengan catatan, rapid test akan menyebabkan hasil tes positif bila vaksin diberikan lewat hidung. Jika vaksin diberikan melalui suntikan di tempat lain, hasil akan tetap negatif.

Sementara, jika tes dilakukan dengan metode lain, seperti swab antigen, yang mengambil sampel sekresi dari hidung dan tenggorokan, tidak akan berpengaruh. 

Hasil swab antigen akan tetap negatif, kecuali orang tersebut memang sedang terpapar COVID-19. 

Metode lainnya, seperti polymerase chain reaction (PCR) test, juga sama seperti swab antigen. Hasil akan tetap. negatif, selama sampel diambil dari nasofaring atau area antara mulut dan tenggorokan. Begitu juga dengan tes GeNose. 

Demikian informasi mengenai setelah vaksin positif covid. Jangan abai dengan protokol kesehatan, ya. Karena kemungkinan tertular COVID-19 tetap ada walaupun kamu telah mendapatkan vaksinasi COVID-19. 

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr