Covid-19

Fakta di Balik Tanda Ruam Kulit Jadi Gejala COVID-19

September 25, 2020 | Anisya Fitrianti
feature image

Pada awal pandemi, gejala umum COVID-19 diketahui berupa demam, batuk dan sesak napas. Namun, penelitian menunjukkan gejala COVID-19 ternyata dapat memengaruhi bagian tubuh lain. Termasuk kulit. Setidaknya ada delapan jenis ruam kulit yang bisa jadi gejala COVID-19. 

British Association of Dermatologists dan para ahli dari King’s College London  telah melakukan studi dan menemukan kaitan antara ruam kulit yang dianggap berpotensi menjadi gejala COVID-19. Lalu ruam seperti apa yang bisa menjadi gejala COVID-19? Berikut ulasan lengkapnya.    

Baca juga: Makan di Restoran Tingkatkan Risiko Tertular COVID-19? Ini Kata Penelitian CDC 

Tanda ruam kulit yang bisa jadi gejala COVID-19

Baru-baru ini, ruam teridentifikasi berpotensi menjadi gejala yang lebih spesifik atas COVID-19 bila dibandingkan dengan demam atau batuk, terutama pada anak-anak. Kemunculannya dapat terjadi segera atau belakangan setelah infeksi virus terjadi. 

Melalui riset yang dilakukan Kings College London, ditemukan 17 persen responden mengalami ruam sebagai gejala pertama dari COVID-19. Serangan ruam bisa muncul dan hilang secara tiba-tiba. Ruam juga diketahui dapat muncul tanpa disertai gejala lain.

Secara garis besar terapat tiga kategori ruam. Begini penjelasan mengenai ruam kulit yang paling umum muncul sebagai gejala COVID-19. 

1. Urtikaria

Urtikaria adalah ruam berwarna merah muda atau merah yang terasa gatal. Lebih tepatnya ruam ini berbentuk bercak atau benjolan yang muncul mendadak. Ukuran dari ruam urtikaria bisa sekecil jarum hingga sebesar lingkaran piring. 

Seringkali, rasa gatal hebat dimulai pada telapak tangan atau telapak kaki. Urtikaria bisa terjadi pada segala usia. Rasa gatal-gatal juga bisa muncul bersamaan dengan gejala lainnya yang berkaitan dengan penyakit yang lebih parah. 

2. Bengkak pada jari kaki atau tangan

Pembengkakan pada jari kaki atau pun tangan bisa disebut sebagai “COVID toes.” Gejala ini bisa terjadi di jari kaki, jari tangan atau keduanya secara bersamaan. 

Kondisi ini ditandai dengan kulit yang berubah warna menjadi merah-keunguan, terasa nyeri, gatal, dan terkadang disertai lepuh. Gejala ini paling sering ditemukan pada anak-anak dan kemunculannya terjadi setelah gejala-gejala lain. 

3. Erupsi vesikuler

Ruam erupsi vesikuler. (Sumber: covidskinsigns.com)

Erupsi vesikuler adalah lepuh kecil berisi cairan yang menyerupai biang keringat dan terasa sangat gatal. Kemunculannya bisa terjadi di mana saja tapi paling sering terjadi pada area siku dan lutut serta punggung tangan dan kaki.

Gejala ini paling banyak ditemukan pada pasien lanjut usia dan diketahui dapat berlangsung lebih dari sepuluh hari hingga berminggu-minggu. 

Selain tiga kategori di atas, gangguan kulit akibat COVID-19 juga dapat berkembang sehingga menimbulkan kondisi seperti berikut:

Bengkak pada bibir 

Pembengkakan pada bibir juga bisa jadi gejala atas infeksi COVID-19. Bengkak mungkin disertai rasa sakit dan menjadi kering dan bersisik saat pulih. Nyeri di dalam mulut juga bisa terjadi.

Pityriasis Rosea 

Pityriasis Rosea atau ruam makulopapular adalah bintik-bintik kecil merah yang datar. Ruam ini bisa tersebar luas di kulit. Gejala ini banyak diawali dengan ruam besar berbentuk lingkaran (herald patch) yang diikuti ruam lebih kecil. Kemunculannya ada di area batang tubuh dan tungkai atas. 

Purpuric

Kulit yang mengalami ruam purpuric. (Sumber: covidskinsigns.com)

Kondisi ini ditandai dengan pola merah-kebiruan pada kulit yang menyebabkan bercak seperti memar. Pola ini diduga terjadi akibat penyumbatan atau kerusakan pembuluh darah kecil yang muncul sebagai bagian dari respons kekebalan tubuh terhadap virus.

Pada anak-anak, kondisi ruam ini ini dapat terjadi bahkan hingga tiga bulan sejak terkena COVID-19.

Eksim dada dan leher

Ruam ini berwarna merah muda dan terasa sangat gatal. Kemunculannya pada leher dan bagian dada yang terpapar sinar matahari. Ruam  dapat muncul kapan saja selama atau setelah infeksi virus dan bisa berlangsung lama.

Exanthem

Viral exanthem. (Sumber: covidskinsigns.com)

Exanthem adalah ruam simetris yang umum terjadi akibat infeksi virus. Kondisi ini ditandai bercak kemerahan atau benjolan di seluruh tubuh. Biasanya disertai gejala penyakit virus, seperti demam, batuk, dan malaise (tidak enak badan).

Itu dia jenis-jenis ruam kulit yang bisa menjadi gejala dari infeksi COVID-19. Selalu jaga kesehatan dan pastikan kamu menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari paparan virus COVID-19.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  • Covid.joinzoe.(2020). Diakses pada 24 September 2020. Skin rash should be considered as a fourth key sign of COVID-19
  • British Association of Dermatologist. Diakses pada 24 September 2020.  COVID-19 Skin Condition.
  • Diagnostic value of skin manifestation of SARS-CoV-2 infection. Veronique Bataille, Alessia Visconti, Niccolo’ Rossi, Benjamin Murray, Abigail Bournot, Jonathan Wolf, Sebastien Ourselin, Claire Steves, Timothy Spector, Mario Falchi medRxiv 2020.07.10.20150656; doi: https://doi.org/10.1101/2020.07.10.20150656
  • Galván Casas, C., Català, A., Carretero Hernández, G., Rodríguez-Jiménez, P., Fernández-Nieto, D., Rodríguez-Villa Lario, A., Navarro Fernández, I., Ruiz-Villaverde, R., Falkenhain-López, D., Llamas Velasco, M., García-Gavín, J., Baniandrés, O., González-Cruz, C., Morillas-Lahuerta, V., Cubiró, X., Figueras Nart, I., Selda-Enriquez, G., Romaní, J., Fustà-Novell, X., Melian-Olivera, A., … García-Doval, I. (2020). Classification of the cutaneous manifestations of COVID-19: a rapid prospective nationwide consensus study in Spain with 375 cases. The British journal of dermatology, 183(1), 71–77. https://doi.org/10.1111/bjd.19163
    register-docotr