Covid-19

3 Gejala Kemungkinan Vaksin COVID-19 Bekerja Baik pada Tubuh

February 3, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Infeksi virus COVID-19 dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam jiwa. Oleh sebab itu, program vaksinasi diharapkan dapat menjadi salah satu senjata untuk mengatasinya.

Di Indonesia, proses pemberian vaksin ini telah dimulai sejak Januari 2021, dan terus berlangsung di berbagai daerah hingga saat ini.

Upaya tersebut diharapkan bisa mendukung pencegahan penularan virus corona dengan menciptakan kekebalan secara komunitas. Lalu apakah kamu sudah tahu, apa saja tanda yang muncul jika vaksin ini telah bekerja dengan baik di dalam tubuh?

Baca juga: Vaksin COVID-19: Amankah untuk Ibu Menyusui?

Reaksi alami tubuh ketika divaksin

Dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), untuk memahami cara kerja vaksin COVID-19, kamu perlu tahu bagaimana tubuh secara umum bekerja melawan penyakit.

Saat virus menyerang, mereka akan berkembang biak dan menyebabkan infeksi. Sistem kekebalan tubuh lalu akan membutuhkan waktu beberapa hari atau pekan untuk melawan infeksi tersebut.

Setelah berhasil menemukan caranya, tubuh akan menyimpan ‘ingatan’ mengenai hal ini pada sebuah sel memori yang dinamakan limfosit-T.

Adapun berbagai jenis vaksin COVID-19 yang saat ini tersedia, bekerja untuk menawarkan perlindungan dengan memanfaatkan fungsi sel memori tersebut tanpa harus membuat tubuh terserang penyakit terlebih dahulu.

Efek samping pertanda vaksin telah bekerja dengan baik

Sama halnya dengan vaksinasi manapun, pemberian vaksin COVID-19 juga bisa menimbulkan gejala seperti demam, pegal, dan semacamnya. Ini wajar karena termasuk dalam tanda bahwa tubuh sedang membangun kekebalan.

Nyeri otot dan persendian

Nyeri otot intensitas rendah dan sendi yang sakit adalah respons sistematis yang dihasilkan saat vaksin diberikan ke dalam tubuh. Dilansir Times of India, dilaporkan lebih dari 43 persen penerima dosis vaksin COVID-19 juga mengalami keluhan ini.

Gejala ini bisa muncul setelah beberapa jam atau bahkan berhari-hari setelah pemberian vaksin.

Tapi jangan khawatir, karena nyeri sendi atau gejala artralgia kemungkinan besar merupakan indikator kuat dari sistem kekebalan yang menghasilkan antibodi sebagai respons terhadap injeksi vaksin.

Umumnya kasus seperti ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun jika gejala nyeri terus berlangsung selama beberapa hari, kamu bisa meminum obat antinyeri yang umum tersedia di toko obat.

Baca juga: Fakta di Balik Hoax Vaksin Sinovac Bisa Memperbesar Alat Kelamin

Sakit kepala

Sakit kepala merupakan gejala kedua yang paling sering tercatat saat pemberian vaksin COVID-19 di India dan di beberapa negara lainnya.

Namun kamu pun tak perlu cemas, karena ini juga menjadi salah satu indikator dari tubuh yang menghasilkan peradangan sistematis sebagai respons positif terkait kinerja vaksin.

Pengamatan CDC juga menunjukkan bahwa sakit kepala lebih sering terjadi setelah suntikan vaksin COVID-19 dosis kedua.

Kelelahan

Banyak orang yang mengalami kelelahan kronis setelah mendapatkan suntikan vaksin. Ini adalah tanda bahwa tubuh sedang membangun perlindungan yang diperlukan terhadap virus.

Kelelahan juga bisa disertai perasaan menggigil dan nyeri ringan, yang membuat seseorang sampai pingsan.

Inilah salah satu alasan mengapa saat ini para dokter menyarankan pasien untuk mempraktikkan beberapa langkah pencegahan kelelahan setelah mendapatkan suntikan vaksin.

Misalnya memastikan asupan makanan dan minuman terpenuhi, sampai istirahat yang cukup setelah suntikan vaksin. Orang yang berusia di atas 55 tahun juga lebih rentan mengalami pingsan, jadi harus lebih berhati-hati setelah diberikan vaksin.

Apa efek samping yang tidak boleh diabaikan?

Meski umum menimbulkan efek samping, tapi kamu juga tidak boleh mengabaikan gejala tertentu yang muncul setelah pemberian vaksin COVID-19.

Beberapa di antaranya adalah ruam, pembengkakan, pendarahan, dan delirium.

Khusus untuk ruam dan kemerahan, ini bukanlah efek samping yang paling umum tetapi terkadang membutuhkan waktu hingga seminggu untuk muncul.

Gejala ini bisa juga lebih banyak dialami orang yang menderita alergi, atau sensitif terhadap susunan molekul di dalam vaksin. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk mendapatkan bantuan medis saat kamu merasakan gejala-gejala tersebut.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor! 

register-docotr