Kehamilan

Daftar Kandungan Skincare yang Perlu Dihindari selama Masa Kehamilan

October 23, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Setiap wanita berusaha untuk menjaga kesehatan kulit tubuh dan wajah dengan produk skincare terpercaya. Namun, jika dalam kondisi hamil, kamu sebaiknya segera mengganti rangkaian produk dengan skincare aman untuk ibu hamil.

Ada dua alasan yang membuat kamu perlu mengganti produk skincare. Pertama, karena kehamilan seringkali menimbulkan beberapa masalah kulit. Kedua, ada beberapa kandungan yang mungkin berbahaya untuk janinmu. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Alasan menggunakan skincare aman untuk ibu hamil

Setiap wanita hamil akan mengalami kondisi yang berbeda-beda, tapi kesemuanya pasti mengalami perubahan kondisi kulit. Baik itu kulit tubuh atau di bagian wajah.

Perubahan kondisi kulit tersebut karena pengaruh perubahan hormon yang terjadi pada tubuh wanita hamil. Berikut beberapa kondisi kulit yang mungkin terjadi dan skincare yang sebaiknya digunakan untuk mengatasinya.

Perubahan kulit dan pilihan skincare yang aman

Beberapa wanita beruntung karena tidak mengalami perubahan kondisi kulit yang berarti. Namun, yang lainnya mengalami sejumlah perubahan kondisi kulit seperti:

  • Jerawat
  • Kulit kering
  • Serta stretch mark di beberapa bagian tubuh
  • Kulit berubah warna, semakin gelap atau disebut melasma

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, kamu perlu lebih cermat memilih produk skincare aman untuk bumil seperti:

Obat jerawat dengan kandungan asam glikolat

Obat dengan asam glikolat ini bisa digunakan ibu hamil untuk merawat kulit yang berjerawat. Sebab, beberapa obat jerawat yang dijual bebas, umumnya tidak dianjurkan untuk bumil.

Asam glikolat pun sebaiknya digunakan seperlunya saja, karena tidak dianjurkan penggunaan dalam jumlah banyak.

Selain mengatasi jerawat pada ibu hamil, kandungan asam glikolat dapat membantu mengurangi garis-garis halus, mencerahkan kulit dan mengurangi pigmentasi kulit atau penggelapan kulit.

Selain asam glikolat, untuk mengatasi jerawat selama masa kehamilan dapat menggunakan obat jerawat yang mengandung benzoil peroksida topikal dan asam salisilat topikal. Hindari obat yang mengandung retinoid.

Pelembap untuk ibu hamil

Pelembap untuk ibu hamil yang aman biasanya mengandung minyak kelapa, cocoa butter, peptida dan hyaluronic acid (HA). Menggunakan pelembap dapat memperbaiki kondisi kulit yang lebih kering saat hamil.

Selain itu, rutin menggunakan pelembap untuk ibu hamil dapat menghindari munculnya stretch mark. Khususnya, di bagian perut yang mengalami peregangan karena pertumbuhan janin.

Tabir surya mineral

Menggunakan tabir surya yang berbahan dasar mineral adalah pilihan yang terbaik untuk ibu hamil. Walaupun sebenarnya belum ada aturan khusus mengenai tabir surya khusus untuk bumil.

Setidaknya tabir surya bisa membantu melindungi kulit dari sengatan sinar matahari, saat kamu beraktivitas di luar rumah. Tabir surya akan membantu mencegah kulit yang terbakar dan menggelap.

Namun, tabir surya tidak bisa membantu mengatasi melasma. Tabir surya hanya membuat kulit tidak semakin gelap. Kabar baiknya, melasma yang muncul akibat hormon kehamilan biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

Selain memilih produk skincare aman untuk bumil tersebut, ibu hamil juga perlu mewaspadai beberapa kandungan berikut ini. Pasalnya, kandungan dalam produk skincare berikut ini dapat membahayakan janin.

Kandungan skincare yang perlu dihindari selama kehamilan

Kamu masih tetap bisa menggunakan skincare untuk menjaga kesehatan kulit, tetapi kamu perlu lebih cermat untuk tidak menggunakan produk-produk yang mengandung bahan-bahan seperti:

Retinoid

Retinoid adalah bahan yang umum ditemukan dalam produk skincare anti penuaan, obat jerawat ataupun produk skincare penghilang kerutan kulit. Kandungan obat ini bekerja dengan cara membantu sel kulit mati mengelupas dan meningkatkan produksi kolagen untuk meremajakan kulit.

Sayangnya, retinoid tidak dianjurkan untuk bumil. Lantaran janin dapat terpapar kandungan retinoid, dan dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan cacat bawaan hingga 35 persen.

Asam salisilat dosis tinggi

Asam salisilat memiliki sifat anti-inflamasi yang mirip dengan aspirin dan umum digunakan dalam obat mengatasi jerawat. Jika obat tersebut mengandung asam salisilat dosis tinggi, sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi janin.

Namun, jika kandungannya rendah, masih boleh digunakan. Kabar baiknya, ada beberapa pilihan obat dengan kandungan asam salisilat rendah yang dijual dengan bebas di pasaran.

Hydroquinon

Kamu perlu menyingkirkan produk dengan hydroquinon dalam daftar skincare aman untuk ibu hamil. Karena kandungan hydroquinon dapat diserap hingga 35 persen oleh tubuh, dan hal berisiko membuat janin terpapar.

Meski belum ada penelitian lebih lanjut mengenai akibat paparan pada bayi, sebaiknya bumil tidak menggunakan produk dengan kandungan hydroquinon.

Kandungan hydroquinon biasa ditemukan dalam produk skincare yang berfungsi untuk mencerahkan kulit atau mengurangi pigmentasi kulit.

Oxybenzone

Oxybenzone dan kandungan sejenisnya adalah bahan-bahan yang umum digunakan dalam tabir surya kimiawi. Meski ampuh untuk melindungi kulit dari efek negatif sinar ultraviolet, sayangnya kandungan kimia ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil.

Alasannya, bahan kimia ini dapat mengganggu hormon kehamilan dan menyebabkan gangguan permanen pada bayi dan juga ibunya.

Phthalates

Phthalates mungkin jarang kamu dengar, tapi ini adalah salah satu kandungan yang umum digunakan di berbagai produk skincare. Jika ada skincaremu mengandung phthalates, sebaiknya kamu hindari selama kehamilan karena dapat memengaruhi kesehatan reproduksi.

Formaldehida

Terakhir adalah formaldehida. Sebenarnya formaldehida sudah jarang digunakan dalam produk perawatan kulit, tapi kamu jadi bisa berjaga-jaga jika mengetahuinya. Bahwa kandungan ini dapat meningkatkan risiko keguguran dan juga kemandulan.

Selain formaldehida, beberapa kandungan lain yang memiliki efek sejenis antara lain:

  • Bronopol
  • Hidantoin DMDM
  • Diazolidinyl urea
  • Hidroksimetilgisinat
  • Imidazolidinyl urea

Demikian panduan memilih skincare aman untuk bumil. Selain memerhatikan panduan di atas, ibu hamil juga sebaiknya tidak melupakan vitamin khusus bumil untuk menunjang kesehatan, termasuk kesehatan kulit.

Ibu hamil juga bisa memilih produk kulit dengan kandungan vitamin E, K, B3 dan kandungan teh hijau untuk menjaga kesehatan kulit selama kehamilan.

Krim wajah untuk ibu hamil

Ketika Moms sedang berjuang dengan kasus jerawat hormonal, maka krim wajah untuk ibu hamil yang aman akan dicari. Perlu diketahui, ada beberapa produk pembersih wajah yang bisa digunakan selama kehamilan, yakni:

Asam azelaic

Bahan antibakteri ini umumnya terdapat pada beberapa produk jerawat karena berfungsi untuk mengurangi kemerahan dan menurunkan pigmentasi. Karena itu, krim wajah untuk ibu hamil yang mengandung bahan ini diketahui tidak memiliki efek negatif.

Asam hyaluronic

Dalam hal kulit, khususnya untuk melembapkan bahan alami ini menjadi bahan yang tepat terutama saat digunakan selama kehamilan dan menyusui. Krim wajah untuk ibu hamil yang mengandung bahan ini bekerja dengan baik dan tidak menimbulkan ancaman bagi ibu dan bayi.

Seng oksida

Seng oksida merupakan bahan aktif utama yang banyak terdapat dalam tabir surya. Krim dengan kandungan bahan ini dapat digunakan selama kehamilan karena tidak akan diserap ke dalam kulit, tetapi hanya di permukaan.

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline diakses 9 September 2020 Your Guide to a Pregnancy-Safe Skin Care Routine 
  2. Lifehack.org diakses 9 September 2020 A Complete Guide to Safe Skin Care during Pregnancy 
  3. Womenshealthmag diakses 9 September 2020 Pregnancy-Safe Skincare: 6 Ingredients to Avoid 
  4. Todayparents.com (2020), diakses 23 Oktober 2020. Which beauty products are safe to use during pregnancy?
    register-docotr