Kehamilan

Inilah Perawatan yang Harus Dilewati Moms Setelah Keguguran

July 22, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Peristiwa keguguran pasti membuat Moms mengalami masa sulit. Untuk bisa segera pulih baik fisik dan mental, Moms perlu perawatan khusus setelah mengalami keguguran.

Keguguran dapat memiliki dampak emosional yang mendalam, tidak hanya pada Moms sendiri, tetapi juga pada pasangan, teman, dan keluarganya.

Proses apa saja sih yang harus dilewati seseorang yang baru saja keguguran? Berikut beberapa alasannya.

Prosedur perawatan setelah didiagnosis keguguran

Kebanyakan wanita yang mengalami keguguran dini (pada trimester pertama) tidak memerlukan perawatan setelahnya. Sebaliknya, rahim mengosongkan dirinya sendiri, seperti saat mengalami menstruasi yang berat.

Beberapa wanita mengalami perdarahan hebat setelah keguguran. Atau mereka mungkin memiliki jaringan yang tersisa di rahim setelah keguguran. Dalam kasus ini, perawatan medis sangat diperlukan.

Berikut beberapa prosedur yang mungkin akan direkomendasikan pihak medis untuk mengosongkan rahim:

Baca Juga : Moms, Tingkatkan Kewaspadaan dengan Kenali Tanda-Tanda Keguguran Ini

1. Proses alami

Moms dan pasangan dapat memutuskan untuk menunggu sampai jaringan embrio di dalam rahim keluar dengan sendirinya.

Biasanya proses ini dapat berjalan beberapa hari hingga, dalam beberapa kasus tiga atau empat minggu sebelum tubuh memulai siklus menstruasi yang normal.

2. Konsumsi obat

Jika tidak ada tanda-tanda tubuh akan mengeluarkan embrio sendiri, dokter mungkin akan menyarankan Moms untuk minum obat keguguran.

Fungsinya untuk membantu mengeluarkan jaringan atau embrio yang gagal tumbuh dari dalam rahim dengan sendirinya. Obat keguguran yang biasanya diberikan adalah jenis misoprostol, atau misoprostol dikombinasikan dengan mifepristone.

Lamanya proses bervariasi dari satu wanita ke wanita lain, tetapi sebagian besar embrio akan keluar dalam waktu 24 hingga 48 jam. Obat-obatan ini menyebabkan beberapa efek samping mulai dari kram, perdarahan, mual, dan diare.

3. Dilation and curettage

Masyarakat umum sering menyebutnya dengan operasi kuret. Ini adalah prosedur yang dilakukan untuk mengangkat jaringan yang tersisa dari rahim.

Dokter akan memulai prosedur ini dengan cara melebarkan serviks dan mengangkat jaringan dengan dengan alat hisap khusus yang disebut kuret.

Serviks atau leher rahim adalah lubang rahim yang berada di atas vagina.

Baca Juga : Penting, Ini Penyebab Keguguran yang Wajib Diketahui Bumil

Perawatan setelah keguguran mana yang paling baik?

Dari 3 metode yang ada di atas, manakah metode yang terbaik untuk Moms? Nah, jawabannya bisa berbeda-beda tergantung individunya.

Berikut beberapa poin penting yang bisa membantu Moms memilih metode mana yang akan Moms pilih:

1. Gejala yang muncul

Jika Moms sudah mengalami kram berat dan perdarahan hebat, mungkin proses pengosongan rahim bisa dilanjutkan dengan cara alami. Namun, jika tidak ada perdarahan prosedur obat atau kuret mungkin pilihan terbaik.

2. Keadaan emosi dan fisik

Menunggu keguguran alami terjadi setelah janin meninggal dalam kandungan dapat secara psikologis melemahkan bagi seorang wanita dan pasangan.

Menyelesaikan proses lebih cepat dengan prosedur obat atau kuret akan memungkinkan Moms untuk melanjutkan siklus menstruasi lebih cepat. Dan jika waktunya tepat, cobalah untuk hamil lagi.

3. Risiko dan manfaat

Karena kuret bersifat invasif, ia memiliki risiko infeksi yang sedikit lebih tinggi (walaupun masih sangat rendah).

Dengan keguguran yang terjadi secara alami, ada juga risiko bahwa keguguran tidak akan sepenuhnya mengosongkan rahim.

Dalam hal ini, metode kuret mungkin diperlukan untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai oleh alam dan mengosongkan rahim secara sempurna.

Baca Juga : 5 Mitos tentang Keguguran Ini Harus Dibantah, Bikin Bumil Resah

Dampak emosional

Keguguran bisa membawa dampak emosional tak hanya bagi ibu, tetapi pasangan dan keluarga. Biasanya merasa lelah, kehilangan nafsu makan, dan sulit tidur setelah keguguran. 

Moms mungkin juga merasakan perasaan bersalah, kaget, sedih, dan marah – terkadang pada pasangan, atau pada teman atau anggota keluarga yang telah mengalami kehamilan yang sukses.

Orang yang berbeda berduka dengan cara yang berbeda. Beberapa orang merasa nyaman untuk membicarakan perasaan mereka, sementara yang lain merasa terlalu sulit untuk dibicarakan.

Jika Moms khawatir bahwa Moms atau pasangan mengalami masalah dalam mengatasi duka ini, mungkin perlu perawatan dan konseling lebih lanjut.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

What to Expect. Diakses pada 19 Juli 2020. After a Miscarriage: What Happens and How to Cope

NHS. Diakses pada 19 Juli 2020. Miscarriage

March of Dimes. Diakses pada 19 Juli 2020. Treatment after miscarriage

Mayo Clinic. Diakses pada 19 Juli 2020. Miscarriage

    register-docotr