Kehamilan

Mengendarai Motor Saat Hamil, Aman atau Tidak bagi Kesehatan Janin?

April 23, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Saat ini mengendarai sepeda motor menjadi hal yang lumrah dilakukan, termasuk oleh wanita. Tapi bagaimana jika sedang hamil, amankah tetap mengendarai motor?

Tak sedikit ibu hamil yang khawatir mengendarai motor dapat memengaruhi kondisi janin di dalam kandungan. Agar tak keliru, yuk simak informasinya berikut ini!

Baca juga: 3 Fakta Menarik soal Ibu Hamil dan Sex Toy, Boleh Dipakai Tidak Ya?

Mengendarai sepeda motor termasuk aktivitas risiko tinggi

Secara umum, dokter akan menganjurkan ibu hamil agar menghindari segala jenis aktivitas berisiko tinggi karena bisa membahayakan kehamilan.

Termasuk salah satunya mengendarai motor. Potensi untuk jatuh dan menyebabkan cedera terlalu besar untuk mengambil risiko tersebut.

Meski sejauh ini belum ada cukup bukti jika bepergian dengan sepeda motor dapat menyebabkan kerusakan fisik selama kehamilan, namun sepeda motor dinilai bukan kendaraan ideal untuk dikendarai oleh ibu hamil.

Risiko mengendarai motor ketika hamil

Seorang ibu hamil akan terpapar dua risiko utama saat mengendarai sepeda motor, yakni lalu lintas yang padat dan jalan yang bergelombang.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah kendaraan roda dua tidak memiliki sabuk pengaman yang membantu mengurangi benturan jika terjadi kecelakaan atau jatuh. Ini tentu akan sangat berisiko baik bagi ibu hamil maupun janin di dalam rahim.

Usia kehamilan yang dianggap aman untuk mengendari motor

Dilansir dari Parents, tidak apa-apa mengendarai motor selama kehamilan, terutama pada trimester pertama dan kedua. Namun kamu tetap perlu berhati-hati karena satu kali kecelakaan saja, dapat menyebabkan trauma pada tubuh dan perut sehingga melukai janin.

Meskipun sebagian besar kasus kecelakaan ibu hamil saat naik motor tetap dapat melakukan persalinan normal, namun beberapa mengalami komplikasi seperti plasenta terlepas dari dinding rahim dan rahim robek.

Adapun selama trimester ketiga, kamu tidak dianjurkan mengendarai sepeda motor karena terlalu berisiko untuk jatuh dan melukai bayi.

Sebuah studi yang dilansir Baby Center juga menyarankan bahwa wanita pada trimester ketiga kehamilan:

  1. Tidak boleh mengendarai sepeda motor
  2. Tidak boleh bepergian dengan sepeda motor atau skuter sebagai penumpang
  3. Jika harus melakukan perjalanan dengan sepeda motor, tidak boleh duduk menyamping. Mereka harus selalu duduk tegak.

Bagaimana jika kamu harus tetap mengendarai motor saat hamil?

Yang terbaik adalah berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan, terutama jika ini adalah transportasi utama kamu.

Jika kamu sedang hamil dan harus bepergian dengan kendaraan roda dua, pertimbangkan tindakan pencegahan berikut:

  1. Selalu pakai helm
  2. Hindari jalan yang sangat bergelombang atau padat
  3. Cobalah untuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan di jalan setiap hari. Jika memungkinkan, hindari perjalanan selama jam sibuk
  4. Pastikan kamu dapat menjaga keseimbangan, dan dapat memutar cukup untuk melihat ke segala arah di persimpangan
  5. Ketahui rumah sakit atau klinik di sepanjang jalan yang sering kamu lalui. Jadi, jika kamu merasa tidak enak badan, kamu tahu di mana perawatan terdekat dapat ditemukan
  6. Bergantung pada cuaca dan waktu perjalanan, pilih pakaian atau jaket yang nyaman
  7. Jangan mengemudi atau berkendara jika kamu merasa pusing atau tidak enak badan
  8. Jika memungkinkan, jangan mengendarai kendaraan roda dua saat hujan
  9. Mengemudi dalam kondisi berkabut juga bisa jadi tidak aman
  10. Usahakan untuk tidak bepergian pada malam hari atau larut malam

Itu adalah beberapa tips yang bisa kamu coba terapkan jika harus mengendarai sepeda motor dalam keadaan sedang mengandung. Tetap berhati-hati, ya.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar berhubungan seksual selama hamil? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

 

Parents diakses pada 22 April 2021

Baby Center diakses pada 22 April 2021

Babymed diakses pada 22 April 2021

Narayanahealth diakses pada 22 April 2021

    register-docotr