Kehamilan

Waspadai Bahaya Kekurangan Zat Besi pada Ibu Hamil: Akibatkan Bayi Prematur hingga Risiko Kematian Janin

July 28, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pada masa kehamilan, sangat penting untuk mencukupi segala kebutuhan gizi dan nutrisi demi kesehatan ibu dan bayi. Tidak terkecuali zat besi, yang saat hamil kebutuhannya meningkat. Bahaya kekurangan zat besi pada ibu hamil bisa membawa risiko buruk.

Risiko ini bisa berpengaruh bagi ibu atau juga janin yang sedang dikandung. Ingin tahu lebih jelas mengenai bahaya kekurangan zat besi pada ibu hamil? Simak ulasannya di bawah ini!

Mengapa zat besi penting?

Apakah kamu merasa lelah belakangan ini, menjadi lelah meskipun secara fisik bugar? Jika demikian, kamu mungkin kekurangan zat besi terutama jika kamu seorang ibu hamil.

Zat besi adalah komponen penting dari hemoglobin, zat dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru untuk mengangkutnya ke seluruh tubuh.

Hemoglobin mewakili sekitar dua pertiga dari zat besi tubuh. Jika kamu tidak memiliki cukup zat besi, tubuh tidak dapat memproduksi sel-sel darah merah yang cukup sebagai pembawa oksigen yang sehat.

Zat besi juga diperlukan untuk menjaga sel-sel, kulit, rambut, dan kuku yang sehat.

Apa saja bahaya kekurangan zat besi pada ibu hamil?

Banyak wanita menjalani masa kehamilan tanpa mendapat asupan zat besi yang mencukupi. Hal ini sering kali menjadi alasan kenapa bahaya kekurangan zat besi pada ibu hamil terkadang tidak dapat dihindari. 

Saat hamil, tubuh lebih banyak menghasilkan darah untuk pertumbuhan bayi. Oleh karena itu, setidaknya tubuh harus mendapat asupan zat besi dua kali lebih banyak dari biasanya.

Pada umumnya, ibu hamil dengan zat besi yang kurang tidak menunjukkan gejala. Mereka hanya merasakan gejala ringan seperti mudah lelah dan sering mengantuk. 

Lalu, apakah kekurangan zat besi membahayakan bagi kesehatan Moms selama hamil? Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi seperti ini tentu saja dapat menimbulkan efek buruk. Berikut beberapa bahaya kekurangan zat besi pada ibu hamil.

1. Anemia

Kekurangan zat besi sangat erat kaitannya dengan anemia. Sebab, zat besi merupakan zat paling berpengaruh dalam pembentukan hemoglobin. Ketika zat besi difokuskan untuk pertumbuhan bayi, maka sangat besar kemungkinannya ibu hamil mengalami anemia.

Anemia juga dapat memberi dampak buruk bagi ibu hamil. Kekurangan darah saat proses persalinan cukup berisiko jika tidak ditangani dengan tepat. Kemudian, bayi yang dilahirkan pun bisa mengalami kekurangan gizi.

Untuk mencegah anemia, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter agar mengonsumsi vitamin dan suplemen. Selain itu, perbanyak konsumsi sayur, buah-buahan dan air mineral.

2. Meningkatkan risiko kematian janin yang tinggi

Kekurangan zat besi sepanjang masa kehamilan dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan dan pertumbuhan janin. Karena ibu tidak memiliki zat besi yang mencukupi, janin berisiko terkena infeksi hingga perdarahan. Akibatnya, janin dalam kandungan lebih rentan terhadap kematian.

Meskipun begitu, Moms tidak perlu khawatir mengalami keguguran. Bayi yang meninggal dalam kandungan pada umumnya tidak hanya disebabkan kurangnya zat besi pada ibu. Faktor kematian juga didukung oleh masalah atau gangguan kesehatan lainnya.

3. Bayi lahir prematur

Bahaya kekurangan zat besi pada ibu hamil salah satunya adalah melahirkan bayi prematur. Ketika Moms mengalami kekurangan zat besi, pertumbuhan plasma pada bayi kemungkinan akan terganggu. Akibatnya, bayi lahir dengan berat badan yang lebih ringan atau prematur.

Selain itu, kelahiran prematur juga bisa disebabkan karena bayi tidak mendapat cukup darah selama di dalam kandungan. Kebutuhan darah dan pertumbuhan bayi seharusnya bisa dicukupi ketika ibu tidak kekurangan zat besi.

4. Bayi kekurangan zat besi saat lahir

Besar kemungkinan bayi yang dilahirkan juga mengalami kekurangan zat besi. Kondisi ini pada umumnya akan dialami bayi hingga berusia satu tahun.

Jika Moms masih mengalami kekurangan zat besi saat menyusui, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter. Sebab, ASI yang diterima bayi memiliki kandungan nutrisi yang sedikit. 

Selain itu, kurangnya zat besi yang diterima bayi juga akan mempengaruhi metabolisme dan perkembangan saraf.

Bagaimana cara mencegah bahaya kekurangan zat besi saat hamil?

Jika Moms merasa kekurangan zat besi, segeralah pergi ke dokter untuk memeriksanya. Diagnosis yang tepat dari dokter setidaknya bisa mengurangi bahaya kekurangan zat besi pada ibu hamil. Selain itu, dokter juga akan menentukan obat dan penanganan terbaik.

Namun, paling tidak ada dua cara untuk mencegah terjadinya kekurangan zat besi saat hamil. Yaitu, mengonsumsi sumber makanan tinggi zat besi dan suplemen.

1. Mengonsumsi makanan kaya zat besi

Menambah asupan makanan bernutrisi adalah cara alami untuk mencegah kekurangan zat besi. Jika tidak ingin kekurangan zat besi, tentu saja makanan yang harus dikonsumsi adalah sumber pangan kaya zat besi. Cara alami ini sangat cocok bagi Moms yang tidak suka mengonsumsi obat.

Pada umumnya, zat besi ditemukan dalam daging merah dan daging unggas, kacang polong, roti, sereal, dan pasta. Sayur dan buah-buahan dengan vitamin C juga mengandung zat besi yang tinggi yaitu, buah jeruk, stroberi, kiwi, melon, sayuran hijau, tomat, dan paprika.

2. Mengonsumsi suplemen

Pada umumnya, dibutuhkan waktu beberapa bulan hingga satu tahun untuk memulihkan kadar zat besi dalam tubuh. Maka, Moms bisa mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan zat besi.

Namun, konsumsi suplemen selama hamil perlu mendapat rekomendasi dokter. Sebab, dokter akan memberikan jenis suplemen yang sesuai dengan kondisi tubuh Moms. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

American Pregnant Associate (n.d). Diakses pada 23 Juli 2020. How to Treat Iron Deficiency Naturally During Pregnancy

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 23 Juli 2020. Iron deficiency anemia during pregnancy: Prevention tips

Academic (2000). Diakses pada 23 Juli 2020. Anemia and iron deficiency: effects on pregnancy outcome

Web MD (2011). Diakses pada 23 Juli 2020. What You Need to Know About Iron Supplements

 

 

    register-docotr