Kerap Tak Dirasa, Yuk Kenali Gejala Tumor Miom pada Rahim

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Miom atau yang umumnya dikenal sebagai fibroid, adalah tumor jinak (non-kanker) yang berkembang di sekitar rahim. Gejala miom pada rahim biasanya tidak dirasakan. Namun, jika ukuran fibroid membesar bisa menyebabkan rahim kamu menjadi rusak lho.

Apa itu miom?

Miom secara medis dikenal sebagai leiomioma yang merupakan tumor jinak yang  tumbuh dari lapisan otot rahim. Pertumbuhan otot polos ini dapat bervariasi dari ukuran kacang hingga sebesar melon.

Penyebab dari miom seringkali tidak diketahui, tetapi saling terkait dengan kadar estrogen kamu. Selama masa subur dan kadar estrogen pada wanita tinggi, fibroid akan perlahan-lahan membesar.

Tetapi, selama masa menopause dan kadar estrogen menjadi rendah, pada saat itu fibroid juga jarang terjadi.

Leiomioma biasanya berkembang antara usia 16 hingga 50 tahun. Hal tersebut dikarenakan reproduksi kadar estrogen lebih tinggi ada pada umur tersebut.

Jenis-jenis miom

Fibroid bisa tumbuh di mana saja di dalam rahim. Beberapa jenis-jenis fibroid atau miom meliputi:

  • Fibroid intramural, merupakan jenis yang paling umum, berkembang di dinding otot rahim
  • Fibroid subserosal, fibroid ini berkembang di luar dinding rahim dan sekitarnya dan dapat berkembang menjadi fibroid bertangkai yang cukup besar
  • Fibroid submukosa, berkembang di lapisan otot bagian bawah lapisan dalam rahim dan tumbuh ke dalam rongga rahim

Apa saja gejala miom?

Miom mungkin tidak menghasilkan gejala. Dalam kasus lain kondisi dapat menyebabkan perdarahan abnormal serta ketidaknyamanan. Gejala dapat bervariasi dalam intensitas di setiap individu. Tanda dan gejala fibroid rahim paling umum adalah:

  • Pendarahan hebat selama periode menstruasi (menorrhagia)
  • Menstruasi berlangsung lebih dari seminggu
  • Nyeri perut, panggul, atau punggung bagian bawah
  • Tekanan di bagian perut
  • Pembengkakan di perut, dan kembung
  • Sering buang air kecil
  • Kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih
  • Merasa sembelit
  • Merasa nyeri saat berhubungan seks
  • Pendarahan pada vagina di antara periode menstruasi
  • Sel darah merah menjadi rendah, atau yang biasa disebut anemia

Gejala lain

Beberapa gejala lainnya juga mungkin kamu rasakan, seperti:

  • Masalah kehamilan
  • Masalah kesuburan
  • Keguguran secara berulang

Baja Juga: Sulit Hamil karena Berat Badan, Benarkah? Kenali Penyebabnya dan Cara Miliki Berat Ideal

Gejalan miom yang dapat mengancam jiwa

Beberapa gejala bisa mengkhawatirkan bahkan bisa mengancam jiwa. Segera temui dokter jika kamu merasakan gejala-gejala seperti berikut ini:

  • Nyeri perut, panggul, atau punggung bagian bawah yang parah
  • Kebingungan atau kehilangan kesadaran untuk sesaat
  • Kesulitan bernapas atau sesak napas
  • Merasa pusing hingga pingsan
  • Kulit memucat
  • Denyut jantung menjadi cepat

Miom biasanya jarang menyebabkan nyeri yang akut. Namun sebelum menjadi mengkhawatirkan lebih baik jika konsultasikan ke dokter dan lakukan kontrol secara rutin.

Bagaimana cara mengobatinya miom?

Miom tidak memerlukan perawatan jika tidak menyebabkan gejala. Seiring waktu, mereka akan menyusut dengan sendirinya bahkan jika tanpa perawatan sekalipun, terutama ketika sudah menopause.

Jika kamu memiliki gejala, kamu hanya perlu mengkonsumsi obat-obatan. Ada juga obat yang tersedia untuk membantu mengecilkan miom. Jika tetap tidak bereaksi, maka pembedahan dan prosedur lainnya mungkin akan direkomendasikan oleh dokter.

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar dengan miom pada rahim maka konsultasikan dengan dokter. Atau bisa lakukan secara online di aplikasi Grab. Caranya buka aplikasi Grab, lalu pilih menu Grab Health, atau langsung klik di sini!

  1. Mayoclinic.org (2019). Diakses pada 6 Juli 2020.  Uterine Fibroids
  2. Healthgrades.com (2019). Diakses pada 6 Juli 2020. Myoma (Fibroid)
  3. Medicalnewstoday.com (2017). Diakses pada 6 Juli 2020. Fibroids: Everything you need to know
  4. Nhs.uk (2018). Diakses pada 6 Juli 2020. Fibroids
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin